25. Big Baby

1.9K 51 1
                                        

Derren pulang ke apartemen nya, ia lupa dengan janjinya pada Sifa yang mungkin sedang menunggu nya saat ini.

Tanpa berniat untuk duduk terlebih dahulu. Derren hanya meletakan laptop yang ia bawa di meja lalu melihat jam dinding yang menunjukan pukul 18.05. Tak mau berlama-lama ia segera bergegas ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya, dan berganti pakaian.

Setelahnya Derren keluar dari apartemen. Tujuannya adalah club malam, bertengkar tadi membuat otak nya pusing dan dia butuh minuman untuk menghilangkan beban pikirannya. Lelaki itu benar-benar melupakan Sifa.

••***••

Kaki yang terbalut jeans panjang itu membawanya masuk ke dalam club, Derren langsung duduk di meja bar. Otaknya masih bercabang karna keributan tadi membuat Derren memijat kepalanya yang pusing.


Pertengkaran dan cacian Ayahnya tentang kejadian tadi terus berputar di kepalanya bersamaan dengan musik-musik keras yang ada di club ini membuat telinga Derren berdengung.

"Vodka dua." pesan Derren yang langsung di siapkan oleh Rian. Sang penjaga Bartender itu.


Tangan Derren bergerak membuka botol minumannya yang sudah di siapkan oleh Rian, kemudian dia langsung meneguknya sampai habis bagai orang kehausan yang sudah berhari-hari tidak meminum air.

Seolah tak cukup sampai sana, Derren masih mengambil dan membuka botol satunya lagi untuk kembali meminumnya dengan seteguk-seteguk hingga matanya mulai meremang dan perlahan kesadaran nya mulai terenggut.

Beberapa pegawai Bar dan orang-orang yang sering datang ke tempat ini sudah tak asing dengan Derren. Banyak dari mereka yang sudah mengenal Derren. Derren adalah maniak Alkohol. Ia bisa meminum 5 sampai 12 botol alkohol dengan kadar paling tinggi sekalipun. Bahkan ketika ia sudah menghabiskan berbotol botol minuman alkohol itu, kesadaran nya tak akan sepenuhnya hilang. Seolah tubuhnya sudah kebal dan bersahabat lama dengan minuman itu.

Tenggorokan Derren masih menerima air alkohol yang mengalir menuju perutnya itu. Setelah menghabiskan 2 botol alkohol dalam sekejap, Kini ia meraih botol ketiganya.

Meminum Alkohol bagaikan meminum Marimas bagi Derren. Ia bisa meneguknya dengan lancar dan tenang seolah minuman itu tidak akan berefek apapun padanya. Derren masih meminum air kesukaan nya itu hingga satu tangan mencekalnya membuat Derren menoleh dan terkejut mendapati Sifa ada disini.

Kepala Derren menggeleng berusaha menyadarkan dirinya dan menghilangkan ilusi Sifa yang ada di depan nya secara tiba-tiba. siapa tau efek minuman Alkohol sudah mulai membuatnya mabuk hingga halusinasi. Namun sepertinya ia tak berhalusinasi saat ini, dan Sifa bukanlah ilusinya semata. Gadis itu benar Sifa yang berdiri nyata di hadapan nya dengan menatapnya datar. Mata cantik itu terlihat kecewa padanya, namun gurat marah di wajah Sifa juga mendominasi membuat Derren tak sanggup berbicara. Apa ia kepergok? Dan apa Sifa akan marah? Atau justru akan meminta putus? Ahh.... Memikirkan itu membuat Derren semakin stress saja rasanya. Jangan sampai Sifa pergi darinya. Tidak, siapapun asal jangan Sifa.


Padahal Derren kemarin sudah berjanji pada Sifa untuk tidak kembali mabuk-mabukan seperti ini dan akan berusaha untuk mulai menguranginya sedikit demi sedikit kebiasaan buruknya ini. Namun apa yang terjadi sekarang? Baru kemarin ia berjanji dan hari ini sudah mengulanginya lagi. Dasar Derren.

DERREN'S STORY {END} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang