-RAHADES-
42. Pemeriksaan kehamilan
"Sayang kamu siap?"
Sherly tersenyum manis menatap ke kaca mobil melihat ke arah Karina-Mama Beby. "Siap, tante." Jawabnya semangat.
"Beb, gue beneran salut sama lo. Selalu inget kalau gue sayang sama lo, ngerti!" Beby yang duduk di kursi samping kemudi menggenggam tangan Sherly erat.
"Iya, By. Aku tau banyak orang yang masih sayang sama aku, dan lagian sekarang sudah ada dia. Aku gamau terpuruk lagi." Ujar Sherly sembari mengelus perutnya.
Karina menatap keduanya dengan senyuman yang tak bisa di artikan. Ia sudah menganggap Sherly sebagai anaknya sendiri. Kenyataan yang baru ia ketahui tentang sahabat anaknya mulai dari pernihakan diam-diam bahkan kehamilan ini membuatnya cukup terkejut tapi Karina tidak ingin menyakiti gadis itu juga. Dengan keadaan berduka siapa yang mampu menerima bayi yang tak disangka-sangka oleh anak berumur 17 tahun ini. Karina beberapa kali meneteskan air matanya saat beberapa hari lalu, gadis itu meminta bantuannya perihal segala macam hal tentang melahirkan. Sakit baginya sebagai seorang ibu. Tidak memiliki siapapun di dunia ini untuk dijadikan sandarannya.
"Kalau begitu, yuk masuk. Kamu disini aja. Tunggu mobil!" Ajak perempuan berumur 40 tahunan itu.
"Tapi ma, Beby kan juga pengen lihat dedek bayinya." Rengek Beby.
"Nanti dikira aneh, By. Kalau ada anak-anak muda yang cari dokter kandungan." Jelas Karina tenang. "Lagian Mama kan Mamanya Sherly, dia pasti aman sama Mama. Ga kaya sama kamu."
"Emang aku ngapain, Ma?"
"Kamu kan ceroboh anaknya, Sherly butuh perlindungan dan pengertian dari orang tua bukan dari bocah ingusan kaya kamu."
"Dih, sok banget Mama. Udah sana masuk, males aku lihat wajah mama!" Dengus Beby. Sherly hanya tertawa.
Sherly dan Karina pergi dengan wajah yang sama-sama berseri. "Kamu beneran gapapa, kita check up di rumah sakit?"
Sherly mengangguk. "Iya Ma. Sherly sengaja memilih disini, karena dulu ... Almarhumah adik Sherly, Cheril lahir disini. Sherly mau merasakan semua yang dirasain Ibu Sherly dulu."
Karina merasa iba. Wanita itu menunduk. "Mama udah sering kali bilang ini ke kamu. Kamu punya Mama, dan Mama pasti lakuin apapun saat kamu butuh Mama. Dari hal kecil ataupun besar, Mama dan Papanya Beby siap di samping kamu. Inget itu ya, nak!"
Sherly terdiam mendengarkan kata-kata wanita di sampingnya ini. "Sherly seneng masih ada yang mau Sherly repotin." Ucapnya sambil terkekeh.
Keduanya tersenyum satu sama lain saat nama Sherly dipanggil oleh perawat disana untuk masuk ke ruangan.
"Dengan ananda Sherly Ghantari benar?" Tanya dokter kandungan menatap Sherly dengan senyuman.
"I-iya dok. Benar." Sherly menggenggam erat roknya. Merasa takut dan malu.
"Santai aja sama saya. Oh iya, saya Dokter Ria." Dokter itu memperkenalkan dirinya sembari membuka buku berwarna merah muda. Menulis sesuatu disana. " Setelah pemeriksaan tadi, kita tau usia kandungan kamu hampir 4 bulan 2 minggu. Dokter mau tanya. Sherly mengalami Morning sickness beberapa bulan pertama?"
Sherly menggelengkan kepalanya. "Nggak, Dok. Sebenarnya saya beberapa kali baca tentang itu, katanya saat awal kehamilan Morning sikcness itu hal biasa. Tapi saya belum merasakan itu sampai sekarang, mungkin tiba-tiba pusing."
"Syukur kalau belum."
"Apa mungkin dok kalau istri yang nggak mual-mual saat hamil yang merasakan itu suaminya? Saya beberapa kali liat di tiktok, Dok. Hehe.." Karina tertawa diikuti Dokter Ria yang tertawa pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAHADES
Teen FictionKisah Rahades Gema Lengkara "Pertahananku hancur karena senyumanmu." Rahades Gema Lengkara. Sosok otoriter di SMA Chircelion dan ketua dari Geng Skull Bulldog yang galak, kejam, dingin, egois, sombong bahkan semena-mena. Selain memiliki jabatan seor...
