°°°
Kecupan Aksa, membuat Kila melonjak naik. Matanya yang tadi sendu menjadi tajam. Postur tubuhnya yang tadinya membungkuk, tiba-tiba merangkul Aksa, dan menciumnya dengan kuat.
Aksa tahu, Kila akan langsung menyerangnya. Tapi saatnya Aksa ingin dirinya yang mengontrol Kila.
"Aku yang akan mengontrolmu" bisik Aksa.
Kila diam, terlihat wajahnya tidak senang.
"Aku akan memakaikan ***** itu di tanganmu dan melakukannya dengan lembut"
"Hand***? Harusnya aku yang masangnya ditanganmu" Kila mendorong Aksa.
Aksa hanya tersenyum, dia mengangkat badan Kila ke kamar tidur.
Ini sangat cangung bagi Kila. Terakhir dia tertarik dengan vanila s atau s lembut itu saat umurnya 20 tahun. Kila lebih menyukai sensasi yang kasar yang lebih memuaskannya.
Aksa memaksa memasang hand*** di tangan Kila dan menyangkutkan penyambungnya di ujung besi kasurnya, jelas Kila tidak akan bisa melepaskan tangannya. Aksa berada di atas tubuhnya, memandangi tubuh Kila yang telanjang.
"Kila, tubuhmu milikku" bisik Aksa.
Kila mulai berontak, dia merasa terkekang! jiwanya bergejolak. Aksa mulai menyentuh nya. Sentuhan itu memberinya rasa menjalar keseluruh tubuhnya. Pori-porinya terasa pedih.
"Kenapa kamu harus meng**** tanganku?"
"Kali ini kamu yang akan tunduk kepadaku" Aksa membalas tatapan tajam Kila. Aksa tahu, jiwa liar Kila tidak suka patuh kepada siapa pun.
"Uh, apa yang mau kamu lakukan? Aku menyukai s yang kasar" Kila mendesah, saat Aksa mengecup putingnya dan memainkannya.
"No... Pagi ini... aku ingin bercinta dengan lembut, merasakan tubuh dan napasmu dengan perlahan, biar aku yang mengambil hadiahku sendiri" Bisik Aksa.
Kila tidak menyukainya. Dia mencoba melepaskan Ha***** ditangannya.
"Tenang lah, Aku sudah menahan diriku dari semalam." Aksa memainkan puting Kila lagi yang mulai mengeras. Kila tetap tidak menyukai ide Aksa.
"Aku tidak menyukai diriku terikat seperti ini." mata Kila menatap Aksa dengan sinis.
"It is ok... lihat saja siapa yang keluar duluan."
Aksa mengigit lembut p Kila. Kila mengerang karena terkejut. Kila menatap Aksa yang terus memainkan p nya. Lidah Aksa ****. Tangan satunya juga ikut memilin p satunya. Kila mulai merasa bertambah gelisah. Tatapan matanya yang tadinya tajam kini berubah sendu, suara rintihannya mulai keras.
"Aku suka saat kamu mengigitnya." Kila mulai menyerah. Dia merasa v ya mulai berkedut dan basah.
Aksa tertawa. Dia mulai turun *****
"Diam dan menurut saja." Aksa menatap Kila.
Aksa mulai memegang paha Kila. Aksa ingin segera mengeksplor setiap bagian v Kila.
"Buka saja kakimu, jangan kaku seperti ini."
Kila menurutinya.
"Lebih lebar lagi,
Halo semuanya! 👋
Menyesuaikan dengan peraturan terbaru Wattpad mengenai batasan konten 21+ / adegan dewasa, dan untuk menghindari risiko cerita ini dihapus otomatis oleh sistem Wattpad, aku memutuskan untuk mengambil langkah aman.
Dan mohon maaf ya, berhubung cerita ini belum sempat aku editing ulang, harganya sudah aku sesuaikan jadi terjangkau banget. Untuk ketersediaan di platform lain nantinya akan menyusul.
Di Wattpad: Cerita ini akan tetap ada, tetapi part singkat .
Versi Komplit & Uncut (21+): Seluruh bab lengkap tanpa potongan/sensor secara resmi dipindahkan ke KaryaKarsa. Aku sudah buatkan folder series (isi bab 10) dengan harga promo Rp5.000 saja!
Buka KaryaKarsa : https://karyakarsa.com/dashboard/series/138210 atau ke
profil https://karyakarsa.com/Ersula/
Hadiah : Sekretaris & Mainannya (❗21❗)
Terima kasih banyak atas pengertian dan dukungan kalian selama ini! Yuk, saling jaga karya ini agar tetap aman. Sampai ketemu di KaryaKarsa! ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
HADIAH
RomanceKila Damaya didiagnosa menderita compulsive sexual behaviour ringan. Dia memutuskan untuk tidak memiliki kekasih hingga dirinya benar-benar menemukan orang yang mengerti dirinya. Tapi Kila kelepasan mengeluarkan sisi liarnya dan meminta Aksa, atasan...
