Aiden- The Covenant's Guardian

35 5 2
                                        

Warning : some parts might content something that uncomfortable to read or imagine.








Aiden menutup buku kuno tebal yang akhir-akhir ini menemani hari-harinya. Perasaanya sepanjang hari tidak nyaman. Dia beranjak bangkit dari kursi kerjanya, meletakkan buku yang masih terbuka di atas meja kemudian berjalan keluar dari ruangannya. Dia menyusuri lorong kecil yang dibatasi oleh dinding-dinding batu. Melewati beberapa anak tangga yang menuntun Aiden sampai dia tiba di depan ruangan yang ditutupi tirai berwarna ungu tua.


Aiden menghela napas panjang. Dia menoleh ke samping. Menatap sedih dua ekor burung merpati yang berada di dalam sangkar. Kemudian Aiden mengulurkan tangannya, membuka pintu kandang dan mengambil salah satu burung merpati dari sana. Aiden memutar tubuhnya, membawa burung tersebut ke bagian yang lain dari ruangan tersebut. Dia berhenti tepat di depan sebuah meja kayu dengan cawan dari emas serta pisau besi di sampingnya.


Aiden mengambil pisau besi itu. Dalam satu gerakan yang cepat, dia memotong leher burung merpati dan menuangkan darah yang mengalir ke dalam cawan emas. Setelah dirasa cukup, Aiden mengambil meletakkan bangkai burung merpati ke atas meja lalu meraih cawan emas. Aiden berjalan kembali ke depan tirai ungu lalu memercikkan darah burung merpati ke atas tirai tersebut.


Tirai penutup itu tersibak. Aiden melangkah kembali dan berhenti di depan tirai yang lain. Tirai berwarna merah darah. Aiden melakukan hal yang sama. Memercikkan darah burung merpati ke atas tirai pembatas tersebut. Tirai merah darah itu pun tersibak. Dari tempat Aiden berdiri dia bisa melihat bilik yang lain yang dibatasi oleh tirai berwarna putih. Tapi Aiden tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Dia meletakkan cawan emas yang dia pegang dan menatap lurus ke arah sebuah benda yang terletak di dalam ruangan tersebut.


Bilik terdalam dari ruangan tersebut adalah Ruang Maha Suci. Tidak ada yang bisa masuk begitu saja di dalamnya. Termasuk Aiden. Dia harus berpuasa tiga hari tiga malam untuk menyucikan dirinya sebelum bisa melangkah masuk ke dalam Ruang Maha Suci tersebut. Ritual yang diajarkan oleh para penjaga sebelum Aiden. Baik manusia biasa maupun mahluk berdosa lainnya bisa langsung lenyap bila menapakkan kakinya ke depan tirai berwarna ungu tua. Aiden dan nenek moyangnya diberikan keistimewaan. Dengan korban darah, mereka bisa berdiri dengan selamat sampai di Ruang Suci, ruangan yang di batasi dengan tirai berwarna merah tua. Tapi tidak demikian dengan Ruang Maha Suci.


Di dalam Ruang Maha Suci itu, terdapat sebuah peti dari kayu penaga yang disalut dengan emas murni. Di dalam peti tersebut berisi benda-benda kudus yang dijaga oleh Aiden dan nenek moyangnya secara turun temurun. Benda-benda kudus itu merupakan tanda kehadiran Yang Maha Kuasa dalam kehidupan manusia. Beberapa abad kemudian, seorang Ksatria Abadi datang, dan meminta nenek moyang Aiden untuk menambahkan sesuatu di sana.


Ya.....


Ksatria Abadi itu adalah Zefanya. Menitipkan potongan kristal kekuatan milik Gabriel untuk disimpan oleh nenek moyang Aiden di dalam peti tersebut.


Perasaan tidak nyaman kembali menyelimuti Aiden. Entah itu hanya perasaanya saja, tetapi Aiden merasakan panas yang tidak biasa menguar dari dalam Ruang Maha Suci. Dia kemudian bergegas untuk meninggalkan ruangan suci itu. Setelah membasuh tangan dan wajahnya serta mengganti pakaiannya, Aiden kembali ke ruang kerjanya. Namun langkahnya berhenti saat dia melihat siapa yang berdiri membelakanginya saat ini.


"Michael ?"


💎💎💎💎💎💎💎


Alceena, Ara dan Johnny berdiri dalam radius beberapa meter dari posisi Yuta. Anak tiri David Grey itu sedang menanyakan arah kepada salah satu penduduk setempat yang mereka temui. Keahlian berbahasa Yuta akhirnya berguna juga. Penduduk Zermatt berbicara dengan bahasa Jerman. Meskipun dia tidak begitu menguasai bahasa tersebut, tapi jika untuk bertanya arah agar mereka tidak berputar-putar terlalu lama di kota itu, Yuta bisa melakukannya.


 SEVEN UNKNOWNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang