Part 40: Ulah Si Raynar Lagi 2

13.1K 437 2
                                        

°°°

Aksa menciumi lutut Kila. Secara perlahan-lahan, Aksa menarik rok yang dikenakan Kila. Kila hanya menutup wajahnya, dia merasa malu. Kila tahu v ya ****

"Hm, kenapa kamu jadi pemalu?" Aksa melirik Kila yang masih menutupi wajahnya.

"Tidak apa-apa. Lihat Aku, suamimu Kila." Aksa mengusap halus paha Kila dan melepas rok Kila.

Aksa tertegun melihat p itu. Pantas saja Kila bisa klimaks. Juntaian Mutiara itu hilang masuk ke dalam . Aksa menekuk kedua kaki Kila, agar Aksa bisa melihat lebih.

"Aksa..." Kila tetap tidak ingin Aksa melihat .

"Tidak apa-apa, ini cantik sayang..." Bisik Aksa. Aksa menelah ludahnya.******

******

"Aksa... Aku ke toilet dulu..." Lagi-lagi Kila protes. Aksa menggeleng dan menahan posisi Kila

"Diam sayang." Aksa menarik tali elastis itu ke atas untuk mengerakan mutiara itu. *****

"Oh, P ini memang bagus..." Aksa terus menarik-narik tali mutiara itu*****

Aksa langsung sangat terang*****

"Aksa... Stop!". Kila menggelengkan kepalanya. Tapi Aksa hanya tersenyum dingin. Kila memejamkan matanya sambil menjerit ****


"Kamu kan yang menyuruh aku pakai!"

"Aku tidak tahu p itu mesum. Kurang ajar si Raynar!" Aksa hampir tertawa. 

"Aku mencintaimu Kila." Bisik Aksa memeluk Kila. 

"Kamu jadi sensitif karena?"

*****

"Aku perlu waktu bernapas dulu."

"Aku akan membuatmu bernapas lebih baik Kila..." Aksa tersenyum.

*******

°°°

"Ini teh panasmu, sayang." Aksa memberikan mug berisi teh kepada Kila. Kila tersenyum menyambut mug dari Aksa.

"Terima kasih."

Aksa duduk di samping Kila dan memeluknya. Kila menyandarkan badannya di pelukan Aksa.

"Lama-lama sofa ini roboh." Gumam Kila sebelum menghirup tehnya.

"Hm, kenapa kita susah banget pindah ke ranjang ya?" Aksa tertawa.

Mereka berdua masih telanjang. Aksa mengecup kepala istrinya. Dia sangat senang malam itu. Walaupun karena panties aneh itu.

"Aku senang menikahimu secepatnya." Bisik Aksa.

"Kenapa? Menikah bukan cuma urusan s saja Aksa." Kila menatap Aksa.

"Memang apalagi yang jadi urusanku sekarang selain buat anak? Aku ganteng, pekerja yang rajin, aku setia, suami hebat." Aksa becanda memuji dirinya sendiri.

"Kepedean." Kila mencium pipi suaminya.

"Aku ambil piyama dulu di kamar." Kila beranjak ke kamar.

Aksa memandangi tubuh Kila yang indah itu. Bagian Favoritnya adalah pinggang kecil dan pinggulnya yang berisi itu. Rasanya, Aksa masih masih sanggup bercinta lagi. Aksa cengengesan sendiri. Dia mengambil mugnya. Aksa baru sadar, dia tadi menghamburkan barang-barang pemberian orang di depan pintunya.

Aksa langsung melihat tas pemberian Raynar. Dia jadi penasaran apa yang diberikan Raynar buat mereka.

"Ini piyamamu..." Kila menatap Aksa memegang tas dari Raynar.

"Apa kamu tidak penasaran isinya?" Tanya Aksa sambil memakai piyamanya.

"Hmm... Entah lah... Kamu yakin mau membukanya?" Tanya Kila.

Aksa diam. Dia membaca tulisan di card itu.

"Happy marriage + S satisfaction"

Aksa membuka pita tas itu dan merogoh ke dalam tas besar itu. Tapi Aksa merinding, dia langsung melempar tas itu ke lantai. Kila hanya menatap suaminya yang terlihat jijik.

"Kenapa si?" Tanya Kila.

"Aku sepertinya menyentuh sesuatu panjang dan bertexture." Aksa merinding sambil mengibaskan tangannya. Kila menaikan alisnya. Kila mengangkat tas itu, daripada pusing, Kila langsung membalik tas kertas itu.

Benar saja, tapi isinya, s toy , alat pecut dari kulit, dan penutup mata. Raynar dan Sarah memang super iseng.

"Uh, bahkan ukuranmu lebih besar dari s toy ini." Kila tertawa melempar p palsu itu ke arah Aksa.

"Buang semuanya!" Aksa meloncat dan menendang p palsu itu.

"Ini pemberian orang masa mau dibuang." Kila membuka kotak merah itu.

Aksa tentu saja ketakutan melihat di kotam merah yang pernah dipasang Raynar di badannya itu.

"Kilaaaaaaa.... Pleaseeee..."

"Pakai.. aku mau lihat..." Kila meniru Aksa sambil mengayun-ayunkan hand kulit itu di muka Aksa. Kila balas dendam karena Aksa mengatakan seperti itu saat menyuruhnya memakai pa mutiara itu.

"Noooo!"

°°°

"Huacing!"

Sarah menutup novelnya, dia menatap Raynar yang bersin di pelukannya

"Kamu sudah berapa kali bersin? Apa alergi debu dari buku?" Tanya sarah.

Raynar menutup bukunya dan diam.

"Sepertinya tidak. Mungkin cuaca sedikit dingin." Raynar kembali membuka bukunya.

"Yakin? Apa kamu sakit?" Sarah menempelkan tangannya ke dahi Raynar. Normal.

"Aku tidak apa-apa." Jawab Raynar sambil merapatkan tubuhnya ke dada Sarah. Dia melanjutkan membaca bukunya.

°°°

Halo semuanya! 👋Menyesuaikan dengan peraturan terbaru Wattpad mengenai batasan konten 21+ / adegan dewasa, dan untuk menghindari risiko cerita ini dihapus otomatis oleh sistem Wattpad, aku memutuskan untuk mengambil langkah aman.Dan mohon maaf ya, berhubung cerita ini belum sempat aku editing ulang, harganya sudah aku sesuaikan jadi terjangkau banget. Untuk ketersediaan di platform lain nantinya akan menyusul.Di Wattpad: Cerita ini akan tetap ada, tetapi part singkat .Versi Komplit & Uncut (21+): Seluruh bab lengkap tanpa potongan/sensor secara resmi dipindahkan ke KaryaKarsa. Aku sudah buatkan folder series (isi bab 1–10) dengan harga promo Rp5.000 saja!Buka KaryaKarsa : https://karyakarsa.com/dashboard/series/138210 atau keprofil https://karyakarsa.com/Ersula/Hadiah : Sekretaris & Mainannya (❗21❗)Terima kasih banyak atas pengertian dan dukungan kalian selama ini! Yuk, saling jaga karya ini agar tetap aman. Sampai ketemu di KaryaKarsa! ❤️

HADIAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang