58. Dihianati lagi

560 6 0
                                        

-Rahades-

"Perselingkuhan itu bukan kesalahan, tapi pilihan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Perselingkuhan itu bukan kesalahan, tapi pilihan. Tidak ada yang namanya ketidaksengajaan, karena kamu sadar telah mencari tempat selain di diri pasanganmu."

-Sherly Ghantari

58. Dihianati lagi

"Gimana, kondisi ponakan gue aman, kan, Sher?" Tanya Beby.

Sherly yang berjalan di samping sahabatnya itu menikmati es krim yang mereka beli di salah satu toko di dalam mall. Mereka berjalan melihat-lihat susunan barang yang terpajang rapi di kaca tiap-tiap toko.

"Iya, By. Kata Dokter dia sehat." Balas Sherly tersenyum.

"Jangan stres-stres ya bumil, biar dedeknya nggak ikutan stres."

Sherly tersenyum melihat Beby yang membelai perutnya. Ia merasa geli karena teringat Rahades yang setiap hari selalu melakukan hal yang sama.

"Ngomong-ngomong tumben Bang Hades nggak nganterin lo hari ini?"

"Tadi sih izinnya mau ke bengkel ketemu anak-anak," ujar Sherly. "Lagian, setelah kejadian seminggu yang lalu, Mas Hades jadi murung terus kalau di rumah."

"Yang lo ceritain ke gue soal Bang Raksa?" Beby terlihat berhati-hati saat berbicara. Ia tidak mau membuat sahabatnya berpikiran berlebihan.

Sherly mengangguk. "Aku mau Mas, nikmatin waktunya sama teman-teman dia." Tukasnya.

Beby hanya mengangguk paham, ia tak mau melanjutkan topik obrolan mereka.

"Gue cari kamar mandi dulu ya, kebelet nih. Lo jangan kemana-mana dulu!" tutur Beby yang berlari meninggalkan Sherly.

Sherly yang ditinggal kemudian bersandar pada besi menatap ke lantai bawah mall itu. Tatapannya tak berhenti melihat kesana kemari hingga dua sosok yang ia kenal duduk di salah satu cafe disana.

"Raksa, Kak Regi?" lirihnya. "Kenapa mereka bisa berdua?"

Tubuhnya tak bisa ia kendalikan, langkahnya membawanya turun. Ia memasuki cafe fancy bernuansa hijau gelap itu. Ia tidak seberani seperti awal ia memilih untuk turun, ia mendekat dengan hati-hati karena tidak ingin tertangkap dua orang yang i a kenal itu. Untungnya setiap kursi disana di sekat dengan papan berbentuk persegi yang cukup menutupinya untuk duduk tepat dibelakang Reginal dan Raksa.

"Gue bakal balikin hp ini, tapi, lo kasih tau kenapa Om Ares selalu rutin kirimin uang ke rekening lo." dengan nada yang datar Raksa mendesak Reginal.

Reginal tidak menanggapi Raksa awalnya. "Nggak ada untungnya buat lo tau hubungan gue sama Ares." Regi menjawab Raksa dengan tenang. "Lagian semua buktinya ada disana, dan lo nggak bisa buka password hpnya, iya kan?"

Raksa tau kalau ia melepas hp itu, bukti kejahatan Reginal akan hilang begitu saja. Hp yang ia ambil saat di sekolah, atau lebih tepatnya ia curi dari Reginal saat laki-laki itu bergulat dengan Rahades. Ia memanfaatkan kesempatan saat itu. "Gue tau lo butuh hpnya." pancing Raksa.

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang