Kisah Rahades Gema Lengkara
"Pertahananku hancur karena senyumanmu."
Rahades Gema Lengkara. Sosok otoriter di SMA Chircelion dan ketua dari Geng Skull Bulldog yang galak, kejam, dingin, egois, sombong bahkan semena-mena. Selain memiliki jabatan seor...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
46. Gue akan selalu disamping lo
"Kalau kamu nggak berani, kita nggak perlu turun. Biar aku yang ambil suratnya ke kepala sekolah." ucap Rahades menenangkan Sherly.
Sherly menatap gerbang sekolah dari dalam mobil takut. Ia menarik napasnya dalam-dalam merasakan dadanya yang berdegub kencang. "Sherly berani. Sherly kan udah bilang kalau Sherly yakin untuk lakuin itu sendiri."
"Tapi, sayang.."
Ia lalu menoleh kepada Rahades. Meraih tangan suaminya itu dengan wajah tersenyum. "Aku mau, Mas untuk selalu kuatin, Sherly. Berdiri disamping Sherly terus. Temenin aku terus, Mas bisa, kan?"
Rahades menatap dalam mata gadis dengan hodie berwarna pink disampingnya itu. Ia sempat ragu untuk memperbolehkan Sherly pergi ke kantor kepala sekolah untuk mengambil surat pengunduran dirinya. Memikirkan kalau gadis itu sendirian membuatnya frustasi.
Rahades akhirnya mengiyakan permintaan Sherly. "Selalu. Aku bakalan selalu berada disamping kamu, genggam tangan kamu kayak gini. Dan kalau kamu nggak suka, aku bakalan selalu berdiri di belakang kamu, lihat kamu dari jauh sampai aku sendiri tenang. Dan kalau kamu masih nggak suka dengan cara itu. Aku bakalan lari ke arah kamu. Nggak perduli kamu suka atau nggak, aku bakalan terus genggam tangan kecil ini. Tanpa harus berdiri jauh dari kamu yang bisa bikin hati aku sendiri sakit."
Sherly tersenyum mendengar ucapan Hades. "Iya, aku percaya. Sekarang kamu masuk ke kelas! Aku nanti nyusul masuk." suruh Sherly.
"Nggak. Aku ikut kamu!"
"Jangan. Nanti kalau anak-anak lain mikir yang nggak-nggak tentang aku, kamu emang mau?"
Rahades menggeleng. "Tapi, aku mau temenin kamu. Aku tungguin di depan kantor aja ya?"
"Enggak bisa! Mas masuk ke kelas. Katanya kak Raksa, hari ini ada test kan? Udah sana! nanti telat lagi. Aku ada Beby yang temenin. Kan dia libur, jadi nanti aku sama dia mau main ke kafe. Boleh kan?"
Rahades terlihat bimbang. Tapi akhirnya ia mengiyakan ucapan Sherly. "Kalau gitu, nanti kalau aku udah selesai aku langsung telpon kamu ya?"
Sherly mengangguk.
"Kalau gitu, aku masuk duluan ya." Dengan hati yang ragu Rahades mengecup kening Sherly lama. Ia akhirnya mengambil tas di kursi belakang dan keluar dari mobil setelah berpamitan.
Setelah beberapa saat, gadis itu keluar dari mobil. Namun langkahnya berhenti saat ia melihat seorang perempuan ternyata sudah berdiri di hadapannya. Hati Sherly terasa sakit saat ia bertatapan dengan Alaya. Mengingat semua yang gadis itu lalui karena Alaya, semua masalah yang dibawa Alaya dalam rumah tangganya tidak akan mungkin bisa Sherly lupakan dengan mudah. Matanya berkunang-kunang. Tapi ia mencoba menguatkan dirinya sendiri.
"Sherly, kan?" sapa Alaya.
"Ada apa ya, kak?" ucapnya menggenggap erat tali tas pinggangnya.
"Bukannya hari ini kelas 10 libur karena ada ujian? Kok lo malah keluar dari mobil Rahades?" tanya Alaya langsung.