🎼Belum Siap Kehilangan ( Stevan Pasaribu) — cover Tami Aulia🎼
.....
"Bagaimana cara kalian melupakan masa lalu? I can't forget it that fast."
~Keyra Gamalina~
•••••••
"Gimana keadaan lo setelah putus?”
Keyra tercengang mendengar pertanyaan yang cukup menusuk hatinya. Tentang bagaimana keadaannya setelah putus, Keyra tidak bisa memberikan jawabannya kepada Miko. “Nggak usah ngomongin hal yang nggak penting.”
Laki-laki yang wajahnya pucat itu terlihat tertawa samar. “Move on susah, ya?"
“Maksud lo apa sih ngomongin hal kaya gitu?” Keyra berdecak menatap Miko. “Gue ke sini untuk jengukin lo, bukan bicarain hal yang nggak penting.”
“Selagi kita ketemu berdua, apa salahnya gue bicarain hal kaya gini?”
“Dahlah!” Keyra yang kesal hendak melangkah keluar, namun terhenti saat Winda masuk membawa nampan.
“Mau ke mana, Key?” tanya wanita itu sambil meletakan nampannya di atas nakas samping ranjang Miko.
“Ehm, nggak kok, Tan.” Keyra menggeleng bingung.
“Sini duduk.” Winda menunjuk kursi di samping ranjang Miko. Keyra pun menuruti.
Winda mengelus bahu Keyra sambil tersenyum. “Gimana keadaan kamu? Baik? Mama sehat?"
“Iya, Tan. Aku baik-baik aja. Mama juga sehat." Keyra membalas uluran senyum itu.
"Maaf, ya. Waktu papa kamu meninggal, tante nggak sempet ziarah. Turut berdua cita, ya."
"Iya, nggak papa kok."
“Kenapa jarang main ke sini? Tante kangen loh nanem lagi sama kamu."
“Maaf, Tan.” Keyra tersenyum tidak enak. “Udah kelas dua belas, lagi agak sibuk aja.”
“Oh, iya, ya. Betul. Pemenang olimpiade kan rajin, ya."
Disanjung seperti itu membuat Keyra tersenyum malu-malu. “Ah, bisa aja.”
Windi kembali mengelus bahu Keyra. "Makasih, ya, kamu udah mau dateng jengukin Miko. Semalem tante khawatir banget sama Miko yang demam. Apalagi kemarin pulang sekolah mukanya babak belur. Pas ditanya jawabannya nggak papa. Emang kaya gitu ya anak laki-laki.”
Diam-diam Keyra melirik Miko, ada rasa tidak enak atas permasalahannya dengan Luky. Dia kasihan, sekaligus tidak enak kepada tante Winda membuat anak kesayangannya dalam kondisi seperti ini.
“Ngomong-ngomong, Meika tau keadaan Miko?” Keyra mendongak pada Winda.
“Tau, tapi dia sibuk. Jadi nggak bisa ke sini.”
Keyra menggut-manggut.
“Kamu hari ini belum makan buah, mamah kupasin dulu, ya.” Winda mengambil pisau dan apel di atas nakas.
Miko menggeleng. “Enggak. Mah, Miko mau bicara nih sama Keyra. Mama keluar dulu, deh,” sahut Miko.
“B-biar Keyra aja sini, Tan.” Keyra mengambil pisau dan apel itu dari tangan tante Winda
“Ya sudah.” Winda mengangguk sambil tersenyum. “Key, kamu di sini agak lama nggak papa, ya? Tante mau ke mini market sebentar."
“Eh, tapi, Tan–"
KAMU SEDANG MEMBACA
KeyLock
Genç Kurgu[ON GOING] Bagaimana jika kita dipaksa untuk menerima orang baru padahal hati kita belum siap menerimanya? Kisah percintaan masa lalu menjadi penyebab hilangnya kepercayaan kepada seseorang. Mencoba untuk mengistirahatkan hati, namun seseorang denga...
