"Berhenti memandanginya kalau kau hanya akan kembali bersembunyi saat dia terbangun nanti, Azazel...." cetus Gabriel saat menemukan Azazel tidak beranjak dari kamar tempat Anya beristirahat.
"Aku hanya menjaganya, Gabriel. Setelah saatnya tiba, aku akan mengambilnya." jawab Azazel. Dia memiringkan kepala menatap Gabriel yang tampak sedikit berbeda.
"Bagaimana rasanya mendapatkan kekuatanmu kembali?" tanya Azazel.
Gabriel mendengus keras. Dia masih menyimpan amarah karena Anya telah menipunya. Dia hampir menghancurkan leher Anya saat itu. Azazel yang mencegahnya. Meskipun Gabriel murka, dia harus bisa memainkan kartunya dengan baik.
"Aku masih tidak percaya dia menipuku."
"Dia tidak menipumu. Dia hanya tidak mengatakan semuanya padamu. Dan disitulah, letak kesalahanmu." sahut Azazel sambil menyeringai. Dia bergerak dengan cepat. Dalam sepersekian detik, Azazel sudah berdiri di samping Gabriel.
"Seharusnya, sejak awal kau meminta dia untuk mengatakan yang sebenarnya. Ancaman yang kau berikan sama sekali tidak mempengaruhi Zefanya. Dia pikir, kau hanya menggertaknya."
"Apa maksudmu, Azazel?"
Azazel kembali menghilang dari samping Gabriel. Dia muncul kembali, tidak sampai sedetik, di samping tempat tidur Anya.
"Kau mengancam Zefanya akan membunuh kekasih dan keluarga Arnault yang selama ini melindunginya kan? Kenapa kau tidak menceritakan yang sebenarnya. Bahwa kau sudah menyingkirkan mereka semua. Kau takut dia memilih untuk melawanmu? Zefanya itu istimewa, Gabriel. Kau pasti menyadarinya saat dia terjun ke laut."
Gabriel mengepal erat kedua tangannya.
"Fufufufuuu..... Gabriel.... Kesayanganku.... Kau pasti bertanya-tanya kan? Kenapa Zefanya masih bisa mengendalikan lautan? Kenapa Zefanya masih memiliki kekuatannya sementara kau tidak? Kesayangan-Nya sudah berubah Gabriel. Posisimu di mata-Nya sama seperti aku. Mahluk yang terbuang."
Azazel kembali berpindah tempat dengan satu kedipan mata. Kali ini dia berdiri di belakang Gabriel.
"Bagaimana kalau aku bilang, ini semua sudah menjadi rencana-Nya? Dia membuatmu berpikir bahwa kalian dihukum dengan hukuman yang sama. Tapi sebenarnya, hanya kaulah yang menderita. Hanya kau, Gabriel."
"Gabriel..... Gabriel..... Karena aku kasihan padamu, aku akan memberi tahu satu rahasia menarik. Keluarga Arnault yang menurut anak buahmu sudah mati, itu semua bohong. Mereka masih hidup, Gabriel. Ada yang menukar tubuh mereka dengan tubuh orang lain."
"Jangan marahi anak buahmu. Mereka sudah melakukan semua yang kau perintahkan pada mereka. Ada yang mengacaukan rencanamu, Gabriel. Salah satu saudaramu. Mereka yang mengacaukan rencanamu, sekali lagi. Apa kau akan diam saja?"
"Siapa ? Siapa yang melakukannya ?" tanya Gabriel geram.
Azazel terkekeh. "Bukan seperti itu cara bermainnya, Gabriel. Aku hanya akan memberikan sedikit petunjuk. Tugasmu, menyusun satu per satu potongan puzzle sampai terlihat gambaran besarnya"
Sebelum meninggalkan Gabriel, Azazel membisikkan sesuatu di telinga Gabriel. "Pikirkanlah, siapa yang dulu menggagalkan rencanamu? Dia juga yang melakukannya sekarang. Cari dia. Sebelum semua saudaramu keluar dari persembunyian mereka dan mengejarmu. Dengan kekuatanmu sekarang, kau bukan tandingan mereka"
Gabriel menggeram marah. Dia menghubungi Jordan lewat telepon selulernya.
"Keluarga Arnault belum mati. Cari mereka sampai dapat, meskipun kau harus merangkak di dalam lubang tikus. CARI MEREKA HIDUP ATAU MATI !!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVEN UNKNOWN
Fiksi PenggemarJatuh cinta itu hal biasa. Lantas bagaimana jika orang yang kau cintai bukanlah seseorang yang kau pikirkan selama ini? Bagaimana bila seseorang yang kamu cintai mendadak memiliki rahasia tergelap? Rahasia yang jauh menembus nalar mu. Rahasia yang...
