Pergi Lagi

1K 100 3
                                        

Drrrt.... Drrrt.....

Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.

Nanami terbangun. Ia juga membangunkan (name) untuk bersiap-siap sekolah.

Dengan rasa mengantuk yang tinggi (name) melangkahkan kaki menuju kamar mandi dengan malas. Ia mandi kemudian sarapan. (Name) mengemasi barang Val untuk dibawa ke penitipan anak.

Nanami melajukan Mobil nya agak kencang karena arah sekolah ke penitipan anak sangat berlawanan.

Setelah dari penitipan anak, mereka pergi ke sekolah.

Di sekolah, Nanami melakukan kegiatan mengajarnya seperti biasa. (Name) juga melakukan kegiatan belajar seperti biasa.

Hingga saat jam kelas terakhir, jam pelajaran matematika. (Name) lupa memgerjakan pr jadi Ia memutuskan untuk bolos saja. Ia ingin langsung pulang saja tapi sebelum itu Ia harus pergi ke tempat penitipan untuk menjemput Val.

Di tempat penitipan, (name) melihat Val sedang asyik bermain bersama teman seumurannya. (Name) tidak tahu pasti umur Val tapi seperti nya Ia sudah berumur 1 tahun lebih.

Awalnya, (name) tenang saja membiarkan Val main tapi lama kelamaan temannya berulah.

Dia melempar Val dengan mobil truk hingga membuat dahi Val lebam. Val tak mau kalah dan langsung membalasnya dengan melempar anak tersebut dengan mobil molen.

Terjadilah perkelahian anak kecil di tempat itu.

"AYOO VAL!! AKU MENDUKUNGMU, AKU AKAN MEMBERIKANMU BEBERAPA BISKUIT TAMBAHAN JIKA MENANG!!" (Name) menyemangati Val.

Dan benar saja, anak yang tadi memulai perkelahian pun menangis dan kalah.

Tapi sialnya, ibu dari si anak tersebut datang lalu mengambil anak nya dan memarahi Val. (Name) yang tak terima Val di marahi pun menghampiri mereka.

"Oi, wanita peyot sialan! Yang mulai melempar Val duluan itu dia, Val hanya membela diri" Ucap (name).

"Ohh jadi kau ibu dari anak preman ini? Pantas saja, buah tidak jatuh jatuh dari pohonnya" Ucap ibu itu.

"Cih! Kalah ya kalah, jangan memarahi Val karena anakmu yang mulai duluan"

"Cih! Memang kalau bocah sudah punya bocah itu jadi kurang ajar ya! Anak nya juga pasti hasil dari hubungan gelap" Sindir ibu tersebut.

"Tutup mulutmu atau kau akan masuk rumah sakit sebentar lagi! " (Name) kesal.

"Dasar bocah preman! "

(Name) sangat kesal mendengar ucapan itu. Ia ingin memukul orang itu tapi saat akan mendaratkan pukulan Ada seseorang yang menghentikannya.

"Sudah, sudah, kita pulang saja" Ajak Nanami.

"Pulang saja duluan, aku tidak akan pulang sebelum memberi nenek peyot ini pelajaran! "

"Huh, tolong ya pak istrinya dijaga! " Ibu itu langsung pergi setelah mengatakan itu.

(Name) terdiam. Ia juga pergi setelah ibu itu pergi. Nanami menyusul (name) dari belakang sambil menggendong Val.

"Ada apa denganmu hari ini? Kau terlihat lebih sensitif, pms? " Nanami memastikan.

(Name) tak memberikan respon. Nanami juga lebih memilih diam.

Dirumah, ada seorang wanita yang sedang menunggu di depan pintu rumah mereka.

"Aa Kento kun, Zoe, dan...? " Sapa Wanita itu.

"Dia wanitamu yang nomor berapa? " Tanya (name).

"Dia sepupuku, Nanami Momozono! " Jawab Nanami.

Nanami mempersilahkan Momo untuk masuk. (Name) membuatkan teh untuk nya.

"Maaf, kemarin aku ada urusan diluar kota secara mendadak jadi aku tidak sempat berbicara denganmu" Jelas Momo.

"Ahh tidak apa-apa dan ini (name), kau pasti sudah mendengar nya dari para tetua itu kan"

"Aku Nanami Momozono, yoroshiku! "

"Ha'i yoroshiku" Ucap (name).

"Jadi apa dia anak mu? " Tanya Nanami.

Momo mengangguk. (Name) menyerahkan Val maksudnya Zoe ke Momo.

(Name) dan Momo mengobrol sebentar baru setelah itu Momo pulang.

Setelah itu, (name) langsung mengurung diri kamar. Dia jadi lebih pendiam dari biasa nya. Nanami juga heran tapi Ia harus membaca surat kerjasama dari perusahaan lokal terlebih dahulu lalu ditanda tangani.

Satu jam kemudian......

Nanami selesai. Ia kemudian menikmati kopi sambil menikmati indahnya sinar bulan. Setelah selesai Nanami pergi ke kamar (name).

(Name) sedang menonton anime.

"Tumben kau jadi pendiam, apa kau tidak rela melepaskan Val? "

"...."

"Atau karena perkataan ibu-ibu tadi? "

"... "

Nanami mendekati (name). Ia tidur di belakang (name).

"Oh ayolah, kau aneh jika diam begini, apa kau ingin bayi? Atau ingin menghajar ibu-ibu tadi?"

"Aku bisa mencarikan ibu itu jika mau"

(Name) mematikan hpnya lalu menghadap Nanami.

"Aku hanya teringat masa lalu saja" Jawab (name).

Nanami langsung tahu kalau itu kenangan masa lalu yang menyedihkan.

"Ayo ke Paris" Ajak Nanami.

"Eh? " (Name) keheranan karena tiba-tiba Nanami mengajak nya pergi.

"Aku ada perjalanan bisnis Paris untuk 2 minggu" Jelas Nanami.

"Bisnis? Memang nya ada pertukaran guru ke Paris? " (Name) keheranan lagi.

Nanami menghela napas. Ia kemudian menjelaskan semuanya ke (name). Termasuk jika ia adalah ketua Burutaiga.

(Name) terdiam. Ia masih mencerna informasi yang baru Ia dapat.

"EHHH, KENAPA KAMU MENYEMBUNYIKAN HAL SEBESAR INI? " Teriak (name) yang langsung terbangun dari tempat tidur.

"Huh, aku sudah bilang padamu waktu itu tapi kamu tidak percaya"

(Name) tidur di tempat tidurnya, kembali seperti semula.

"Jadi berapa jumlah anggotamu saat ini?"

"Sekitar 124ribu orang"

"Lalu bagaimana dengan liburannya? Maksudku perjalanan bisnis"

Nanami menjelaskan detail tujuan perjalanan bisnisnya. (Name) langsung mengiyakan saja karena Nanami bilang akan mengajak (name) ke Disneyland di Paris juga.

Perjalanan akan di mulai lusa. Waktu itu cukup untuk (name) dan Nanami bersiap-siap dan mengemasi barang.

(Name) juga senang karena akhirnya Ia tak harus mengumpulkan tugas matematika dan kimia yang sudah ia tunda selama masuk di sekolah jujutsu.

Halu with Nanami kentoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang