-RAHADES-
36. Aron Darrel Rajastra
17.45
Tiga orang laki-laki tengah berkumpul di gerbang depan SMA Chircelion. Dengan gusar mereka memperhatikan sekitar tanpa berkedip. Bahkan salah satunya terus-terusan mondar-mandir kesana kemari. Tanpa berpikir kalau mereka sekarang menjadi pusat perhatian saat ini. Dengan seragam army tua yang sudah tak berbentuk, ada yang memakai kaos putih menanggalkan atasannya bahkan ada dasi yang hanya tertaut di saku celana.
Seragam army tua menjadi sorotan anak Chircelion yang baru keluar dari sekolah, karena itu adalah seragam dari SMA musuh, yaitu Regency Villae. SMA swasta milik Geng Revil.
"Bos, lo nggak salah kan? Bener nih, si Michel ada di sini?" Tanya saalah satu laki-laki dengan potongan rambut pendek. Nama haircutnya adalah Buzzcut. Gaya rambut yang marak di kalangan anak muda saat ini.
"Ga." Jawab temannya yang berbadan cukup athletis di lihat dari seragam yang sepertinya akan robek di bagian lengan kalau ia bergerak.
"Naren, balik aja yuk. Gue takut." Ujar cowok buzzcut tadi.
Temannya menepis pegangan tangannya tanpa menoleh sedikit pun.
Laki-laki yang berbadan bagus tiba-tiba berbalik ke arah teman-temannya. "Ren, bener lokasinya disini?" Tanyanya.
"Masih." Jawaban singkat laki-laki yang dipanggil Naren itu membuatnya mendengus pelan. "Masuk?"
"Ren, lo gila ya? kandang macan ege. Lo mau mati?"
Naren hanya melirik sekilah teman di sampingnya itu. Cerewet, pikirnya.
"Oke. Elio, lo disini!"
"Gila ya lu bos? Kalo ada apa-apa gue gimana?" Paniknya.
"Gue gabakal mati. Jagain mobilnya!"
Elio, cowok buzzcut itu hanya bisa melongo setelah temannya berjalan masuk tanpa mengatakan apapun lagi.
"Dasar dua iblis!" Dengan gerutuan Elio berjalan masuk ke dalam Rubicon merah yang terparkir cantik disana.
Sedangkan laki-laki tadi masuk berdua tanpa rasa takut sama sekali mengingat ini adalah sekolah musuhnya.
"Ren, lo timur gue ke barat! Cari sampai ketemu, dimanapun." Perintah yang terdengar otomatis membuat Naren memisahkan diri di koridor yang berlawanan. Sedangkan cowok athlestis tadi masih berjalan terus sambil menengok ke kelas-kelas yang hanya menyisakan anak-anak extra sedang latihan.
"Bangsat, itu cewek dimana." Geram laki-laki itu. Ia berjalan dengan tegas seakan tau tempat itu dengan jelas bahkan tanpa tersesat walaupun Chircelion itu cukup luas.
hampir 15 menit ia naik turun tangga. Hingga tinggal bagian kantin belakang yang belum ia jamah.
Ia berhenti tepat di kantin yang sudah kosong. Lurus tepat dimana matanya tertuju, disana ada ruangan yang menjadi tujuan akhirnya. Hingga sebuah suara gebrakan membuatnya terkejut tiba-tiba.
"Gue udah bilang jauhin Rades. Dasar bego! Otak lo tuh gunain!"
Laki-laki itu berlari masuk ke dalam ruangan dengan menendang pintu tertutup itu. Tepat disana perempuan yang ia cari berdiri menginjak seorang gadis kecil yang membuatnya makin kesal.
"Bangsat! Gue cariin juga."
Michel yang terkejut terlihat panik. "Aron? Lo ngapain disini?"
"Lo kira gue sudi kesini, cuman buat cari pelacur gila kayak lo. Hah?! Kalau bukan cewe lo abis, Chel." Ceramah laki-laki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAHADES
Novela JuvenilKisah Rahades Gema Lengkara "Pertahananku hancur karena senyumanmu." Rahades Gema Lengkara. Sosok otoriter di SMA Chircelion dan ketua dari Geng Skull Bulldog yang galak, kejam, dingin, egois, sombong bahkan semena-mena. Selain memiliki jabatan seor...
