59. Hal yang sama terucap lagi

816 8 0
                                        

-Rahades-

"Menerima semua kekuranganmu sebagai pasangan merupakan tugasku, tapi untuk mempertahankan kepercayaanku itu tergantung bagaimana kejujuranmu padaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Menerima semua kekuranganmu sebagai pasangan merupakan tugasku, tapi untuk mempertahankan kepercayaanku itu tergantung bagaimana kejujuranmu padaku."

-Sherly Ghantari

59. Hal yang sama terucap lagi

"Aku minta maaf," ujar Rahades, ia berusaha meraih genggaman tangan Sherly.

Dengan datar gadis itu menatap Rahades. "Aku muak sama kamu, Mas." Ia tak mampu mempertahankan laki-laki itu. Suaminya mengulangi lagi kesalahannya. Memilih untuk menjumpai Alaya.

Semua rasa sakit yang ia rasakan selama ini, kemarahan yang tak bisa ia keluarkan karena menerima kesalahan Rahades. Selama ini semuanya tertutup dengan rapi oleh rasa sayangnya pada laki-laki itu. Membuatnya membungkam diri kalau ternyata, kekeraskepalaan Rahadeslah yang menghancurkan hubungan keduanya.

"Aku benar-benar nggak bisa menerima kamu lagi," lirihnya.

"Sayang, aku mohon sama kamu untuk terakhir kalinya. Aku nggak akan lakuin itu lagi, aku kalut waktu itu,"

"Kalut?" ucapan Rahades terpotong. "Aku izinin kamu pergi karena aku mau kamu lupain masalah kamu dan nikmatin waktu kamu dengan sahabat kamu, tapi apa?"

Rahades mengangkat tangannya ingin meraih wajah gadis itu. "Demi anak kita jangan pernah suruh aku pergi."

Ucapan Rahades terasa menusuk hati Sherly. Bagaimana laki-laki itu masih bisa meminta sesuatu padanya, demi anaknya? Hal itu keterlaluan bagi Sherly.

"KAMU PIKIR AKU NGGAK CAPEK, MAS?! AKU SAMPAI HAMIL DAN KELUAR DARI SEKOLAH JUGA KARENA KAMU!" teriak Sherly histeris.

Rahades menahan dirinya untuk tidak ikut marah. "Iya, itu salah aku, aku tau." balasnya.

"Aku mau kita pisah," ucap Sherly jelas. "Dari awal hubungan kita sudah salah,"

Rahades mengelengkan kepalanya.

"Kamu belum selesai sama masalalu kamu, Mas. Aku nggak akan bisa menjalani kehidupan dengan orang yang masih terikat sama masalalunya."

"Aku beneran nyesel, Sher."

"Kata-kata kamu nggak ada artinya lagi buat aku."

Rahades hanya mampu menatap nanar wajah gadis di depannya ini. Ia menyakiti gadis itu berkali-kali, membuatnya menanggung semua hal yang seharusnya tidak gadis itu terima. Rahades hanya bisa terdiam dan menunduk.

"Sebelum kamu pergi, aku mau kamu jawab satu pertanyaanku." ujar Sherly. Gadis itu meremas kuat selimut yang menutupi separuh tubuhnya. "Siapa pelaku yang buat Ayah sampai kecelakaan?"

Rahades mendongak, wajahnya sudah dipenuhi air mata seperti Sherly. Mereka memang tidak mampu melepaskan satu sama lain, namun keduanya saling merasakan sakit karena memilih untuk bersama sampai saat ini.

RAHADESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang