"Kalau Tante memang malaikat penjaganya Tante Anya, kenapa Tante nggak bantuin Tante Anya ?" tukas Alceena tanpa basa-basi. Dia nggak tahu Mama dan Papanya masih belum pulih dari shock saat wanita cantik yang berdiri di hadapan mereka ini memperkenalkan diri sebagai malaikat.
"Lagian, darimana kita bisa tahu kalau Tante ini beneran malaikat ? Bukannya malaikat itu ada sayapnya ya ? Masak malaikat pake baju kurang bahan gini sih ?" tambah Alceena.
Ian dan Michael semakin shock melihat keberanian Alceena mengkonfrontasi Raguel.
"Minta dipaketin langsung ke neraka kayaknya si Alceena ini...." bisik Ara di telinga Yuta.
"Ssssttt !!! Kalo si Tante Malaikat denger, bisa-bisa kamu juga dipaketin ke sana...." balas Yuta.
"Ciieee.... Khawatir ya ???" goda Ara sambil menusuk-nusuk pipi Yuta dengan telunjuknya.
"Diem ya Ara.... Bercandanya nanti aja..."
Ara menurut. Yuta dengan mode galaknya membuat nyali Ara ciut.
"Yonathan kan ? Yonathan Grey ?" Raguel menunjuk ke arah Yuta.
Merasa nama aslinya di sebut, Yuta mendongakkan kepalanya dan menatap Raguel dengan penasaran.
"Tante Malaikat tahu saya ?"
Raguel mengangguk. "Tentu saja. Tidak ada yang tidak aku ketahui."
"Jadi....." suara berat Johnny menginterupsi. Membuat semua orang menoleh kepadanya.
"Bisa jelaskan apa yang sebenarnya Anya sembunyikan di tempat ini ?" lanjut Johnny.
"The famous Johnny Seo....." Raguel tersenyum lebar. "Glad to see you survive.... Semoga di kehidupan ini, kamu bisa berumur lebih panjang...."
Giliran Johnny yang shock.
Berumur panjang ?
Maksudnya ?
Umurnya pendek begitu ?
Dia akan mati muda ?
Hell no...
"Baiklah...." Raguel menepuk tangannya sekali agar fokus semua orang kembali padanya kemudian melipat kedua tangannya di depan dada. "Sebelum semuanya semakin rumit.... Aku akan menjawab pertanyaan kalian semua satu persatu."
Raguel menatap Alceena. "Shin Alceena. Dari mana kamu tahu malaikat itu punya sayap ? Kamu pernah bertemu dengan salah satunya ? Maksudku, sebelum hari ini tentu saja...."
Alceena menggelengkan kepalanya.
"Apa yang kalian tahu tentang malaikat itu hanyalah perwujudan dari imajinasi dari manusia belaka. Kami bisa menggunakan wujud apa saja untuk menyampaikan pesan Yang Maha Kuasa pada ciptaan-Nya yang paling berharga. Manusia. Bukankah wujud asli kami tidak lebih penting dari isi pesan yang harus kami sampaikan kepada kalian ?" Raguel tersenyum sambil memiringkan kepalanya.
"Dan ya... Aku memang malaikat penjaga Zefanya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Zefanya. Dia.... sedang dalam masa penghukuman..."
"Hukuman ? Hukuman apa ?" tanya Michael.
"Kita belum sampai pada pertanyaan itu, Shin Michael. Nanti. Aku akan menjawabnya nanti...."
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVEN UNKNOWN
FanfictionJatuh cinta itu hal biasa. Lantas bagaimana jika orang yang kau cintai bukanlah seseorang yang kau pikirkan selama ini? Bagaimana bila seseorang yang kamu cintai mendadak memiliki rahasia tergelap? Rahasia yang jauh menembus nalar mu. Rahasia yang...
