"Trave Licarde berhasil ditangkap," Julio memberitahu Sergio.
Upacara pemakaman Rodolfo diadakan di kediaman klan Leonelle di jam lima pagi. Seluruh kerabat, relasi dan keluarga telah hadir untuk melepas kepergian pria itu dalam balutan pakaian formal serba hitam. Setelah memanjatkan doa terakhir, peti pun ditutup untuk di bawa ke ruang kremasi. Isak tangis dari ibu, kakak, kekasih dan adik terdengar lebih jelas kala peti tersebut perlahan-lahan hilang dari pandangan semuanya.
"Licarde tidak melakukan perlawanan sama sekali," Tambah Julio pelan namun tajam."Menurut Alejandro— seorang informan— D13 dari Badan Intelijen Negara ada di belakang Licarde. Setelah mendapatkanmu, keparat itu tak akan berada lebih dari dua puluh empat jam di penjara."
Sergio masih mendengarkan.
"Sekarang Alejandro sudah tidak bisa dihubungi. Kurasa dia sedang menyelamatkan diri atau terbunuh. Apa yang harus kita laku—" Julio menghentikan ucapannya ketika seorang wanita paruh baya menghampiri mereka dengan mata bengkak.
"Terima kasih selama ini sudah menjaganya," Isak ibu Rodolfo yang baru tiba beberapa jam yang lalu dari Rusia untuk mengikuti upacara pemakaman putranya. Dengan sebelah tangannya Sergio memeluk pelan pundak wanita itu."Dia menghubungiku sebelum bertolak ke bandara dan mengatakan akan membawakanku banyak oleh-oleh dari Amerika yang tidak ada di Rusia. Aku tidak menyangka itu hari terakhir aku mendengar suaranya. Dia terdengar begitu bahagia."
"Dia orang baik, surga pasti sedang menantinya."
"Tuhan masih menyayangi Rodolfo sehingga memanggilnya lebih dulu agar tidak perlu melihat hal-hal mengerikan di dunia ini, Ma'am." Sambung Julio.
Ibunya Rodolfo mengangguk walau isakannya semakin menjadi-jadi. "Siapapun pelakunya, harus mendapatkan balasan yang setimpal. Aku mohon berikan mereka balasan yang setimpal. Aku mohon sebagai seorang ibu."
"Mama, ayo." Adik perempuan Rodolfo menyentuh pundak ibunya lalu membawa wanita itu pergi dari sana.
Natal seharusnya menjadi hari dimana semua keluarga berkumpul dalam satu ruangan merayakan suka cita, bukan berduka seperti ini. Keparat-keparat itu memang tau betul memilih waktu yang tepat untuk membunuh.
"Sergio, waktu kita mungkin tidak banyak. Kali ini tidak sama dengan yang sudah-sudah. Para polisi menjadi semakin brutal dan tidak segan-segan membunuh. Aku sedang menunggu instruksimu." Julio melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.
"Selamatkan aset-aset penting terutama yang ada di El Salvador," Jawab Sergio sambil berhenti di sebuah meja untuk meneguk anggur merah.
"Bagaimana dengan yang ada di ruang bawah tanah? Jika mereka menggeledah tempat ini—"
"Aku sudah lebih dulu memindahkannya, ikuti saja instruksiku. Aset yang ada di El Salvador itu lebih penting."
"Lab kokain yang—"
"Ledakkan saja dan ungsikan semua buruh. Habisi siapapun yang membantu Licarde. Istri-istrinya, pelacurnya, apa saja yang dia miliki, bahkan ternaknya sekalipun. Jangan sampai ada yang tersisa. Kau mengerti?"
Julio mengangguk sebelum bergegas untuk melakukan tugasnya.
"Julio," Panggil Sergio, orang yang dipanggil pun kembali berbalik untuk mendengarkan."Siapkan jet untukku, dan untukmu sendiri. Kita akan pergi jika situasi semakin memburuk."
"Kau akan pergi? Kemana? Aku akan ikut—"
"Akan lebih baik jika kita tidak saling mengetahui keberadaan satu sama lain," Sergio menatap bola mata Julio tajam dan dingin.
Sekali lagi Julio mengangguk sebelum benar-benar pergi. Menggenggam gelasnya kuat-kuat, Sergio menandaskan anggur yang tersisa dengan gerakan cepat.
Mungkin kemarin Sergio Leonelle masih bisa tenang menghadapi kematian Rodolfo. Namun hari ini, setelah mengetahui pelakunya, ia murka bukan main. Dengan rahang mengeras dan sorot mata yang tajam, langkahnya bergerak menuruni ruang bawah tanah. Dua pengawal mengikutinya di belakang. Lampu remang-remang dan dua orang pria yang terikat di kursi menyambut kedatangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFFAIR
RomanceLeonelle #1 | Sergio Leonelle dikenal sebagai seorang bandar narkoba yang sedang diintai oleh polisi. Dan sebagai salah satu agen yang ditugaskan dalam misi tersebut, Nala akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang dia inginkan yaitu m...
