10. Sifa Angelin

2K 65 0
                                        

Derren baru saja sampai di rumah Sifa sekitar jam sembilan malam. “Makasih.” ucap Sifa setelah turun dari motor Derren, dan Derren balas mengangguk lalu mengulas senyum.

“Lo hari ini kerja?” tanya Derren.

“iya.”

“Gue anterin ya?"

“Ogah!” jawab Sifa ketus.

“Lo masih marah ke gue gara-gara tadi?” tanya Derren

“Menurut lo? punya otak kan? mikirr. Lo lancang tiba-tiba cium gue kaya gitu, lo ga ada hak!”

“Lo pikir setelah lo nolongin gue tadi gue bakal lupain semuanya? Enggak.” ujar Sifa membuat Derren terdiam. Apa dirinya benar-benar keterlaluan saat mencium pipi Sifa tadi?

“Gue minta maaf.” ucap Derren dengan turun dari motornya.

“Pulang sana.” usir Sifa.

“Maafin gue dulu.” ucap Derren dengan menatap mata Sifa.

“Gue bilang enggak ya eng-”

“SIFA!” suara pria paruh baya memanggil nya dari gerbang rumah Sifa membuat Derren terkejut begitupun dengan Sifa.

Laki-laki dengan penampilan seperti preman dan membawa botol anggur di tangan nya itu menghampiri Sifa, “Minta uang.” todong Pria itu dengan enteng nya membuat Derren mengernyit bingung.

“Maaf Anda siapa ya?” tanya Derren.

“Elo yang siapa bocah ingusan?” tanya orang itu balik membuat Derren menatapnya dingin.

“Yah, udah. Ini temen Sifa, Sifa minta maaf Yah, uang Sifa udah habis buat bayar kontrakan rumah hari ini.” ucap Sifa.

“Yah? Ayah maksudnya? ini Ayah lo?" tanya Derren tak percaya dan Sifa hanya mengangguk.

PLAK

Laki-laki itu menampar Sifa membuat Sifa tertoleh ke samping dengan memegangi pipi nya yang terasa kebas itu, Derren yang melihat itu pun ikut terkejut.

“GAUSAH BANYAK ALASAN, CEPET KASIH GUE DUIT!” bentak Ayah Sifa.

“Yah, Ayah kenapa sih, Sifa bener-bener engga ada uang Yah. Ayah juga ga kerja, pekerjaan Ayah cuma mabuk sama judi sedangkan Sifa buat makan aja harus kerja dulu, Ayah udah gapernah pulang sekalinya pulang cuma minta uang, Sifa capek sama kelakuan Ayah.” ucap Sifa tanpa bisa menahan air matanya yang memaksa keluar.

PLAK

lagi-lagi Sifa di tampar dan Sifa hanya sanggup memegangi pipinya yang perih itu tanpa bisa melawan, ia sudah biasa, namun tetap saja rasanya masih sakit.

“BERANI LO SAMA GUE HAH? GA INGET SIAPA YANG RAWAT LO DARI KECIL? KALO NGGAK ADA GUE LO UDAH MATI ANAK SIALAN! NGGAK BERGUNA LO!” bentak ayah Sifa.

Tanpa bisa di cegah akhirnya Ayah Sifa mendapatkan pelajaran dari Derren membuat Sifa kaget setengah mati melihat apa yang Derren lakukan.

“DERREN!” teriak Sifa panik saat cowok itu memukuli ayah nya. Derren marah, sangat marah.

“ANDA YANG TIDAK BERGUNA!! LEBIH BAIK DIA MATI DARIPADA HIDUP TAPI HARUS MENGHADAPI KEJAMNYA DUNIA. ANDA HARUSNYA BERSYUKUR MEMPUNYAI ANAK SEPERTI DIA, DIA MANDIRI. ANDA TAU, DI SAAT SEMUA REMAJA SEUSIANYA SIBUK BELAJAR, BERMAIN DAN MENIKMATI HIDUP, DIA MALAH BEKERJA UNTUK ANDA. DAN JUSTRU INI YANG ANDA LAKUKAN HEH! TAK TAU DIRI CIH..” Derren berdecih, Ia melawan ayah Sifa tanpa rasa takut.

“Bocah sialan! kalau gatau apa-apa lebih baik diam!” ujar Ayah Sifa.

“SAYA TAU SEMUANYA! SAYA TAU PEKERJAAN ANDA YANG HANYA KELUAR MASUK CLUB, MABUK-MABUKAN DAN BERMAIN PEREMPUAN. BAHKAN UANG YANG SELAMA INI ANAK ANDA CARI DENGAN TENAGA DAN KERINGAT NYA SENDIRI JUSTRU ANDA BERIKAN PADA JALANG-JALANG ITU. MANUSIA BIADAB!" Jawab Derren murka.

DERREN'S STORY {END} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang