Follow dulu sebelum membaca!!
Jangan lupa vote dan komen, maaf jika ada yang typo🙏 selamat membaca...
*
*
*
Hembusan nafas dari pintu utama membuat Aqila menoleh cepat. Itu Lio suaminya yang sejak tadi Aqila tunggu. Lio menatap jam di dinding sudah tepat pukul 23.15 kenapa Aqila belum tidur pikir Lio.
"Belum tidur?" tanya Lio saat sudah duduk di samping Aqila.
Aqila menggeleng pelan, bagaimana ia bisa tidur. Dari tadi ia menunggu Lio.
"Dari mana kak?" tanya Aqila yang dari tadi sudah tidak sabar. Apa yang Lio lakukan sampai separuh ini baru pulang.
"OSIS lama ngadain party ultah gue." Lio menyandarkan kepalanya ke sofa yang ia duduki.
"Kenapa gak kasih Aqila kabar?"
Lio memperbaiki posisi duduknya. Menatap Aqila lekat. Lalu Lio mengambil hp yang ada di saku celana, memperhatikan kepada Aqila dengan layar hitam pekat.
"Maaf," ujar Lio seakan memberitahu hp nya mati.
Aqila menagguk pelan. Lio tidak dapat mengabari dirinya karena hp Lio yang sudah mati. Aqila memperhatikan jam Aqila tidak ingin membuang waktu lagi. Ia harus cepat-cepat.
Aqila menarik tangan Lio ke kamar. Karena semua yang ia siapkan.
"Mau ke mana?"
"Kamar."
Lio hanya bisa mengikuti Aqila walau tubuhnya saat ini sangat lelah. Ia butuh istirahat.
Mereka pun beriringan naik ke tangga untuk sampai ke kamar mereka. Aqila membuka pintu perlahan membuat Lio takjub melihat isi kamar mereka. Ada kue, kado, balon dan beberapa mawar.
Lio menatap Aqila meminta penjelasan dari istrinya itu. Aqila tidak berkata apa-apa, ia menarik tangan Lio duduk bersamanya di tepi ranjang.
"Maaf kak Aqila telat," ujar Aqila sambil menghidupkan lilin di cake itu.
"Terima kasih," bisik Lio mengecup kening istrinya itu cukup lama.
Aqila menyodorkan cake dengan lilin menyala ke hadapan Lio. Meminta sang suami untuk meniupnya.
"Wish dulu kak," ujar Aqila sebelum Lio meniup lilin tersebut.
Lio mengangguk mulai berdoa. Lio hanya meminta agar hubungan mereka selalu harmonis. Tidak ada lagi orang yang menggangu rumah tangga mereka.
Acara peniupan lilin dan pemotongan kue pun selesai. Lio sangat bahagia malam ini walau cukup sederhana tapi Aqila membuat semuanya dengan cinta.
"Ini hadiah dari Aqila untuk kak Lio." Aqila menyodorkan kado yang tadi ia beli bersama Key.
"Terima kasih sayang."
"Buka kak."
"Suka gak?" tanya Aqila saat Lio susah membuka kadonya.
"Suka," ujar Lio tersenyum tipis.
"Kak Lio gak suka ya?" tanya Aqila dengan wajah muram. "Kak Lio mau apa Aqila akan nurutin," lanjut Aqila.
"Benar mau nurutin?"
Aqila menagguk mantap. "Iya kak Lio mau apa?" ujarnya bersungguh-sungguh.
"Aqila."
"Aqila?" tanya Aqila tidak paham saat Lio mengucapkan namanya.
Lio mengangguk. "Gue mau lo Aqila," ujar Lio dengan tatapan tidak lepas dari Aqila.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lio & Aqila (END)
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Pernikahan anak SMA. Bisa dikatakan perjodohan sesama anak SMA. Tidak ada yang tau hubungan keduanya lebih dari sekedar sepupu saat menjalani hubungan rumah tangga tersebut. Awalanya tidak ada rasa suka dan cinta di...
