23. KEKACAUAN

1.4K 76 6
                                        

-RAHADES-

Runtuh-feby Putri, Fiersa Besari


23. KEKACAUAN

Suara knalpot motor, berderu keras membisingkan jalanan malam yang sepi. Decitan ban dan aspal sedari tadi terdengar karena Rahades yang menerobos derasnya hujan malam ini. Ia berkendara dengan amarah yang mendidih. Hingga beberapa menit kemudian ia sampai di sebuah rumah yang sudah lama tak ia kunjungi. Rumah yang dulu menjadi rumah keduanya saat ia sedang jenuh dan memiliki masalah, namun rumah it sudah terlalu lma tk dikunjunginya. Itu adalah rumah sahabatnya. Reginal Areganala.

Dengan tergesa ia memencet bel pagar milik rumah itu membuat laki-laki keluar sambil berdecak . “Siapa?!” Teriak Reginal kesal membuka pagar yang menjulang tinggi.

Tanpa berucap apapun, dibawah derasnya hujan Rahades menarik kerh baju Reginal dengan paksa dan mendorongnya hingga tersungkur di jalan. Ia membobardir pukulan di wajah Reginal tanpa basa-basi. Reginal yang belum siap dengan semua itu hanya bisa menangkis pukulan brutal dari Rahades dengan lengannya. Hujan dan darah yang keluar dari wajah dan bibir Reginal seakan bercampur jadi satu. Rahades benar-benar terasuki amarah malam ini. Pukulannya ia hentikan saat Reginal sudah hampir pingsan. Tangannya mengepal kuat berdiri dari atas tubuh Reginal.

“PERGI DARI KEHIDUPAN SHERLY, GI!!!” Teriakan Rahades terdengar frustasi.

“Uhuk.. Ga-akan mungkin!” Desis Reginal menyangga tubuhnya dengan siku tangan berusaha untuk berdiri namun gagal.

Rahades bertumpu dengan lututnya jatuh ketanah, laki-laki ini menunduk. “Gue mohon..”

“Jangan sakitin cinta pertama gue, gue ceritain dia ke lo, lo rebut dia dari gue. SAMA KAYAK ALAYA!” Suara Rahades bergetar dengan tetesan air yang ikut turun di pipinya yang tertutupi air hujan, mengalir bersamaan jatuh ke tanah. “KENAPA?!”

“Gue juga suka sama Sherly, Des. Gue ga akan lepasin Sherly kapanpun dan untuk siapapun. Termasuk lo!”

“Thank’s Gi, gara-gara lo. Gue monster di mata dia.”

Rahades pergi meninggalkan Reginal yang tak kuasa berdiri dari tidurnya. Mereka berdua kacau seperti hubungan keduanya tak lama ini.

Disisi lain ada Sherly sedari tadi berjalan kesana kemari menggenggam tangannya sendiri dengan keadaan gelisah. Gadis itu sudah cukup lelah karena waktu sudah menunjukkan jam 1 pagi namun pintu besar di hadapannya tak terbuka atau diketuk oleh seseorang dari luar sana. Ia khawatir.

“Sherly.” Suara parau itu terdengar dari arah salah satu kamar yang terbuka.

Ia menoleh ke arah ayahnya yang terbangun karena suara langkah kaki yang mengganggunya sedari tadi. “Nak Hades belum pulang juga?”

“Ayah? Oh, iya. Mas Hades kayaknya nggak bakal balik soalnya barusan dia bilang ke Sherly bakalan nunggu markasnya yang rame.” Bohong. Gadis itu tak ingin sang ayah ikut khawatir akibat sesuatu yang membuat keduanya berseteru tadi. “Ayah balik tidur gih, Sherly bakal kunci pintunya dan ikut tidur.”

Marga hanya mengikuti ucap sang putri karena ia juga masih mengantuk saat itu.

*****

Cklek...

Suara pintu apartemen terbuka lebar dengan cepat saat Sherly mendorongnya kedepan, hal itu membuat gadis itu langsung berjalan pergi ke kamar milik Rahades, kamar yang tertutup itu dibukanya dan langsung menampakkan keadaan kamar yang kosong tanpa adanya Rahades di sana.

Sherly langsung berjalan kekamarnya. "Mas?" Panggilnya perlahan sebelum membuka pintu kamarnya. Mungkin saja Rahades tidur di kamarnya, pikirnya. Namun hasilnya tetap nihil.

"Apa Mas Hades belum pulang ya?" Ucap gadis itu lesu.

Sherly berjalan dengan lunglai ke sofa ruang tv, ia membuka hpnya untuk menelpon seseorang. Mengetikkan nama Raksa dan berhasil terhubung beberapa detik setelahnya.

"Halo?" Ucapnya dari ujung telepon.

"Gimana Sher?" Tanya Raksa setelah diam beberapa saat.

"Aku mau tanya, apa kamu sama Mas Hades?"

tak ada sautan dari pihak raksa hingga membuat Sherly mengerutkan keningnya. "Kak?"

"Bukain pintu, gue di luar."

"Mas Hades mana?" Tanya Sherly yang sudah mempersilahkan Raksa untuk duduk di ruang tamu. Gadis itu merasa kebingungan sekaligus takut saat melihat wajah Raksa yang sedikit pias namun tetap tenang.

"Lo sadar kan salah lo apa?" Ujar Raksa sinis.

"Maksut kakak apa?"

Raksa membenarkan duduknya dan menatap mata Sherly dengan serius. "Gausah pura-pura bego. Lo ketahuan Rahades kan tentang lo yang masih berhubungan sama Reginal."

Sherly tak bisa menjawab apa-apa akan ucapan Raksa, ia menunduk.

"Gue udah bilang, hati-hati. Tapi apa sekarang, gara-gara lo Regi masuk rumah sakit. Dan Hades ... Gaada yang tau dia kemana, sher."

Hati Sherly terasa sakit saat mengetahui fakta yang di ungkap Raksa. Ia menatap sendu kedua telapak tangannya yang menyatu. "Terus aku harus gimana?" Satu tetes air mata jatuh tanpa persetujuannya. Gadis itu tidak tau apa yang membuatya merasakan sesak sesakit itu.

"Gue gaada saran buat lo lagi, dan untuk Rahades. Lo gabakal bisa nemuin dia kalau bukan dia yang datang karena keinginannya sendiri." Raksa berdiri dari duduknya untuk berjalan pergi, ia berhenti saat memegang gagang pintu itu. "Tanya sama apa yang diri lo mau, Ly. Mau lo lanjut sama orang yang selama ini lo sayang, atau lo nangis karena lo nyesel udah ngehianatin orang baru itu."

Raksa pergi meninggalan kata-kata yang berputar terus menerus dalam hati Sherly. Kalimat itu membuatnya pening, ia sangat khawatir dengan keadaan Reginal namun ia juga tak kuasa menahan perih hatinya saat mengingat bahwa ia telah menyakiti Rahades. Hubungannya bukanlah hubungan yang bisa gadis itu percaya, hubungannya membuatnya selalu merasa sakit dan ketakutan. Tapi kenapa sakit selalu mengikutinya? bukankah Hades bukanlah siapa-siapa baginya, hanya orang awam yang baru menyapa setiap hari-hari kehidupanya.
                               

                                         

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

                                         

-

-selamat bertemu dengan sosok Rahades yang gila, Sherly yang manis, dan Regi yang memiliki sejuta kata-kata indah.-

Nikmati semua cerita mereka dan lagu yang penulis tambahkan.

-RAHADES-

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang