57. Asing

450 7 0
                                        

-Rahades-

''Mencintaimu adalah pilihanku, untuk menolakku adalah hakmu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

''Mencintaimu adalah pilihanku, untuk menolakku adalah hakmu. Tapi melihatmu dengan sahabatku adalah satu hal yang akan kubenci seumur hidupku.'

-Virgo Adyatama

57. Asing

"Untuk kali terakhir saya berbelas kasih ke kamu, awas sampai kamu ulangi lagi!" gertak Pak Kevin.

Rahades yang berdiri tegak di dekat pintu ruang guru itu mengangguk paham. "Iya, Pak!" jawabnya.

"IYA APA?!" Pak Kevin sedikit kesal.

"Iya saya nggak akan gebukin Regi di sekolah lagi," Rahades memiringkan wajahnya bingung. "Lagian saya juga udah lulus pak."

"Kamu mau bapak nggak lulusin?!"

Rahades diam. Ia menggeleng pelan.

"Makanya!" Pak Kevin menurunkan tangannya yang berada di pinggag daritadi. "Kamu udah dewasa Rahades, jangan semua masalah diselesaikan pakai kekerasan."

Rahades diam mendengarkan nasehat Pak Kevin.

"Udah sana, nikmatin hari terakhir kamu sama teman-teman. Jangan buat masalah lagi!" peringatnya tajam.

Rahades memilih untuk pergi dari ruang guru. Ia sempat berkirim pesan dengan Oscar dan pergi ke kantin karena sahabatnya ada di sana. Sampai di kantin matanya langsung menangkap  keberadaan keempat sahabatnya. Wajahnya berubah masam saat melihat Raksa disana. Laki-laki itu belum menyelesaikan masalahnya dengan saudara tirinya itu. 

"Bos, sini!" teriak Oscar. Melambaikan tangannya semangat.

Rahades menghiraukan. Ia duduk di bangku kosong jauh dari keempat temannya. Oscar yang tidak dianggap merasa canggung sejenak. Apalagi anak-anak Chircelion sekarang mereka sudah berasumsi yang tidak-tidak karena hal tersebut.

"Gue dikacangin?" ucapnya pada 3 temannya.

Ardan menepuk punggung Oscar. "Dia lagi pms kali," jawabnya ngawur.

"Pala lo pms!" kesal Oscar. "Duh! Sakit hati abang dek diacuhkan Bang Rahades." ucapnya lebay.

"Najis!" jawab Ardan.

Oscar melirik Raksa dan Virgo yang terdiam. "Lo ngapa berdua? Ikutan pms?"

Raksa hanya menoleh ke Oscar tanpa menjawabnya. 

"Sa, lo berdua ada masalah apa?" tanya Virgo to the point. Ia tau akar masalahnya dari dua orang itu, namun tak tau alasannya. Virgo memang sangat pintar menilai situasi mengingat kedua temannya yang terlihat bersi tegang di kelas tadi. 

"Bukan apa-apa." Raksa memilih untuk pergi dari sana.

"Walah, ternyata mereka berdua berantem?" Oscar yang baru sadar tidak lama berceletuk seperti itu.

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang