12. IBU-IBU REMPONG

1.8K 77 0
                                        

-RAHADES-

Fiersa Besari-Celengan Rindu

12. IBU-IBU REMPONG

Tidak ada 5 menit motor yang di naiki Sherly, Rahades, dan juga Cheril sampai di supermarket. Cheril yang semangat langsung menarik tangan Sherly dan Rahades untuk bergegas masuk.

"Kamu mau es-krim apa sih, Ril?" Tanya Sherly kepada sang adik yang dari tadi sibuk memilih-milih es-krim namun tidak ketemu-ketemu.

"Ituloh.. yang es-krimnya bentuknya kotak panjang. Terus kemasannya warna biru, Kak." Ucap Cheril mendeskripsikan satu produk es-krim.

Sherly melotot mendengar ucapan Cheril. "Engga boleh! Mahal tau, Ril."

"Enak aja kamu minta yang itu," Larang Sherly keras.

"Cheril nggamau, kalau bukan es-krim yang itu.." Ujar Cheril memajukan bibirnya ngambek.

"Mahal Cheril.. hampir 100 ribu harganya." Tegas Sherly.

Rahades yang melihat perdebatan istri dan adik iparnya memutar bola matanya malas.

Hades menarik pinggang Sherly agar menempel dengan tubuhnya. "Kakak kamu biar sama Kak Hades aja. Sana ambil semua yang kamu mau!" Suruh Rahades membuat Cheril langsung berlarian ke tempat jajan.

"Cheril!" Teriak Sherly yang sama sekali di hiraukan oleh Cheril.

"Kamu ngapain sih! Nanti dia jadi boros kalau di bolehin beli semua kemauannya." Kesal Sherly yang berusaha melepaskan diri dari lengan besar Rahades.

"Jangan gerak!" Desis Rahades. "Biarin aja kalau dia pengen beli banyak, kakak iparnya kan kaya raya. Berapapun juga pasti bisa gue bayar."

Sherly menghembuskan napasnya pelan. "Sombong banget jadi orang!"

"Gue sombong karena gue punya uang." Jawab Rahades santai.

Seorang pelayan supermarket mendekati Rahades dan Sherly menginterupsi perdebatan mereka. "Permisi kak." Ujarnya.

Sherly dan Rahades menengok. "Eh, iya ada apa ya mas?" Tanya Sherly ramah.

"Kakaknya ada yang bisa di bantu kah? Atau bingung mau cari sesuatu?" Tanya pelayan itu.

"Eh, itu.. nggak perlu mas, makasih."

"Baik kalau gitu. Hmm.. sama tolong jangan mesra-mesraan di dalam supermarket ya, soalnya ada ibu-ibu yang suruh saya datengin kakaknya. Dan saya disuruh bilang kalau masih muda tau tempat buat mesra-mesraan, apalagi kalau belum menikah. Gitu, katanya."

Sherly yang mendengar hal itu melotot dan langsung mendorong tubuh Hades dengan kuat hingga ia terlepas dari Rahades. "Ma-maaf, ya mas.." Malu Sherly.

"Ngapain sih! Pakai acara ngurusin hidup orang segala tuh ibu-ibu. Gaada kerjaan apa?!" Kesal Rahades.

Sherly yang mendengar ucapan Hades langsung menutup mulut Rahades cepat. "Beneran mas, saya minta maaf banget ya." Ujar Sherly sambil nyengir.

"Iya, gapapa mbak. Kalau ada yang di butuhin saya ada di kasir ya,"

"Iya-iya! Lo emang nggak liat apa?! Anak gue masih milih, tuh! Cerewet amat. Nggak lo, nggak tuh ibu-ibu ngganggu hidup orang aja." Ujar Rahades tajam menunjuk Cheril yang sibuk memilih jajan dengan dagunya.

"Gue damprat baru tau rasa dia kalau sampai berani kesini! Sekalian laporin ke ibu-ibu itu, kalau gue kasih lihat buku nikah gue, bisa pingsan tu orang." Ujar Rahades sinis.

"Kamu bisa diem nggak sih.." Kesal Sherly mencubit perut Rahades.

"Lagian, emang supermarket punya dia apa?! Nggak liat orang ganteng sama istrinya lagi belanja. Iri, kali!" Cibir Rahades.

RAHADESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang