-RAHADES-
Mahalini-melawan restu
18. RENCANA DAN PENYESALAN
Malam ini Rahades sedang bimbang. Ia sedari tadi sibuk mondar-mandir di depan pintu kamar Sherly. Laki-laki itu berdecak saat tangannya memegang gagang pintu dan menariknya kembali sambil menggelengkan kepala terus-menerus.
"Udahlah, masuk aja!" Ujarnya sendiri. Ia berhenti dan memantapkan hatinya untuk masuk kedalam kamar Sherly. Hingga ia berbalik membuka gagang pintu yang terasa ringan karena dibuka juga dari dalam.
"UWAAA...!" Sherly yang kaget berteriak karena menabrak dada bidang Rahades. Rahades sendiri ikut melebarkan matanya.
"Lo ngapain sih?!"
"Kamu ngapain sih?!"
Dua-duanya berteriak satu sama lain bersamaan.
"Kamu mau masuk? Kok ga ketok dulu." Tanya Sherly geram. Gadis itu memicingkan matanya.
Rahades mengangkat bahunya dan melihat ke arah lain. "Terserah gue, lah! Apartemen gue."
"Ya kan ini sekarang jadi kamar aku."
"Emang kalau kamar lo, gue nggak boleh masuk? Kalau gue mau tidur di tempat tidur lo ataupun depak lo dari kamar juga terserah gue!"
Sherly menghembuskan napasnya pelan. Ia jengah mendengar omelan suaminya. "Ada apa? Mas Hades cariin Sherly?" Tanyanya lembut.
"Gue mau ke markas, ada acara opening cheremony bengkelnya anak-anak SkullB."
"Oh... iya, silahkan."
"Hm... lo, gapengen ikut? Kan, sahabat lo anggota gue juga,"
"Kan Mas ga ngajak aku."
Rahades memegang gawang pintu menyudutkan Sherly di kedua sisi dengan lengannya. "Oh, lo maunya diajak?" Tanyanya sembari menyeringai.
"Ya-ya kalau Mas Hades yang ngajak mana bisa aku nolak?"
"Kenapa?"
"Karena Mas kan pemaksa." Sherly langsung memegang mulutnya dan melotot setelah mengucapkan hal itu. Gadis itu tersenyum canggung melihat Rahades yang diam saja.
Rahades tiba-tiba menangguk-anggukan kepala pelan. "Ternyata lo masih nganggep gue orang yang kayak gitu." Lirih Hades.
"E-enggak, kok. Maafin Sherly," Takutnya.
Rahades berjalan ke meja makan. "Duduk!" Ujar Rahades sambil mengarahkan dagu di kursi sampingnya. Sherly menurut.
Beberapa detik mereka hening, hingga Hades yang bersuara duluan. "Gue punya IED." Ucapnya.
Sherly menegang setelah apa yang di ucapkan oleh Rahades. Ia menatap suaminya lamat-lamat. Rahades sedari tadi menatap lurus kedepan.
"Intermittent Eplosive Disorder. Ya, lo bisa mikir gue gila atau apapun itu. Gue juga sadar, bahkan bukan cuman itu yang hinggap jadi penyakit di diri gue. Gue possesif sama lo, bentak-bentak lo, bahkan sampai nyakitin lo. Sorry, Ly."
"Dari kapan, Mas?"
"Gue juga gatau. Kata nyokap, Papa juga gitu. Faktor genetik kali, lo inget kata Bi Marni kalau gue pendiem? Itu semua karena pengekangan dari Papa, dia benci gue ikutan Geng gara-gara dia pernah kehilangan sahabatnya dulu karena hal yang sama. Tawuran. Makanya gue sering banting-banting sesuatu waktu gue marah sama Papa." Jelas Rahades.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAHADES
Dla nastolatkówKisah Rahades Gema Lengkara "Pertahananku hancur karena senyumanmu." Rahades Gema Lengkara. Sosok otoriter di SMA Chircelion dan ketua dari Geng Skull Bulldog yang galak, kejam, dingin, egois, sombong bahkan semena-mena. Selain memiliki jabatan seor...
