-RAHADES-
16. PINDAH KE APARTEMEN
Bruakkk...
Suara pintu yang di tutup dengan keras membangunkan Sherly yang tengah tertidur.
"M-mas Hades?" ucapnya pelan.
Rahades berjalan ke arah tempat tidur mendekati Sherly dengan wajah yang marah.
"Ini jam setengah 3 pagi, Mas baru pulang?"
Kedua pipi Sherly tiba-tiba di pegang oleh jari-jari Rahades kuat membuat gadis itu merintih menahan sakitnya. "LO, YA! YANG NGELAPORIN GUE KE PAPA?!" Teriak Hades wajahnya merah padam.
"A-aku bisa je-jelasin." Ucap Sherly menahan perih di kedua pipnya akibat di tekan oleh Rahades.
"Gara-gara lo, semua fasilitas gue. DISITA!" Desis Rahades tajam. "Lo emang pinter jadi biang masalah, ya, Ly."
"Ta-tapi-."
"RAHADES!" Suara Ares berteriak sambil menggedor pintu berkali-kali. "Berapa kali Papa bilang, hilangin kecanduan kamu sama alkohol! Itu semua bukan salah Sherly, semuanya karena kamu sendiri! Kalau sampai kamu sakitin Sherly, Papa bakal-."
"Bakal apa?! Udahlah, Pa. Alasan Papa buat ngehukum Rahades tuh udah habis, ya kan? Ambil aja sana, semua kunci mobil bahkan ATM-ATM Hades, blokir! Biar Papa seneng!" Jawab Hades lantang.
"Kamu jadi nakal, Des. Setelah ikut-ikutan Geng urakan kamu itu!"
"HAHAHA... KAYAK PAPA GAPERNAH AJA!" Suara tawa Rahades membuat Ares bungkam.
"Lo ikut gue, sekarang! Ambil semua barang-barang lo, kita pergi." Ucap Rahades melepas tangannya dari pipi Sherly dengan kasar.
"Ki-kita mau kemana?" Tanya Sherly ketakutan.
Rahades yang duduk memperhatikan Sherly dari ranjang menatapnya kesal. "Cerewet!"
"Yang nurut kalau sama suami!"
Sherly akhirnya mengikuti ucapan Hades dan mengemasi baju-bajunya juga beberapa barang-barang penting. Rahades melirik tajam Sherly. "Cepet!"
"I-iya, ini udah."
Rahades langsung menarik tangan Sherly untuk keluar kamar. Di depan pintu mereka mendapati Ares dan Diandra yang berkacak pinggang disana.
"Mau kamu bawa kemana, istri kamu? Kenapa bawa-bawa koper juga?" Tanya Diandra.
"Dia istri Rahades, mau Rahades bawa kemanapun. Terserah Hades, Ma!"
"Jangan gegabah. Tanpa ATM? Mau gimana, cowok kayak kamu bisa hidup tanpa uang, Des. Apalagi kamu ada Sherly sekarang." Ucap Ares tajam.
"Kita liat nanti, Pa. Gimana Hades bertahan gara-gara Papa narik semua fasilitas Rahades! Termasuk uang,"
"Jangan bawa Sherly." Ujar Papanya sekali-lagi tajam.
"Dimanapun suami berada, istri harus selalu ikut dan nurut sama suami." Ujar Rahades dan pergi dari hadapan kedua orang tuanya.
*****
Selama 40 menit perjalanan di dalam mobil, keduanya hanya diam saja. Tak ada kalimat apapun keluar dari mulut Rahades setelah kejadian di kediaman Lengkara. Sherly hanya bisa meneguk ludahnya sulit dan memegang piyama hijaunya kuat-kuat.
"Maaf untuk tadi, gara-gara aku kamu harus dimarahin sama Papa." Cicit Sherly lirih.
"Syukur kalau lo nyadar!" Desis Hades tajam. Cowok itu melirik sekilas Sherly yang menunduk memainkan kakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAHADES
Roman pour AdolescentsKisah Rahades Gema Lengkara "Pertahananku hancur karena senyumanmu." Rahades Gema Lengkara. Sosok otoriter di SMA Chircelion dan ketua dari Geng Skull Bulldog yang galak, kejam, dingin, egois, sombong bahkan semena-mena. Selain memiliki jabatan seor...
