Sergio bersandar di ranjang sementara Nala bersandar di dada bidangnya yang telanjang. Jam sudah menunjukkan angka 03.00 dini hari dan mereka masih tidak bisa tidur.
"Bagaimana perasaanmu?"
"I'm fine."
Kemudian hening kembali. Sepulang dari Barcelona, keduanya memang lebih banyak diam. Nala tidak mau membuka obrolan tentang Leera sebelum Sergio yang melakukannya sendiri. Dan dari gelagatnya, pria itu tidak akan membahasnya sama sekali.
"Apa kau mau makan? Tadi Kelly mampir dan bawa pasta. Aku menyimpannya di dalam kulkas. Tinggal di panaskan saja kalau mau." Nala mendongak ke wajah Sergio.
"Kau lapar?"
"Tidak, aku sudah makan."
"Let's do something else then."
"Apa?" Tanya Nala. Setelahnya Sergio turun dari tempat tidur lalu mengulurkan tangannya pada Nala. Nala bingung walaupun menyambut uluran tangan itu.
"Aku ingin berdansa denganmu." Kata Sergio.
"Tanpa musik?"
Dia mengaitkan jemarinya di jemari Nala, meletakkan lengan kiri wanita itu di bahunya sementara tangannya yang bebas diletakkan dipinggang Nala. Dia menarik Nala lebih dekat hingga tubuh mereka menempel dengan wajah hanya terpisah dua inch saja.
"Tidak perlu pakai musik."
"Kau sungguh orang yang tidak terduga," Kata Nala sambil tertawa."Kenapa kau tiba-tiba ingin berdansa? Di tengah malam pula."
"Memangnya tidak boleh?"
"Apa kau pernah berdansa sebelumnya?"
"Tidak," Dia menggeleng. Dan mereka berdansa dengan gerakan pelan ditengah malam yang sunyi ini."Karena itu aku ingin mencobanya denganmu."
"Apa tidak ada yang cukup cantik?"
"Yang tercantik sedang berdansa denganku sekarang." Senyum tipis Sergio membuat pipi Nala merona.
Nala berputar di bawah lengan Sergio yang berotot kemudian kembali menempel padanya. Ia suka berada sedekat ini dengannya, menatap mata indahnya, dan mencium aroma tubuhnya.
"Aku penasaran dengan kehidupan SHS mu," Kata Nala sambil terus menatap bola mata coklat tersebut."Apa kau ikut prom?"
"Tidak."
"Bisa-bisanya kau melewatkan prom," Nala menggeleng-gelengkan kepalanya."Lalu apa yang kau lakukan saat semua teman-temanmu berpesta malam itu?"
Sergio mencoba menggali sedikit momen-momen di masa lalunya."Menonton MMA bersama John dan Andrès."
"Kalau naksir perempuan, pernah?"
"Pernah."
"Seperti apa wanita yang kau taksir itu?" Nala mendadak tidak suka. Wajahnya seketika berubah cemberut.
"Biasa saja."
"Kalau aku bagaimana? Menurutmu aku seperti apa? Cantik atau biasa saja juga?"
"Sedikit lebih cantik dari dia."
"Hanya sedikit?"
Sergio mengangguk sembari mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang Nala.
"Aku tidak mau berdansa lagi." Nala mendorong pelan tubuh Sergio tapi pria itu malah menariknya semakin dekat.
"Yang tercantik sedang bersamaku, apa lagi masalahnya?" Decak Sergio malas.
"Lain kali belajarlah untuk berbohong sesekali, terlalu jujur itu tidak bagus." Ketus Nala kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFFAIR
RomanceLeonelle #1 | Sergio Leonelle dikenal sebagai seorang bandar narkoba yang sedang diintai oleh polisi. Dan sebagai salah satu agen yang ditugaskan dalam misi tersebut, Nala akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang dia inginkan yaitu m...
