"Kau ada hubungan apa dengan adikku?" Todong Maria tepat setelah Sergio menghilang ke dalam mobilnya."Dia tidak pernah membawa wanita manapun ke rumah apalagi kamarnya."
"Kami hanya sebatas pengacara dan klien." Dan teman tidur. Nala mencoba tersenyum tapi ia sedikit tidak nyaman dengan tatapan Maria yang penuh selidik. Bahkan wanita itu sekarang berjalan mendekatinya, memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Pengacara dan klien tapi tidur bersama?"
"Aku— aku tau itu memang tidak pantas. Dan ya, kami melakukan seks— seperti yang sedang kau pikirkan." Nala menghela napasnya pelan. Ia sudah tau apa yang ada di dalam kepala Maria jadi untuk apa ditutupi dan berpura-pura polos?
"Kau mengingatkanku pada diriku sendiri." Maria berkata dengan sebuah tawa kecil."Tapi dulu posisiku adalah klien dan target. Dengan suamiku, maksudku."
Sekarang Nala ingat siapa Maria Patlers ini. Sepuluh tahun yang lalu namanya sempat heboh. Dia adalah seorang pembunuh bayaran dan suaminya menanggung hukuman penjara demi melindunginya. Saat itu Nala masih bocah berusia sepuluh tahun namun cerita itu terus berkeliaran di telinga siapapun— tak pandang usia. Bagi bocah-bocah yang sudah menaruh minat pada hukum, Nala pastinya mengikuti berita itu.
"Apakah kau tau saat ini kau sedang membela siapa?" Tanya Maria kemudian."Adikku seorang mafia."
"Aku sudah tau."
"Dan kau tidak keberatan berada di pihaknya?"
"Bagaimana pun seorang pengacara hanya akan berada di pihak klien-nya." Jawab Nala."Aku tidak akan ikut campur dengan apa yang dia lakukan. Baik atau benar, itu urusan dia dengan kepolisian."
Bahu Maria terlihat merosot sedikit."Aku ingin dia berhenti menjadi mafia, melakukan bisnis yang bersih dan jauh dari kejaran polisi. Dan kehadiranmu disini adalah untuk membuatnya menang dalam persidangan. Sergio akan membudidayakan tanaman ganja dan koka di lahan itu. Tidakkah kau merasa bersalah jika dia menang?"
"Apakah kau sedang mengkhawatirkan nasib negara?"
"Entahlah."
"Dia akan melawan Trave Licarde di pengadilan," Kata Nala sembari mengawasi ekspresi Maria."Apa kau tau siapa dia?"
"Ya, aku tau."
Nala berusaha terus bersikap profesional."Trave Licarde juga akan melakukan hal yang sama. Siapapun yang menang, tidak ada bedanya."
Untuk sejenak Maria kembali terlihat kalut. Bola matanya mengkilap dan dia menghela napas rendah beberapa kali— seperti orang yang frustasi."Kau benar. Memang tidak ada bedanya. Dan, aku tidak memikirkan nasib negara. Aku tidak peduli jika dunia ini berubah menjadi ladang ganja sekalipun tapi aku tidak ingin adikku terlibat disana."
"Jadi apakah kau ingin aku membuatnya kalah dalam persidangan? Itukah yang coba kau katakan?" Nala menatap ekspresi Maria lekat-lekat.
"Bisakah kau melakukannya?"
"Seriously?"
"Kalau kau diposisiku, kau juga akan melakukan apapun demi orang yang kau sayangi. Sekalipun itu perbuatan yang jahat. Suatu saat kau akan memahaminya."Ujar Maria kemudian."Berapa dia membayarmu untuk menang? Aku akan membayar tiga kali lipat untuk membuatnya kalah."
"Maaf?"
"Aku tidak bermaksud menyinggungmu." Maria menggeleng pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFFAIR
RomanceLeonelle #1 | Sergio Leonelle dikenal sebagai seorang bandar narkoba yang sedang diintai oleh polisi. Dan sebagai salah satu agen yang ditugaskan dalam misi tersebut, Nala akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang dia inginkan yaitu m...
