***
Note: maaf kalau dirasa tidak nyaman, cerita ini sudah klasifikasi konten mengandung adegan dewasa. Ada beberapa adegan eksplisit . 🖤
***
°°°
"Apa kamu mau menikahiku Aksa?"
"Kalau bisa malam ini, malam ini juga aku nikahi kamu Kila." Aksa mengecup bibir Kila
"Hm... Aksa."
Aksa melihat pupil mata Kila membesar. Sudut matanya meruncing. Senyumnya lebih dingin. Kila memejamkan matanya. Tangannya meremas tekuk Aksa. Kila normal tidak pernah memanggilnya "Aksa". Aksa tahu, Kila mulai menikmati yang menyeruak dari persembunyiannya. Kila mendesah pelan, dia menundukan wajahnya. Aksa mengecup kening Kila.
"Pernikahan apa yang kamu mau Aksa?" Kila menatap bibir Aksa.
"Apa pun yang kamu mau Kila."
Kila mengangkat wajahnya, matanya sayu tapi terasa lebih tajam menatap Aksa. Wajah Kila terlihat memerah.
"Walaupun aku menyakitimu *****?" Kila bangkit dari duduknya. Aksa tidak mengerti. Apa yang dikatakan Kila. Dia tidak pernah mengatakan hal seperti itu.
Kila mengelus rambut Aksa. Aksa menatap Kila, apapun yang Kila lakukan malam ini, Aksa dengan senang hati menerimanya.
"Aku mencintaimu Kila." Aksa menyukai belaian Kila yang lembut di kepalanya.
"Cintai aku dan kamu menerima hadiah dariku, Aksa." Bisik Kila lagi.
Aksa hanya mengangguk. Kila merendahkan wajahnya, mengecup bibir Aksa. Ciuman Kila mulai kasar, tapi Aksa menyukainya.
Baru saja terlena dengan ciuman Kila, Tiba-tiba Kila ***** Aksa untuk berlutut
"Auh... rambutmu rontok Aksa." Kila mengosokan tangannya untuk membersihkan rambut Aksa yang menempel pada tangannya. Aksa masih berlutut.
"Tegakkan badanmu Aksa. Kita main sebentar." Bisik Kila. Dia menyeringai menatap Aksa dan meninggalkannya.
Aksa masih berlutut, dirinya masih mengira-ngira apa yang Kila akan lakukan padanya. Dia tidak bisa menebak apapun, tapi Aksa tahu Kila tidak akan menyakitinya.
"Buka semua Pakaianmu Aksa." Kila kembali. Dia membawa h dan lilin dari Raynar.
Aksa sedikit takut dengan lilin itu, *****
"Jangan takut, aku cuma mau ambil hadiahku di bawah sana." Kila menunjuk awah Aksa. Kila duduk di kursi, melipat kakinya dan menunggu Aksa membuka seluruh pakaiannya.
Aksa diam. Dia mulai melepas seragam kerjanya, melepas ikat pinggangnya, celana kerjanya dan underwear yang dikenakannya. *****
"Kenapa kamu sexy sekali Aksa?" Kila mendekati Aksa. Kila menatap p Aksa yang bengkak dan miring itu.
"Aku perlu ini." ternyata Kila mengambil ikat pinggang *****
"P terlihat sudah tegang, padahal aku tidak melakukan apapun?" Kila berdiri. Dia menatap Aksa dengan tersenyum.
"Apa kamu menurutiku Aksa?"
"Iy.. iya."
"Jangan gugup Aksa." Kila tertawa.
Aksa tidak tahu apa yang akan dilakukan Kila. Kila masih memakai pakaian lengkap sedangkan dirinya telanjang. Tapi ini lah wanita yang akan dia cintai, kepribadian tersembunyinya itu membuat dirinya sangat ketagihan bercinta dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HADIAH
RomanceKila Damaya didiagnosa menderita compulsive sexual behaviour ringan. Dia memutuskan untuk tidak memiliki kekasih hingga dirinya benar-benar menemukan orang yang mengerti dirinya. Tapi Kila kelepasan mengeluarkan sisi liarnya dan meminta Aksa, atasan...
