Maaf

947 93 4
                                        

"Untuk kali ini kalian sangat keterlaluan sialan! " (Name) kesal.

Keanu melepaskan ikatan (name).

"Aku padahal sudah menyiapkan ini! Kenapa kau tidak membaca nya? " Ace menunjuk kertas yang ia tulis untuk memberitahu (name) kalau Nanami datang.

(Name) menatap Ace datar.

"Kau pikir aku bisa? "

Ace menatap (name) dengan seksama.

"Ohhh maaf, aku melupakan itu! "

"Jadi, kenapa orang itu ke sini? "

"Dia menawarkan kerjasama tapi aku yakin tujuan utamanya adalah menemui mu " Hazel menyerahkan kertas tadi.

(Name) keluar dari ruangan tersebut untuk membaca kertas. Yang lain mengikuti.

Tak lama, (name) selesai membaca nya.

"Menurutmu ini asli? " (Name) memastikan.

"Kalau dia ingin menjebak kita, kita tinggal membalas 10× lipat bukan? Lagipula sumber bahan utama kan dari kita "

"Tapi tetap waspada, kita tidak bisa mempercayainya hanya karena dia Nanami kento " (Name) menasehati Hazel.

Hazel mengangguk.

_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Sudah 3 hari sejak kedatangan Nanami ke aogashima. Hari ini, (name), Joey, Charlotte, Kara dan Keanu harus pergi ke kota untuk berbelanja bahan makanan.

Charlotte pergi untuk membeli daging, Keanu membeli sayuran, Kara membeli camilan, Joey pergi membeli peluru dan senapan baru untuk di gudang.

Stok peluru mereka habis untuk menangkap ikan di pinggir pantai kemarin.

Lalu (name) pergi untuk membeli minuman. Dia pergi ke sebuah bar langganan Hazel. (Name) membeli beberapa tabung bir, 7 dus whiskey, 9 dus wine, sake dan vodka.

Ini masih siang tapi bar ini sangat ramai. (Name) tidak heran karena harga minuman disini memang lebih murah dari tempat lain.

Joey yang baru saja selesai membeli barang, membantu (name) mengangkut semua minuman ke bagasi jet mereka.

Charlotte dan Kara sudah kembali tapi Keanu belum jadi (name) memutuskan untuk menghampiri Keanu karena ia kira Keanu sedang di hambat oleh fans nya.

Jarak dari tempat parkir jet ke pasar sayur agak jauh. (name) bisa sampai dalam 10 menit dengan jalan kaki.

Ia juga menikmati jalanan kota yang ramai, dipenuhi oleh kehidupan. Ia memperhatikan benda-benda di sekitar secara mendetail.

Ia bahkan menyapa pohon dan kucing di jalan.

BRUK!

"Aduh! " (Name) mengaduh.

Ia terjatuh karena baru saja menabrak sesuatu yang besar dan keras di depannya.

"(Name) apa kau tak apa? "

Orang itu mengulurkan tangan untuk membantu (name) berdiri. (Name) meraih tangannya.

"Tak apa, terimakasih tu-"

Reflek (name) langsung ingin menjauhi orang itu. Orang itu menarik kerah belakang (name) dan membuat (name) terhenti.

"Tunggu! Kumohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, aku tidak ingin kesalah pahaman ini terjadi lebih lama lagi "

"Siapa ya? Gak kenal tuh " (Name) masih berpura-pura.

Halu with Nanami kentoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang