Awal

2.7K 253 38
                                        

Suara sirine peringatan kebakaran itu terdengar nyaring hingga ke seluruh bagian rumah sakit. Mulai sekarang, aku akan memulai hidup baru.

Aku berjanji pada diri ku sendiri agar tidak menyusahkan orang lain.

Aku berjalan keluar dari rumah sakit seperti selebriti papan atas yang berada di acara red carpet. Nanami sudah menungguku di dalam mobil.

"Kau memang unik" Celetuk Nanami.

"Haha bisa aja, lalu mau kemana kita sekarang? "

"Kantor urusan sipil"

"Ngapain? "

"Bikin buku nikah, aku tidak mau nanti di tuduh penculik anak gadis"

"T-tapi....."

"Tenang saja, aku tahu maksudmu, pernikahan ini hanya akan bertahan selama 1 tahun Dan dalam 1 tahun aku tidak akan menyentuhmu dan membiayai seluruh kebutuhan mu, buku ini hanya akan menjadi bukti untuk para tetua bodoh itu" Jelas Nanami.

Aku hanya menangguk karena perjanjian itu tidak terlalu buruk karena untuk sementara waktu aku juga perlu rumah untuk berteduh.

"Oh ya, mulai besok kamu akan pindah sekolah di tempat mengajarku sebagai adik sepupu jauhku" Timpal Nanami.

Aku mengangguk. Saat membuat buku nikah aku memalsukan umurku karena umur minimal yang dibutuhkan untuk menikah adalah 18 tahun sedangkan aku masih 17 tahun.

Sesudah itu kami pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan dan beberapa keperluan bersama.

Kupikir menikah dengan om-om tidak seburuk yang kubayangkan.

Kami pulang ke apartment Nanami. Ia menunjukkan kamarku. Aku membutuhkan waktu 7 jam untuk merapihkan semua barang-barangku.

Setelah selesai aku pergi ke ruang tv dan melihat Nanami yang sedang memakan mochi sambil memperhatikan pekerjaannya di laptop.

Otak jahilku memberiku saran yang sangat bagus untuk menjahili om-om dingin itu. Aku mengambil cicak mainan dari tas ku.

Aku melempar 2 cicak kearah Nanami dan berhasil mengenai pundak dan telinganya. Ia terdiam sejenak lalu mengambil 2 cicak itu.

Aku kesal karena tidak berhasil menganggunya.

Aku mencoba banyak cara tapi tidak berhasil juga jadi yang terakhir aku harus mengandalkan diri sendiri. Aku berpura-pura mengendap-endap kearah Nanami untuk mengambil mochi nya.

Nanami menyadari dan langsung menyodorkan mochi itu kedekatku. Aku memakan beberapa mochi lalu kembali dengan gelas yang berisi air minum.

Aku berjalan pelan di belakang Nanami sambil mengintip laptop nya. Dia sedang membuat materi untuk besok.

Aku mendekatinya Dan pura-pura tertarik lalu byurr.

Aku dengan (tidak) sengaja menumpahkan air itu ke baju Nanami. Aku memgambil lap lalu mengelap baju putih yang Nanami kenakan.

Sesekali aku meniup telinganya agar dia merasa sedikit terganggu.

"Itsuki (name)!!! Tolong jangan menjahili ku, aku sedang bekerja tahu! " Protes Nanami kesal.

"Hehe aku bosan daripada aku tidur lebih baik aku menemanimu"

"Lebih baik kau tidur karena besok hari pertama mu sekolah di sma jujutsu"

"Tapi..... "

"Jika kau tidur sekarang, aku akan membelikan bento untuk mu" Tawar Nanami.

Aku langsung segera pergi ke kamar dan mencoba untuk tidur.

Halu with Nanami kentoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang