°°°
"Apa kamu masih mengantuk, Sayang?"
Aksa mengusap punggung telanjang Kila yang membelakanginya. Istrinya itu tampak malas bangun. Aksa mengecup lembut lehernya, menikmati aroma tubuh Kila. Kila mendesah kegelian.
"Sudah bangun?" Tanya Aksa. Dia sengaja membangunkan Kila.
"Hm?.. Jam berapa sekarang?" Kila membuka matanya.
"Jam 7." Jawab Aksa.
Kila langsung bangkit, dia telat bangun. Jam setengah 8, suaminya itu harus berangkat kerja.
"Astaga, kenapa tidak dari tadi aku dibangunkan?" Kila panik langsung beranjak dari ranjang. Aksa menopang kepalanya menonton istrinya yang telanjang bulat, dia bolak-balik mencari-cari piyamanya.
"Aku sudah membangunkan kamu dari tadi sayang, tapi kamu tampaknya terlalu lelah." Aksa mengambil piyamanya dan memberikan kepada Kila.
"Iya, maafkan aku sayang." Kila hanya tertawa, padahal semalam Kila yang memaksa berhubungan s. Dia mengambil piyama Aksa dan memakainya piyamanya tampak kedodoran.
"Aku panaskan lauk kemarin dulu." Kila bergegas keluar kamar.
Aksa pun sebenarnya masih mengantuk juga, tapi tidak mungkin dia telat kerja karena dia masih berstatus pekerja. Aksa mengambil handphonenya dan memeriksa email yang masuk. Pekerjaannya di kantor cabang itu sudah beres, harusnya dia boleh sedikit telat hari ini.
Aksa segera bangkit dari kasurnya, matanya menangkap bayangan tubuhnya di cermin lemari. Aksa senang semalam bisa menikmati seks dengan Kila di depan cermin ini. Kemudian Aksa menyadari sepertinya timbangannya memang naik, Aksa senang karena itu berarti Kila mengurus dirinya dengan baik. Aksa hanya tertawa menepuk-nepuk perutnya yang bergelambir.
"Maaf ya sayang, aku terlambat bangun." Kila meletakan sarapan Aksa di meja makan. Aksa masih menguap menuju meja makan.
"Terima kasih." Aksa mengecup kening Kila.
"Makanlah sayang, nanti telat". Kila duduk di depan Aksa. Kila memandangi suaminya yang mulai melahap sarapannya. Sekarang Aksa sudah terbiasa sarapan pagi.
"Hari ini mau kemana lagi?" Tanya Aksa. Kila berpikir. Dia tidak ada rencana hari ini.
"Mungkin di rumah saja, aku juga mau ngurus pembayaran tagihan listrik, air, internet kita." Kila sudah terbiasa mengurus tagihan Aksa sejak dia jadi bosnya. Kila mengusap nasi yang menempel di bibir Aksa.
"Hm, kalau mau keluar nanti hubungi Udi saja. Jangan nekat keluar naik bus lagi." Aksa mengingatkan Kila lagi.
"Iya sayang." Kila mengangguk dan mulai memakan sarapannya.
"Makan yang banyak dan jangan lupa vitaminmu."
Kila mengangguk lagi, Aksa memang cerewet kalau soal disiplin, kalau Kila masih anak buahnya sudah pasti diteriaki tiap hari.
Tiba-tiba Handphone Kila berbunyi. Aksa melirik ke handphone Kila di atas meja, ternyata pesan dari mertuanya.
"Aku mandi dulu sayang." Aksa mengecup kening Kila. Dia sudah selesai sarapan.
Kila membaca pesan dari ibunya. Ternyata ibunya berniat mau main ke apartemen Kila hari ini.
"Sayang, ibu mau kemari hari ini." Kila tampak senang, dia mendekati Aksa yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Benarkah? Kalau ibu belum berangkat, Aku info Udi untuk menjemput."
"Coba aku telepon dulu ibu." Kila menekan tombol telponnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HADIAH
RomansaKila Damaya didiagnosa menderita compulsive sexual behaviour ringan. Dia memutuskan untuk tidak memiliki kekasih hingga dirinya benar-benar menemukan orang yang mengerti dirinya. Tapi Kila kelepasan mengeluarkan sisi liarnya dan meminta Aksa, atasan...
