Mobil Arga memasuki area pekarangan rumahnya.
Banyak bodyguard yang berjaga di sana.
Setelah keluar dari mobilnya,salah satu bodyguard menghampiri Arga.
"Maaf tuan, tadi gadis itu belum mau makan lagi." Ujar salah seorang Bodyguard.
Arga menghela nafasnya pelan.
"Biarkan saja. Toh hari ini, dia akan menjadi mainan yang seru untuk ku. Siapkan beberapa benda yang sekiranya bisa di gunakan. Taruh di ruangan saya. Sebelum saya datang tolong semuanya sudah tersedia disana. Lama saya tidak bermain." Ujar Arga lalu melenggang pergi meninggalkan tempat itu.
Bodyguard itu mengerti.
Dirinya pergi untuk menyiapkan apa yang di perlukan oleh tuannya.
Arga memasuki pintu utama rumah nya.
"Kalau gue enggak bisa dapatkan apa yang gue mau, maka lo, juga enggak akan mendapatkan nya. Walau sedetik." Ujar Arga lalu berjalan menuju ruangan yang sudah ia siapkan jika ingin bermain.
Saat hendak membuka pintu, dirinya menemukan mangsa empuk.
"Cala?." Tanya Arga.
Calandra hentikan langkah kakinya.
"Cala mau tidur." Ujar Calandra lalu dirinya berjalan meninggalkan tempat itu.
Tapi Arga mencekal lengan nya.
"Cala, enggak bosen. Pagi sekolah, setelah pulang di rumah enggak ngapa-ngapain?. Gitu aja terus. Mending ikut Arga main." Ujar Arga seraya tersenyum tipis.
Calandra menyipitkan matanya menatap Arga malas.
"Arga, enggak seru. Arga enggak punya balon, sama cokelat. Cala enggak mau." Ujar Calandra lalu melepaskan cekalan tangan Arga.
"Nanti Arga, kasih semuanya. Tapi ayo kita main dulu." Ujar Arga lalu menarik gadis itu agar mau mengikuti dirinya.
Calandra menghela napas kasar.
Arga benar-benar pemaksaan.
"Iih enggak mau, Cala mau tidur aja." Ujar Calandra seraya tersenyum manis.
Arga menggendong tubuh Calandra layaknya karung.
"Kita main dulu, lagipula di luar gerimis. Lo enggak boleh keluar rumah." Ujar Arga lalu melangkah pergi menuju ruangannya.
Setelah membuka pintu dengan paksa, Arga menurunkan gadis itu dari gendongan nya. Dan menghempaskan tubuhnya ke lantai.
"Issh, kdrt. Gue bunuh juga lo sekarang!!." Kesal Calandra menahan sakit akibat bantingan Arga.
"Diem enggak lo, ngomong lagi lo gua bantai beneran." Ujar Arga lalu merogoh sesuatu dari saku celananya.
Calandra mencebikan bibirnya kesal.
"Ck. Ngeselin banget sih jadi makhluk!!." Kesal Calandra.
Arga tersenyum tipis, seraya berjalan menghampiri gadis itu.
"Siniin tangannya." Ujar Arga.
Calandra menatap kearah Arga nyalang.
"Nihh, potong aja!!. Gedek gue sama muka lo!!!." Kesal Calandra.
Arga terkekeh geli lalu mendekatkan belati itu pada pergelangan tangan gadis itu.
"Gue?, sayat nadi lo boleh ya?." Tanya Arga.
KAMU SEDANG MEMBACA
CALANDRA (Slow UPDATE)
Teen FictionGadis murung nyaris tanpa senyuman. Selalu bersembunyi di balik rambut panjang yang ia gerai dan menutupi sebagian wajahnya. Sifat pendiam nya, membuatnya tidak memiliki banyak teman. Bahkan, hanya satu sahabat. BISMA MAHENDRA. Gadis yang selalu men...
