41. Keeping you in mind

916 27 19
                                        

-RAHADES-


41. Keeping you in mind

"Saya gapernah meminta narkoba sebagai cara membubarkan anak-anak itu, Reginal. Kesepakatan kita tidak sejauh ini."

"Lalu apa? Om mau laporin Regi ke kantor polisi? Percuma karena yang membuat Om Marga kecelakaan itu Om, bukan Regi. Untuk menutupi bukti, bukan?" 

"Saya tidak bermaksut demikian."

"Tapi nyatanya Om lakuin, karena takut semuanya terbongkar. Saya gamau dengar apapun lagi dari anda, jangan pernah hubungi saya lagi!" Desis Reginal menutup telponnya sepihak.

*****

Tiga minggu sudah Rahades belum menemukan Sherly. Laki-laki itu mengupayakan segala cara namun tetap sia-sia. Setiap hari ia pergi ke sekolah dan berharap bahwa gadis itu akan muncul di sekolah. Sahabat-sahabatnya ikut muram karena mood Hades yang tidak baik akhir-akhir ini, ia selalu mengajak siapapun berantem hanya karena hal-hal kecil. Seperti saat ini, mereka sedang berada di uks karena Hades tadi ia menendang salah satu murid IPA karena menumpahkan Jus buah di bajunya. 

"Sakit Gar?" Tanya Oscar ikut merintih saat melihat lengan Hegar yang memerah.

"Pake nanya!" Kesal Hegar melirik ke arah Hades yang berada di pintu. Ia hanya menatapnya  dalam diam. "Temen lo ga waras sumpah." Lirihnya pelan.

"Emang lagi gila-gilanya, dia. Sorry ye!" Jawab Oscar terkekeh. 

Raksa mendorong lengan Hades. "Lo ga merasa bersalah apa?" 

Rahades menatapnya garang. "Gasengaja!" Ia lalu memilih pergi dari uks dan berdiri di depan. 

Mereka semua hanya memperhatikan gerak-gerik Rahades dari kaca. Virgo menggelengkan kepalanya jengah. "Sorry ya Gar, Lo tau kan Hades lagi kenapa."

"Udahlah santai aja. Btw, rumor itu beneran ya? Sherly keluar dari sekolah."

Raksa menempelkan lengannya di tempat Rahades tadi. "Pihak sekolah belum mengeluarkan surat karena Sherly gaada kabar. Kecuali Sherly yang ke sekolah dan bilang langsung kalau dia keluar." Jelas Raksa.

Hegar hanya mengangguk. "Kalian udah cari kemana-mana kelihatannya. Emang beneran gaada yang tau? Bakal berabe sih kalau beberapa bulan lagi kita lulus dengan atmosfer Chircelion yang serem kaya gini."

"Yah.. mau gimana, kalau kaya gini gaada yang bisa ganggu si Hades." hegar tak menjawab ucapan Virgo.

"Sialan gue masih merinding waktu semua meja kursi di kelas dibuat patah cuman gara-gara anak cewe ada yang berantem karena ganggu dia tidur."

"Temen lo ngeri juga." Mereka semua terdiam. Menyetujui perkataan Hegar.

Setelah meninggalkan Hegar untuk beristirahat di uks. Keempat laki-laki itu keluar dan mendapati Hades masih berdiri diam menatap ke arah lapangan. 

"Lo mau kita cari kemana lagi, Des? Kita pasti bantuin." Ucapan Virgo membuyarkan lamunan Hades. 

"Sudahlah, gue gue bisa usaha sendiri. Beby gamau ngomong dan Sherly gapengen di temuin juga. Gue udah pasrah."

"Kalau gitu, fokus ke Ujian Des. Bentar lagi penerimaan mahasiswa baru, dan kayanya lo harus lepasin jabatan sebagai ketua SKB secepatnya. Angkatan kita sudah cukup, biar mereka yang lanjutin." Raksa menunjuk Erios yang sedang bermain basket dengan teman-temannya.

Ardan tertawa kecil. "Gue gabayangin gimana jadinya SKB 10 cuman seanggota. Erios pasti gila-gilaan merecruit temen-temennya."

"Lo pada beneran jadiin Iyos ketua selanjutnya?" Tanya Virgo.

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang