"apa kau yakin akan memakai baju itu? " Tanya Nanami memastikan.
(Name) memperhatikan kembali pakaiannya dari cermin panjang yang ada di kamar.
"Apa ada yang salah? " (Name) masih tidak mengerti apa yang dimaksud Nanami.
"Tidak,tidak,tidak, nyonya Nanami tidak boleh memakai baju murahan seperti itu "
"Wahhh bagaimana kamu tahu kalau aku beli ini di pasar loak "
"Hah? Apa uang yang Darius beri tak cukup untuk membeli baju yang layak? "
"Entahlah, aku tidak bertemu dia selama bertahun-tahun jadi- "
Tanpa banyak bicara lagi, Nanami langsung mengajak (Name) ke toko baju sebelum jalan-jalan.
Lebih tepatnya mereka pergi ke mall. Tentu saja, itu milik Nanami.
Toko Prada, Gucci, Channel, Zara, Balenciaga sampai Nevada sudah mereka datangi semua dan Nanami hampir membeli semua baju di setiap tokonya tapi untung saja berhasil dicegah oleh (Name).
"Sudah cukup! Kalau kebanyakan lemariku tidak akan cukup " ujar (Name).
"Lemari? Kau tidak butuh itu, kita memiliki banyak kamar yang bisa dijadikan dressroom di mansion " ucap Nanami santai.
Setelah drama yang cukup panjang, akhirnya Nanami dan (Name) berangkat untuk wisata kuliner.
Walau sudah sering mencobanya tapi (Name) tidak bosan dengan jajanan di pinggiran jalan Tokyo tersebut.
Jalanan Tokyo sangat ramai pada malam hari karena besok hari Minggu jadi mungkin banyak orang yang menikmati malam di tengah kota Tokyo ini terutama para remaja yang sedang berpacaran.
(Name) langsung menuju ke stan takoyaki.
Sudah lama juga ia tidak merasakan kenikmatan makanan khas Jepang yang ditaburi katsuobushi di atasnya.
Tak lupa, (name) juga membeli berbagai macam cemilan lain seperti mochi, dango, dan lain-lain.
Mereka juga pergi ke tempat karaoke.
Itu sangat menyenangkan.
Saat (Name) akan membeli Boba milk tea tiba-tiba seseorang dengan suara familiar itu menghampiri (Name).
"(N-name) " ucapnya tak percaya.
Pandangan si pemilik nama pun langsung tertuju ke sumber suara.
Ternyata itu Joe, ia sedang bersama seorang perempuan yang baru pertama kali (name) lihat.
Joe langsung memeluk (name).
"Ohhh my big baby " ucap (name) sambil mengusap-usap punggung kekar Joe.
Sebenarnya, Nanami agak cemburu dengan itu tapi karena Joe adik (name) jadi ia bisa memakluminya.
"Bagaimana kabar yang lain? "
"Mereka baik di pararaiha "
"Syukurlah, lalu dia..? " (Name) melirik perempuan dengan rambut bergelombang coklat itu.
"Ahh dia Annette, calon istriku " Joe berbicara sambil memandangi Annete dengan senyuman.
Kemudian Annette memberi salam pada (Name) juga Nanami.
"Jadi, kapan kalian akan menikah? " Tanya (Name).
"Seminggu lagi " Annette tersenyum.
"Apa kau yakin? " Tanya (Name).
Annette hanya menggangguk.
"Baiklah, selamat atas pernikahan kalian ya! "
Setelah berpamitan, Joe dan Annette beranjak pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halu with Nanami kento
FanfictionSetelah peristiwa buruk menimpa mu, kamu disuruh menikah dengan NANAMI!!?
