Kisah Rahades Gema Lengkara
"Pertahananku hancur karena senyumanmu."
Rahades Gema Lengkara. Sosok otoriter di SMA Chircelion dan ketua dari Geng Skull Bulldog yang galak, kejam, dingin, egois, sombong bahkan semena-mena. Selain memiliki jabatan seor...
"Saya terima nikah dan kawinnya Sherly Ghantari binti Marga Ghantara dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 1 milyar rupiah dan emas 30 karat dibayar, tunai!"
Ditelinga Sherly suara Rahades seakan lenyap tergantikan oleh dentingan hujan deras yang terjadi di luar rumahnya. Hujan yang turun itu seakan menggantikan perasaan Sherly yang ingin menangis sekeras mungkin karena peristiwa yang menimpanya hari ini. Hidupnya akan berubah setelah ini, itulah yang terputar terus menerus seperti lagu di otaknya.
Bagaimana hubungannya dengan Reginal? Apakah dia akan menjadi seorang istri yang baik, atau bisakah ia bertahan hidup dengan sosok Rahades sebagai suaminya? Semesta memang selalu bercanda dengan dirinya.
Satu air matanya luruh saat mendengar suara semua orang mengatakan sah.
Ya, hidup barunya akan dimulai detik ini juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Marga berjalan mendekati Sherly yang terbengong di balkon kamarnya.
"Sherly.." Panggil Marga lembut.
Sherly tengah menahan tangisnya agar tidak terisak.
Ia juga tidak berbalik untuk melihat sang ayah. Ia hanya diam menunggu ucapan Marga selanjutnya.
"Maafin ayah," Ujar sang ayah menundukkan kepala merasa bersalah kepada putri sulungnya.
Pipi Sherly yang basah dengan air mata diusapnya dengan kasar. Ia pun melihat ke arah ayahnya dengan kecewa meliputi seluruh hatinya.
"Ayah dulu ngebolehin hubungan Sherly sama kak Regi, lalu kenapa bisa-bisanya Ayah nikahin Sherly sama orang kayak Rahades Yah?! Kenapa!" Teriak Sherly frustasi.
Ayahnya yang melihat hal itu langsung memeluk tubuh gadisnya erat. "Maaf, sayang.."
Sherly terisak kuat di dalam pelukan sang ayah tidak perduli dengan baju yang dikenakan ayahnya basah oleh air matanya.
"Gimana akhirnya Sherly sama Kak Regi nanti?" Isak Sherly.
Marga tau gadis kecilnya itu menolak keras pernikahan ini, tetapi ia hanya bisa mengikuti alur yang diberikan oleh tuhan untuk Sherly. "Maaf, sayang.." Hanya itu kata-kata yang bisa diucapkan oleh sang ayah kepada putrinya.
"Gimana Sherly harus jelasin ke Kak Regi? Sherly sayang sama dia, Sherly nggak mau sakitin hatinya, Yah." Lirih Sherly dengan isakannya.
Tidak disadari oleh kedua pasang ayah dan anak yang berpelukan di balkon ini kalau seseorang mendengar semua percakapan mereka dari pintu kamar.
"Beruntung lo, Gi. Bisa dicintai sama seorang perempuan yang tulus sayang sama lo."