18. Problem

2.2K 51 1
                                        

Di Pagi yang cerah ini langit menunjukan keindahan nya dengan memancarkan warna biru muda yang sangat terang dengan di barengi sinar matahari yang mulai menyapa membuat manusia di bumi jadi bersemangat untuk melakukan aktifitasnya.

Dan di pagi ini juga Sifa berangkat sekolah dengan naik ojek karna baru saja ia di omeli oleh Chila, dia bilang motornya di sita gegara ketauan ikut balapan. Entahlah, Chila yang salah malah ia yang di omeli.

"Dengan Mbak Sifa?"

Sifa yang sedang melamun jadi terkejut saat ada yang berbicara padanya, ternyata tukang ojek.

"Oh iya pak," jawab Sifa lalu naik ke atas motor ojek itu. "Ke SMA ELANG ya pak," ucapnya yang di angguki sang ojol.

Sifa memejamkan matanya menikmati semilir angin pagi hari yang belum banyak polusi itu.

BRUMM

BRUMM

TIN

TIN

Mendengar suara bising itu membuat Sifa membuka matanya, perasaan ini baru sampai gang rumahnya, masih belum ke jalan raya, tapi kenapa sudah ramai suara motor? Pikirnya. Namun saat Sifa menoleh, kebingungan nya pun terjawab. Ia melihat Derren di sebelahnya tengah menatap dirinya dengan tajam.

Tanpa aba-aba Derren langsung memotong jalan ojol itu dan menghadangnya, Derren melepas helm nya lalu turun menuju Sifa.

"Turun!" titahnya, Sifa pun segera turun.

"Siapa suruh boncengan sama cowo heh? lo juga genit banget! bonceng cewe orang sembarangan." Derren ngomel-ngomel pada Sifa dan sang ojol itu.

"Maaf mas, saya hanya bekerja." balas Ojol itu.

"Kerja ya kerja aja ngga usah boncengin cewe orang segala, modus kan lo! lo pasti-"

"Alfahri udah, aku boncengan sama ojol astaga, kan emang udah seharusnya kalo ojol ya boncengin penumpang, kamu gimana sih." Sifa melerai.

"Tetep aja dia cowo!" balas Derren tak mau kalah.

"Astaga Raja Derren Alfahri, segala ojol kamu cemburuin." kesal Sifa dan merogoh saku seragam nya untuk mengambil uang.

"Ini pa-"

"Nih!" Derren lebih dulu menyodorkan uang seratus ribu pada ojol itu "Makasih! lain kali jangan boncengin cewe orang!" lanjutnya masih tak terima.

"Terimakasih Mas." ucap Ojol itu lalu pergi

dari sana.

"Itu bapak ojol nya udah lumayan tua lo Al, kamu masih cemburu sama ojol?" tanya Sifa tak habis pikir.

"Dia cowo Ay!" Derren menatap sengit gadisnya.

"Ya cowo, tapi kan ojol nya cuma kerja."

"Lagian lo ngapain pake segala minta anterin cowo lain hah? kan ada gue, kenapa ngga nelpon aja?" ujar Derren.

"Itu ojol Sayang, bukan cowo lain sayangkuuu, Bayikuuu, Alfahrikuuu..." gemas Sifa ingin membuang Derren saja rasanya.

DERREN'S STORY {END} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang