Dipermalukan

2.4K 180 22
                                        

Selamat membaca, jangan lupa komen dan vote 😊 tandai jika ada yang typo . Jangan lupa masukkan cerita ini ke reading list kalian dan juga recommended ke teman kalian😊 follow juga akun ini, Terima Kasih 🤍 

 Jangan lupa masukkan cerita ini ke reading list kalian dan juga recommended ke teman kalian😊 follow juga akun ini, Terima Kasih 🤍 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


______________________________________

"Kak Lio di mana?"

Gara, Ariana, Danu dan Key menatap Zara yang tepat berada di hadapan mereka.

Saat jam pelajaran terakhir seluruh guru SMA Nusa Bangsa tiba-tiba mengadakan rapat dadakan. Jadi seluruh murid di persilahkan melakukan apa pun yang mereka inginkan tapi tidak di perbolehkan untuk pulang.

Dua pasangan itu memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka di kantin. Jangan tanya Satria ke mana. Cowok itu tiba-tiba izin untuk pulang karena merasa pusing. Pihak UKS yang melihat wajah Satria pucat mempersilahkan dia untuk pulang.

"Ngapain lo cari Lio?" tanya Gara, ketus.

"Kak Lio pacar gue. Ya jelas lah gue cari dia," ucap Zara tidak santai. "Cepat kasih tau di mana kak Lio," lanjutnya.

Tidak ada yang menyahuti ucapan Zara. Mereka kembali sibuk dengan pembicaraan yang sempat tertunda.

Zara yang merasa geram memukul meja kuat membuat jus alpukat tumpah ke rok abu-abu milik Ariana.

"Lo semua tuli ha!" teriak Ariana.

Dengan kasar Gara mendorong bahu Zara membuat cewek itu mundur beberapa langka. Gara tidak peduli jika Zara seorang perempuan, yang jelas mana ada perempuan yang berhati busuk dan berotak licik seperti Zara.

"Lo nggak punya sopan santun ya. Minta maaf sama Ariana!" desis Gara tajam.

Gara tidak suka karena ulah Zara rok abu-abu milik Ariana kekasihnya menjadi kotor.

"Minta maaf? Sama cewek miskin kaya gini? Hello gue anak pemilik sekolah ini jadi terserah gue mau berbuat apa."

Tanpa malu Zara mulai menyombongkan jabatan orang tuanya.

"Lo..."

Ariana menarik tangan Gara yang hendak menampar Zara. Ariana menggeleng pelan. "Jangan kotor-in tangan kamu dengan memukulnya."

"Lebih baik lo pergi Zara," ucap Danu masih dalam keadaan tenang.

"Sebelum lo semua kasih tau di mana kak Lio, gue nggak akan pergi."

"Hei bitch!"

"Maksud lo apa ha!"

Zara menarik tangan Key kasar. "Gue nggak ada masalah sama lo! Jangan sampai gue buat lo keluar dari sekolah ini."

Key tertawa sumbang bahkan suasana kantin tambah ramai karena keributan yang terjadi.

"Basi! Gue nggak takut sama ancaman lo bitch!"

"Lo..."

Kali ini Danu yang menangkis tangan Zara yang hendak menampar Key. Mendorong tubuh Zara kasar. Membuat Zara terjatuh di lantai.

"Lo nggak ada apa-apa nya di banding Aqila."

Key menumpahkan jus jeruk yang ia pesan tadi ke wajah Zara tepat di bawa nya.

"Ancaman lo itu nggak berpengaruh buat gue!"

Tawa murid yang berada di kantin bergemah di seluruh penjuru kantin. Bagaimana tidak, keadaan Zara sangat miris sekarang. Sok-sokan berlaga akan mengeluarkan Key dari sekolah ini. Sekarang bahkan Zara tidak bisa membalas apa yang Key lakukan kepadanya.

"Jangan sampai ke sabaran kita habis. Lebih baik lo pergi dari sini. Dan ingat satu hal lagi, jangan pernah buat ganggu Lio dan Aqila," ucap Gara.

"Lebih baik kamu pergi Zara," kata Ariana masih lembut.

"Pergi lo!"

Key berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Zara lalu membisikkan sesuatu ke telinga cewek itu. "Jalang."

Key menegakkan tubuhnya tapi sebelum itu Key sempat mendorong bahu Zara cukup kasar.

Zara bangkit dari tempat ia terjatuh. Memandang mereka satu persatu dalam hati Zara bersumpah akan menghancurkan mereka semua.

Zara benar-benar sangat malu, banyak tatapan para murid yang menatapnya tidak suka dan menertawakan dirinya terus menerus.

"Pergi lo!" desis Key.

***

Suasana kantin menjadi tenang setelah kepergian Zara. Gara, Ariana, Danu dan Key melanjutkan makan mereka. Sesekali mereka tertawa mengingat apa yang baru saja mereka lakukan pada Zara.

"Kayanya kita kurang deh beri pelajaran buat Zara," ucap Gara. "Biar sekalian dia malu dan kapok," lanjut Gara.

"Gue rasa juga gitu. Panas gue lihat wajah tuh cupu!" kesal Key.

"Bukan cupu lagi sayang," ucap Danu masih setia menenangkan Key.

"Sama aja Kak. Cupu nggak cupu wajahnya sama kaya nenek lampir."

Keheningan terjadi beberapa saat sebelum Ariana membuka suara yang sejak tadi hanya diam.

"Kita terlalu berlebihan ke Zara," ucap Ariana. Walau cewek itu tidak tau apa yang mereka lakukan dan ucapankan.

"Berlebihan apannya? Tuh nenek lampir pantas mendapatkan hal kaya gitu. Bahkan lebih parah dari situ juga pantas ia dapatkan," ujar Key.

Gadis itu masih kurang puas mempermalukan Zara. Rasanya hal itu tidak sebanding dengan apa yang Zara lakukan kepada Aqila.

Anggap saja mereka jahat, tapi bagaimana dengan Zara yang sudah tau Lio punya istri tapi tetap saja mendekati cowok itu.

Gara mengusap tangan Ariana yang berada di pangkuan nya. "Nanti aku jelasin semua ya."

Gara belum memberitahukan tentang status Lio dan Aqila kepada kekasihnya tersebut.

Jika Gara mendapat izin dari Lio ia akan memberitahu Ariana secepatnya. Lagi pula hal itu privasi bagi pasangan pasutri itu tidak berhak bagi Gara untuk mengumbar hubungan itu tanpa persetujuan Lio.

"Kamu nggak apa-apa kan tadi? Gimana rok kamu?" tanya Gara pada kekasih nya itu.

"Udah bersih. Untung aja nggak banyak kena."

Gara mengagguk kembali mengusap puncak kepala Ariana.

"Kira-kira Lio kenapa pulang tiba-tiba gitu ya?" tanya Danu yang sejak tadi penasaran.

Berulang kali mereka menghubungi nomor Lio tidak di angkat sama sekali. Sebenarnya sejak tadi Danu sangat khawatir dengan tingkah Lio. Apa lagi penjelasan Gara yang mengatakan Lio selalu menyebut  tentang Papa nya.

"Gue juga penasaran."

"Kak Lio juga datang ke kelas Key. Narik tangan Aqila kaya tergesa-gesa gitu," jelas Key.

"Mudah-mudahan nggak terjadi sesuatu yang buruk lagi," ucap Gara yang diangguki Key dan Danu.

Lio memang belum memberitahu kabar duku tersebut kepada siapapun. Hp nya tertinggal di mobil, hp Aqila sudah mati saat jam istirahat tadi.

***

"Brengsek! Lo semua cuman berani main keroyok anjing!" teriak Zara frustasi.

Berkali-kali Zara mengumpat. Kejadian yang baru saja dialaminya membuat semua murid menertawakan dirinya. Bahkan sampai Zara berada di parkiran masih banyak murid yang menertawakan dirinya.

Penampilan Zara kacau, rambut dan bajunya lepek karena jus jeruk yang Key tumpahkan.

"Lihat apa yang akan gue lakuin buat lo Key. Jangan harap lo bisa seenaknya membuat gue malu!" desis nya tajam.

Lio & Aqila (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang