62. Tak bisa untuk percaya

442 9 0
                                        

-Rahades-

Halo semuanya, ini penulis Prettyshyco

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Halo semuanya, ini penulis Prettyshyco.

Just want to say, semoga menikmati ceritanya dan selamat membaca.

Kalian bisa menemukan penulis di Instagram dan tt : @prettyshyco✨💛

Don't forget vote and comment di setiap paragraf ya, terimakasih atas perhatian kalian. [Di tunggu sebanyak-banyaknya]

_____

"Sekali memilih kembali pada seseorang yang ada di masalalu, tidak menjamin kalimat permintaan maaf menjadi tulus dan tak terjadi pengulangan."

-Virgo Adyatama

61. Tak bisa untuk percaya

"Alaya, gue harus balik, sudah lama gue disini dan Sherly pasti khawatir, ... Mau sampai kapan lo suruh gue temani lo?" tanyanya risau. "Kalau nggak, setidaknya balikin hp gue, Aya!"

"Lo udah janji disini sampai pagi kan, temani gue dan gue bakal hapus fotonya."

"Lo keterlaluan, Aya." desis Rahades yang masih duduk tegak di sofa. Menatap gusar pintu apartemen tengah malam itu.

"Lo nggak perlu khawatir, Sherly kan udah nggak perduli dengan lo." ucap Alaya yang memperhatikan Rahades.

"Nggak usah sok tau!" Rahades berdecak. Hatinya tak tenang. "Lo nggak pantas berpendapat tentang hubungan gue sama Sherly."

"Nyatanya setiap kali lo membutuhkan sandaran, siapa yang ada di samping lo? Kalau bukan gue ,siapa? Nggak ada, tuh, Sherly samperin lo!" terang Alaya keras. "Dimana dia waktu anxiety lo kumat setiap berantem sama bokap lo? Gue yang selalu ada kan,"

"Lo nggak tau kebenarannya!" Rahades mengeratkan Rahangnya. "Lo mending berhenti, Aya." peringatnya keras.

"Lo sadar nggak sih, Des. Jauh di lubuk hati lo, lo masih butuh gue."

Rahades sempat diam. Hatinya seperti berkata, apakah benar ia tak bisa melepaskan Alaya selama ini? Tapi kenapa saat sudah adanya Sherly ia masih berani berpikir bahwa ia masih bisa menemui Alaya lagi. Seperti ada sesuatu yang salah dengan dirinya sendiri. Ia tidak suka.

Rahades gusar. "Gue nggak butuh orang yang berani menjebak orang lain hanya untuk kepentingannya sendiri!" kesal Rahades.

"Mau atau tidak, lo nggak bisa pergi dari sini, iya, kan?"

Rahades terdiam sejenak. Ia menunduk menatap lantai yang terkesan dingin sedang menyentuh kakinya.

"Bukannya lo sama Virgo baikan?" tanyanya tiba-tiba. "Iya, Virgo ngomong kalau kalian mau coba bangun hubungan lagi. Apa lo nggak pernah pikir gimana perasaan Virgo, Aya?"

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang