Follow dulu sebelum membaca!!🔥
Maaf jika ada yang typo, berikan vote dan komen yang mendukung 🙏.
*
*
*
"Kapan sih bel istirahat berbunyi!" gerutu Lio sejak tadi sudah bersama kesal. Entah mengapa hari ini jam di sekolah terasa sangat lama berputar.
"Lo kenapa? Aqila gak masak sarapan buat lo?" tanya Gara yang melihat Lio selalu resah.
"Gue rindu sama bini gue."
"Bangsat lo! Mentang udah punya istri asik nempel aja kaya prangko."
"Makannya lo nikah," ejek Lio. Gara memutar bola matanya malas. Lio tidak tau aja seberapa sulit ia sekarang memperjuangkan Ariana.
Jika Gara mengingat kejadian semalam ia merasakan sedih. Ariana belum menerima cintanya. Tapi Gara tidak putus aja, dia yakin Ariana akan mau menjadi kekasih. Gara yakin dengan hal itu.
Lio mengambil benda pipi itu dari kantong celana abu-abu miliknya. Mulai mencari nomor seseorang di sana.
Istri tercinta🤍: "Istirahat tunggu gue ya di taman belakang sekolah."
Dibaca
Tingg
Bunyi dari hp Lio.
Istri tercinta🤍: "Iya kak."
Lio benar-benar sudah gila, hanya balasan singkat dari Aqila ia sudah senyum-senyum sendiri. Dan entah mengapa hari ini Lio sangat rindu dengan Aqila. Padahal mereka baru berpisah beberapa jam lalu karena berbeda kelas tentunya.
Satria yang melihat ekspresi wajah Lio sejak dari tadi beberapa kali menghembuskan nafasnya kasar.
'Apa gue bisa lepas Aqila begitu aja? Kenapa lo gak bilang dari dulu aja Lio,' batin Satria frustasi.
Jangan tanya kenapa Satria se-cinta itu kepada Aqila. Padahal saat ini Satria sudah tau kalau Aqila istri sahabatnya.
Aqila adalah cinta pertama Satria. Satria sangat ingin memiliki Aqila sebagai kekasih. Perasaan selalu tumbuh saat melihat Aqila secara diam-diam tanpa di ketahui para sahabat.
Satria merasa brengsek pada dirinya sendiri. Tapi itu lah perasaan nya terhadap Aqila.
Kringg!!
Suara bel istirahat yang berbunyi nyaring. Para murid SMA Nusa Bangsa berhamburan ke luar kelas untuk mengisi perut mereka. Juga dengan Lio ia segera menuju taman belakang sekolah ia tidak mau sang istri menunggu dirinya terlalu lama.
Lio tidak melihat siapa-siapa di sana. Pertanda hanya Aqila belum sampai. Lio duduk di bangku kayu selagi menunggu Aqila.
"Kak Lio."
"Zara," guman Lio. Dia tidak paham kenapa Zara berada di sini. "Lo ngapain di sini?"
"Zara rindu kak Lio." Masih dengan senyuman itu Zara mendekat ke arah Lio menghapus jarak di antara mereka.
Lio membulatkan matanya sempurna. Zara dengan berani mencium dirinya tepat di bibir Lio.
Langka Aqila terhenti, nafasnya tercekat tidak percaya dengan kejadian yang ia lihat baru saja.
"Kak Lio," guman Aqila nyaris tidak terdengar.
Dengan sekuat tenaga Aqila berlari dari sana. Hati dan pikirannya kacau. Untuk apa Lio menyuruhnya datang ke sana. Agar melihat hal itu. Membuat dirinya sakit hati. Aqila tidak habis pikir dengan sikap Lio. Sekarang Aqila mulai takut kalau Lio ada rasa terhadap Zara.
Zara melepaskan ciuman mereka. Walau hanya Zara yang melakukan hal tersebut. Ia sangat bahagia. Setidaknya Lio tidak mendorong dirinya menjauh.
"Langkah permulaan yang bagus,' batin Zara.
"Zara masih cinta dan sayang sama kak Lio. Zara mau kita kaya dulu lagi."
"Gak. Gue gak bisa. Itu suatu kesalahan, gue gak akan ulangi kesalahan itu untuk yang kedua kalinya!" tekat Lio. Ia berlaku dari sana meninggalkan Zara tapi...
"Zara akan buat kak Lio suka dan cinta sama Zara. Gak peduli apapun rintangan Zara akan singkirkan hal itu. Termasuk Aqila!" Langka Lio terhenti. Ia menatap Zara yang tersenyum penuh kemenangan padanya.
"Zara tau Aqila istri sah kak Lio. Tapi Zara gak peduli," sinis Zara. "Kak Lio harus jadi milik Zara!" tekan Zara.
Zara benar-benar sudah gila saat ini. Lio yang tidak mau memikirkan hal itu langsung berlalu. Tidak mendengar teriakan Zara terhadap dirinya.
"Ini baru permulaan. Gue pastikan Lio akan lepasin lo Aqila. Secepatnya Lio akan kirim surat cerai ke lo. Lio hanya bisa jadi milik gue. Milik Zara!" kekeh Zara dengan senyum licik.
Sesuai rencana Zara. Aqila melihat mereka berciuman dan Zara yakin Aqila saat ini pasti cemburu melihat merek.
Obsesi terhadap Lio membuat Zara tidak bisa berpikir jernih. Semenjak Lio memberi perhatian padanya saat itu Zara berpikir hanya Lio lah yang mengerti dirinya. Hanya Lio lah yang ia miliki.
***
Lio termenung memikirkan ucapan Zara. Sejak tadi Lio tidak henti-henti memikirkan hal itu.
'Zara pasti sungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia udah tau semua. Gue harus hati-hati dengan Zara dan gue juga harus jauh-in dia.'
"Kak Lio." Aqila memegang pundak Lio. Lalu duduk bergabung bersama Lio. "Kak Lio ada masalah? Dari tadi melamun mulu."
Lio menatap Aqila lekat. 'Apa tadi Aqila lihat Zara cium gue ya?" baru. Lio bertanya.
"Maaf ya kak, tadi Aqila gak datang ke taman belakang. Aqila sibuk banget," bohong Aqila.
"Iya gak apa-apa," ujar Lio berusaha untuk tersenyum.
Cupp
Aqila mengecup bibir Lio. Bahkan kali ini Aqila melumat bibir suaminya tersebut. Berniat menghapus jejak dari Zara.
Setelah ciuman itu terlepas Aqila memeluk tubuh Lio erat. Kali ini posisi Aqila sudah duduk di paha Lio.
"Jangan tinggalin Aqila kak."
"Tidak akan. Apapun yang terjadi kita akan tetap bersama. Lo akan jadi milik gue dan gue akan jadi milik lo selamanya."
Lio memeluk tubuh Aqila erat dengan posisi yang masih sama. Sesekali Lio menghirup rambut Aqila yang sangat harus. Tidak hanya itu Lio mulai mengecup leher Aqila membuat Aqila bergerak dan meringis kesakitan.
"Shitt kalau gini terus gue mana bisa tahan."
***
Ariana mulai bekerja di salah satu cafe yang menerima dirinya. Sebenarnya ini semua berkat Gara. Gara yang mencarikan pekerjaan itu untuk dirinya.
Pemilik cafe itu juga teman Gara tanpa sepengetahuan Ariana. Gara meminta tolong kepada temannya untuk menerima Ariana. Dan temannya itu sedang kekurangan karyawan jadi Ariana bisa langsung bekerja.
Ariana sangat bersyukur berteman dengan cowo sebaik Gara. Ia tidak tau harus berterima kasih seperti apa kepada Gara. Jika tidak ada Gara mungkin sampai saat ini ia belum mendapatkan pekerjaan.
Gara sudah mencari tau asal usul tentang Ariana. Bukan apa, Gara hanya ingin lebih jauh mengenal Ariana. Setelah Gara mengetahui hal tersebut Gara menjadi memang tidak akan salah pilih. Ariana gadis yang baik dan juga pekerja keras. Gara suka dengan hal itu.
"Berikan dia gaji yang lebih. Kalau ada sesuatu hal tentang Ariana kasih tau gue," ujar Gara pada teman pemilik cafe itu.
"Tenang aja. Gue yakin dia gak akan buat kesalahan. Di juga pekerja keras kelihatannya." Gara menagguk setujuh.
"Gue akan selalu ada buat lo. Gue gak akan biarin lo kesusahan lagi Ariana. Karena gue sayang sama lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Lio & Aqila (END)
Dragoste[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Pernikahan anak SMA. Bisa dikatakan perjodohan sesama anak SMA. Tidak ada yang tau hubungan keduanya lebih dari sekedar sepupu saat menjalani hubungan rumah tangga tersebut. Awalanya tidak ada rasa suka dan cinta di...
