15. KERIBETAN BERUJUNG PERKARA

1.8K 81 2
                                        

-RAHADES-

Tulus-Monokrom

15. KERIBETAN BERUJUNG PERKARA

"Lo lama amat, Bos?" Tanya Oscar melihat Hades turun dari tangga.

Rahades melihat ke arah pintu kamarnya yang berada di lantai dua. Semoga dia nggak ngeyel keluar kamar. Batin Hades. "Gapapa."

"Kenapa kita nggak boleh ke kamar lu, tadi?" Tanya Ardan sambil meminum jus buah yang di sediakan oleh Bi Marni tidak lama sebelumnya.

"Mulai sekarang, kamar gue ... keramat! Ga ada yang boleh masuk kesana, termasuk lo-lo pada!"

"Lah?! Gabisa main PS punya lo, lagi dong." Desah Oscar pelan.

"Ga! Kalau main ke rumah, sekarang kabarin gue dulu. Jangan nyelonong seenaknya!"

Mereka semua berdecak mendengarnya, kecuali Virgo yang malah menatap Hades dengan bibir yang tertarik tipis. Rahades hanya menghiraukan tatapan salah satu temannya itu.

"Jadi ke club, ga?" Tanya Virgo.

"Shutt... jangan ngomongin disini! Kita keluar!" Ujar Rahades mendorong ke tiga temannya untuk keluar rumah.

"Ada apaan sih?" Bingung Ardan.

"Ehm.. nyokap ada cctv. Berabe gue, sampai ketahuan main malam-malam."

"Bukannya biasanya gapapa?" Tanya Oscar.

"Udahlah, gaboleh Car. Jangan dibahas." Ucap Virgo. "Ya kan, Des?" Virgo menaik turunkan alisnya.

Rahades tersentak pelan. "Eh, i-iya."

"Yaudah kalau gitu, berangkat!" Ajak Ardan diikuti Oscar menyalakan motornya.

"Duluan aja! Ada yang kelupaan."

Rahades kembali masuk dan melihat bayangan Sherly berjalan di pekarangan belakang rumah. Sherly tengah berbincang dengan Bi Marni yang tengah menyapu halaman belakang. Rahades yang sampai di pintu berhenti untuk mendengar percakapan istrinya.

"Bi Marni, udah lama ya disini?"

"Iya, Non Sherly. Bi Marni udah bekerja disini dari Den Hades umur 5 tahun, loh."

"Oh, iya? Hmm... Ngomong-ngomong, jangan panggil Sherly kayak gitu, Bi. Panggil Sherly aja atau nak Sherly, boleh kok."

"Tapi kan, Non."

"Sherly. Gamau tau, harus panggil Sherly pokoknya. Ya?"

Bi Marni hanya tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Sherly. Bahkan, Rahades menarik bibirnya mendengar hal itu juga. "Lemot sih, tapi lumayan lah. Sopan." Lirihnya.

"Bi Marni disini kan dari Mas Hades masih kecil. Dulu gimana? Nakal ya, pasti!" Tanya Sherly semangat.

"Kalau penasaran tanyain orangnya langsung!"

Sherly berdecak melihat Rahades yang berjalan menghampirinya dan Bi Marni. "Kalau dari kamu, informasinya ga valid! Ya kan, Bi?"

"Lah, kok gitu. Gue tuh, dulu pendiem anaknya, tau!"

"Wluekk..! Gamungkin!" Ejek Sherly.

Rahades berdecak. "Gapercayaan amat sama suami."

Bi Marni tersenyum melihat kedua muda-mudi di depannya. "Emang bener, kok Sherly. Den Rahades dulu memang selalu diem, gapernah nakal malah anaknya."

Sherly melotot mendengar hal itu. "Wah, kacau! Bagaimana bisa sih, Bi? Dia tuh cerewetnya minta ampun, gampang marah lagi sama Sherly!"

"Berarti Den Hades sebenernya sayang, sama Sherly. Cerewetnya itu, jarang loh keluar." Sherly dan Rahades hanya menatap satu sama lain.

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang