Candice mengerutkan dahi saat membaca laporan penggunaan kartu kredit Yonathan yang saat ini sedang dipegang olehnya. Dia pikir saat dia pulang ke New York, dia akan menemukan Yonathan tidur dengan salah satu jalangnya di mansion Grey.
Ternyata salah besar.
Menurut kepala pelayan, Yonathan sudah lebih dari tiga minggu tidak pulang ke mansion. Bahkan dia juga tidak ada di apartement pribadinya di Manahattan atau mengunjungi rumah lama ibunya di Osaka.
Sangat mencurigakan.
Biasanya pemuda itu bersama dengan teman-temannya akan menghambur-hamburkan uangnya di club-club malam mahal di New York, Las Vegas sampai ke Macau. Bermain judi dan meniduri wanita manapun yang bisa mereka bayar.
Tapi kali ini, satu-satunya pengeluaran pemuda itu hanyalah sebuah hotel murah di pinggiran kota Jakarta, Indonesia.
Apa gerangan yang dilakukan oleh calon anak tirinya itu di sana ? Pantas saja David Grey mencak-mencak tak karuan. Saat dia sedang mengumpulkan kekuatan dan kekuasaan, anak tiri kesayangannya itu sepertinya sedang merencanakan sesuatu.
"Interesting...." gumam Candice. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Siapkan jet di bandara sekarang. Kita akan berangkat ke Jakarta hari ini juga. Dan tempatkan anggotamu di rumah keluarga Trey Rothschild dan Jeffrey Hilton. Laporkan apakah Yonathan bersama dengan dua berandal itu atau tidak...."
Setelah Candice mengakhiri panggilan teleponnya, dia melemparkan dokumen yang tadi dia baca ke atas meja. Dia mengulum senyumnya.
"Well... well.... Yonathan Grey.... Let see... what you've been hiding in there..."
💎💎💎💎💎💎💎
Ara tidak berhenti mengumpat dalam hatinya sejak pertama kali dia bertemu dengan seseorang yang dikenalkan oleh Yuta sebagai sahabat baik Johnny dan Alceena.
Namanya Tendra.
Ara melakukan background searching untuk menemukan identitas lengkap seorang Tendra Wijaya. Pria keturunan China-Surabaya-Thailand itu sebelas dua belas dengan Alceena. Hanya saja, kekayaan keluarga Tendra berasal dari bisnis kuliner keluarganya. Bisnis keluarganya mencakup restoran fine dining, puluhan pujasera, pemegang franchise beberapa gerai junk food ternama sampai memproduksi bumbu masakan instan yang dipasarkan sampai ke luar negeri.
Ara mendecih begitu dia selesai membaca latar belakang Tendra. Pantas saja kelakuaannya aneh, sejak kecil dia berendam dalam lautan micin.
Coba kalian bayangkan....
Sejak dia tiba di bunker, si manusia aneh bernama Tendra ini dengan santainya mondar-mandir hanya mengenakan celana tanpa atasan. Keperawanan mata Ara jadi ternoda. Nggak cuma Ara yang merasa jengah, si duo J-Jerome dan Jamie- juga merasa terganggu dengan kelakuan semprul si Tendra di bunker.
Lihat saja sekarang. Dia sedang asyik berkreasi membuat garnish untuk soto ayam kuah tom yam. Menghabiskan setengah plastik tomat dan cabai hanya untuk membuat menghiasi makanan yang sebentar lagi akan bertransformasi menjadi feses di dalam perut Ara.
Ara nggak mengerti jalan pikiran orang berduit macam Tendra itu. Dia pikir Alceena sudah aneh, ternyata masih ada lagi yang lebih aneh.
Well, dia sudah lama bergaul dengan Yuta, harusnya dia sudah terbiasa. Tapi entah kenapa, dari semua orang kaya gila yang pernah ditemui oleh Ara, hanya tingkah Yuta yang masih bisa ditolerir oleh Ara.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVEN UNKNOWN
FanfictionJatuh cinta itu hal biasa. Lantas bagaimana jika orang yang kau cintai bukanlah seseorang yang kau pikirkan selama ini? Bagaimana bila seseorang yang kamu cintai mendadak memiliki rahasia tergelap? Rahasia yang jauh menembus nalar mu. Rahasia yang...
