Chapter 50 : Don't talk

59.3K 8K 1.7K
                                        

"Baiklah! Aku akan kesana sekarang!"

Saat mengucapkan kalimat itu Nala baru saja memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Valerian. Telepon dari Sergio sungguh membuatnya kaget sekaligus gembira apalagi pria itu ingin membelikan kado natal yang berarti amarahnya sudah mulai reda. Jadi Nala akan menyelesaikan urusan dengan Valerian secepat mungkin.

"Ma'am." Sapa Cliff yang seperti biasa berada tak jauh dari mobil.

"Hei, Cliff," Nala tersenyum."Tuan ada di rumah?" Harusnya ia tak perlu bertanya karena mobil Valerian ada di halaman, menandakan bahwa pria itu ada di rumah.

"Ada, Ma'am tapi—" Cliff menjeda kalimatnya sambil mengarahkan pandangan pada mobil lainnya.

Oh itu mobil Eloise. Setelah mengulas satu senyum lagi, Nala pun melangkah masuk ke dalam rumah yang selalu menguarkan aura tidak menyenangkan itu. Dan sosok pertama yang ia lihat adalah Eloise— wanita itu sedang memanggang roti di dapur. Kemeja yang ia kenakan adalah kemeja putih longgar— milik siapa lagi kalau bukan milik Valerian.

"Ehm," Nala berdeham dan Eloise langsung terlonjak kaget, nyaris menjatuhkan spatula."Hei Eloise."

"Hei, hei Syatra."

"Maaf mengagetkam." Nala tersenyum sambil menaikkan alisnya.

Sejenak Eloise tampak gugup walau ia berusaha untuk tetap pada ekspresi tenang. Saat Nala melangkah lebih dekat, suara high heels yang ia kenakan mengetuk-ngetuk lantai marmer dengan ritme teratur. Dan ia dapat melihat beberapa bekas merah di leher yang baru saja ditutup dengan kerah kemeja.

"Apa kau bisa memanggil Valerian?" Pinta Nala sambil terus memandangi Eloise.

"Dia ada di kamar— kau bisa masuk dan—"

"Tidak," Nala mengibaskan tangannya."Tolong panggilkan dia untukku, Eloise."

Tepat ketika Eloise baru saja hendak meletakkan spatula untuk memanggil Valerian, pria itu sedang menuruni tangga.

"Wah wah, lihat siapa yang sudah tau jalan pulang ke rumah!" Oloknya.

"Aku perlu menyelesaikan ini secepat mungkin." Kata Nala langsung pada tujuannya. Ia membuka hand bag coklatnya lalu mengeluarkan sebuah map yang ia letakkan di atas meja pantry."Surat perceraian."

Valerian tertawa setelah melirik map tersebut. Langkahnya kembali bergerak hingga kini berhenti tepat di depan Nala. Ia meraih map lalu mengangkatnya remeh di udara."Kau melayangkan gugatan cerai untukku?"

"Kau keberatan?"

"Oh pertanyaan macam apa itu?" Valerian terkekeh sembari merobek surat gugatan itu pelan-pelan hingga serpihan kertasnya jatuh ke lantai."Jelas aku tidak akan membiarkanmu menggugatku karena kau adalah orang yang sudah berselingkuh."

Entah kenapa melihat wajah pria ini selalu berhasil menyulut emosi dan kini tambah satu lagi, mual. Karena seketika ingatan tentang pesta seks milik Nikolai malam itu menyusup ke dalam benaknya.

"Akulah yang pantas menggugatmu, sialan." Valerian meninggikan suara sambil melemparkan map ke wajah Nala."Akan kubongkar perselingkuhanmu agar publik tau dengan wanita pelacur macam apa aku menikah!"

AFFAIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang