*Selamat membaca, jangan lupa vote dan komen😊🙏*
*
*
*
Sudah dua minggu Aqila belajar di sekolah barunya. Menyenangkan dan nyaman itu lah definisi yang bisa Aqila gambarkan untuk sekolah nya saat ini. Akhir-akhir ini Aqila dan Iqbal juga terlihat sangat dekat. Membuat Lio sang suami menjadi cemburu.
Saat ini Aqila dan Lio masih berada di sekolah dan selama dua minggu ini Aqila tidak pernah pergi ke kantin. Selalu saja Key mengajaknya. Tapi tetap saja Aqila tidak mau.
"Kantin yuk, gue yang bayar," ajak Key kali ini.
Aqila menggeleng pelan. "Aqila di kelas aja Key."
"Terserah lo deh." Key berlalu menuju kantin untuk memuaskan yang cacing yang sedang demo disana.
Disisi lain Lio baru saja keluar dari ruangan OSIS. Dia baru saja mengadakan rapat dengan para anggota OSIS yang. Ada banyak hal yang harus mereka kerjakan saat ini.
Langka kaki Lio terhenti saat melihat Satria keluar dari dalam kelas sepuluh IPA satu. Kelas istrinya. "Ngapain Satria ke sana?" monolog Lio. "Mungkin ada perlu," lanjut Lio berusaha berpikir positif.
Lio baru memasuki daerah kantin. Banyak sapaan yang ia terima dari murid perempuan. Lio yang di sapa hanya tersenyum tipis. Sebenarnya malas melakukan hal tersebut. Tapi sebagai seorang ketua OSIS tidak baik jika Lio bersikap cuek.
Tatapan Lio tertuju pada Satria yang sudah duduk bersama teman-temannya. Bayangan beberapa menit yang lalu masih berputar di pikiran Lio.
Lio duduk di bangku samping Danu dan Gara. Berhadapan dengan Satria. Ada yang aneh dengan Satria, sejak tadi pria tampan itu tidak pernah berhenti tersenyum.
"Ngapain lo dari kelas sepuluh IPA satu?" tanya Lio dingin. Lio sangat kepo dengan apa yang dilakukan Satria disana.
Satria menunjukkan dirinya sendiri. "Gue?" Lio mengangguk.
"Gak ngapain," jawab Satria dengan senyumannya.
"Ngapain lo senyum-senyum gitu. Gila lo? Atau jangan-jangan lo punya pacar di kelas itu?" Kali ini Gara yang dibuat kepo.
"Cikh gak."
"Gak mungkin. Beberapa hari ini lo selalu telat ke kantin. Lo juga selaku bawa roti dan air mineral," jelas Gara.
Baik Lio dan Danu mengangguk membenarkan. Selama satu minggu ini Satria selalu telat ke kantin. Alasannya ke toilet. Tapi untuk apa Satria ke toilet membawa roti dan juga air.
"Lo punya pacar?" tanya Danu kali ini.
"Gak."
"Gak asik lo!" ucap Gara.
Satria menghembuskan nafasnya perlahan. Sebenarnya ia ingin menyembunyikan hal ini sampai waktu yang tepat. Tapi melihat temannya yang sudah kepo seperti ini mau tidak mau ia harus bicara.
"Gue lagi PDKT an."
"Anak sepuluh IPA satu?" tanya Gara.
"Iya."
"Siapa?" tanya Gara dan Danu secara bersamaan.
"Aqila."
Uhukk uhukk
Lio tersedak dengan jus yang baru saja ia minum. Ia tak salah dengar? Sahabatnya mendekati istri sah nya?
"Lo kenapa?" Lio hanya menggeleng pelan. Masih syok dengan apa yang dikatakan Satria.
"Aqila sepupu Lio?"
"Iya."
Setelah itu Lio hanya diam. Memikirkan Satria dan Aqila. Kenapa Aqila tidak memberikan kepada nya tentang kedekatan mereka? Dan kenapa Lio tidak peka dengan apa yang dilakukan sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lio & Aqila (END)
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Pernikahan anak SMA. Bisa dikatakan perjodohan sesama anak SMA. Tidak ada yang tau hubungan keduanya lebih dari sekedar sepupu saat menjalani hubungan rumah tangga tersebut. Awalanya tidak ada rasa suka dan cinta di...
