Lepaskan orang yang menyakitimu sekarang, bisa saja itu cara Tuhan untuk menjauhkanmu dengan dia, karena Tuhan tau dia bukan yang terbaik untukmu
•••••
Siang ini di kantin sekolah, Keyra mendadak tidak nafsu makan setelah dia melihat Miko Gadangga Dan Meika Damanggita sedang makan berdua. Hatinya merasa kesal karena terus melihat kedua sejoli itu tengah bercanda gurau di depan matanya. Bahkan mereka minum satu gelas dengan dua sedotan, dan jika keduanya ingin meminumnya wajah mereka akan berdekatan. Ewh! Menjijikan, batin Keyra.
"Ini makanannya dateng," ujar Miko menaruh dua mangkuk bakso di atas meja.
"Makasih sayang," balas Keyra.
Keyra langsung mengambil mangkuk sambal yang diletakan di atas meja, tetapi Miko mencegahnya.
"Nggak boleh makan pedes-pedes, nanti lambung kamu sakit. Makan pedes itu nggak baik buat kesehatan."
"Tapi akukan suka pedes. Nggak enak kalo makan nggak pake sambel."
"...."
Brak!
Keyra menghentakan kepalan tangannya di atas meja dengan kesal. Tatapan matanya masih menyorot kepada Miko dan Meika. Sial, dia malah membayangkan kisah bersama Miko. Kisah selama dua tahun itu sangat sulit untuk dilupakan. Jujur saja, dia masih sayang kepada Miko.
"Lo kenapa sih?! Ngagetin aja," sewot Dira kesal kepada Keyra.
"Wah, ini sih pasti karena terbakar api cemburu," tebak Felin.
"Mendingan makan pecel tuh, dari pada makan hati mulu tiap hari," saran Yura melirik pecel di depan Keyra yang sama sekali belum tersentuh.
"Gimana nggak makan hati mulu, orang yang bikin gue makan hati ada di depan gue!" jelas Keyra menatap Miko dan Meika dengan kesal. Jelas kedua sejoli itu tidak merasa sedang diperhatikan.
"Kesel gue liatnya. Enek!" geram Keyra menyenderkan badannya di kursi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sabar, Key. Lo pasti bakalan dapet yang lebih baik dari Miko," tutur Yura memberikan pengertian.
"Udahlah, lagian ngapain juga mikirin si Miko lagi, Miko lagi. Gue yang liat lo begini aja ikutan kesel," ujar Dira ikut meluapkan kekesalannya.
"Cowok kaya dia itu nggak usah lo pikirin melulu. Gue bisa kok cariin lo pacar baru," ujar Felin membuat Keyra melirik sinis kepadanya.
"Gue nggak butuh pacar!" tolak Keyra.
"Terus lo butuhnya apa? Duit? Kalo duit semua orang juga butuh kali," ujar Felin mengibaskan kipasnya.
"Gue maunya mereka berdua nggak mesra-mesraan di depan gue," jelas Keyra.
"Kalo lo udah relain Miko sama sepupu lo, harusnya lo itu bisa terima kalo mereka berdua pacaran di depan lo. Katanya lo pengen Meika bahagia," ungkap Yura mengingatkan kembali perkataan Keyra.
"Iya sih, tapikan ...," jeda Keyra, "ah, udahlah! Gue mau balik ke kelas!" ujar Keyra kesal. Dia langsung menegakkan tubuhnya lalu beranjak tergesa-gesa meninggalkan teman-temannya.
Saat Keyra sampai di ambang pintu kantin, dia tidak terfokuskan pada lalu lalang warga sekolah. Keyra hampir menabrak Luky yang sedang berjalan dengan Garet.
"BISA NGGAK LO NGGAK USAH NABRAK GUE MELULU?!" pekik Keyra kesal. Tanpa mau berdebat dengan Luky lagi, dia langsung berlalu begitu saja meninggalkan Luky dan Garet yang ingin mengumpat.
KAMU SEDANG MEMBACA
KeyLock
Teen Fiction[ON GOING] Bagaimana jika kita dipaksa untuk menerima orang baru padahal hati kita belum siap menerimanya? Kisah percintaan masa lalu menjadi penyebab hilangnya kepercayaan kepada seseorang. Mencoba untuk mengistirahatkan hati, namun seseorang denga...
