°°°
Aksa mendengar suara handphonenya berbunyi lagi di tas kerjanya. Tas itu berada di lantai bawah. Dia tidak bisa mengangkat handphonenya, karena dia tidak bisa bergerak.
"Kamu yang minta aku memberitahumu tentang Kila kan?" Raynar tersenyum, dia senang melihat Aksa. Aksa menatap Raynar dengan marah.
Raynar memasangkan itu ke badan Aksa dengan posisi telungkup. Aksa bisa saja memukuli Raynar, badannya lebih besar daripada Raynar. Tapi Hand dengan **** jika dia bergerak. Aksa sulit untuk melepaskannya.
"Aku tidak pernah memasangkan ini ke tubuh Pria, tapi kamu sangat pantas Aksa." Raynar tampak puas melihat alat barunya terpasang. Apalagi menurut Raynar, Aksa punya tubuh yang bagus.
Aksa tidak nyaman dengan tatapan Raynar dihadapannya.
"Aku hanya ingin tahu soal Kila!"
Raynar tertawa.
"Karena kamu sudah mau jadi percobaan alat baruku. Aku beritahu soal Kila kekasihmu itu.... Kila tidak sama sekali tertarik melakukan ini denganku."
"Apa?" Aksa merasa dijebak.
Raynar tertawa lagi, dia duduk di sofa meminum sisa vodka-nya. Raynar memandangi Aksa lagi. Aksa merasa risih. Walaupun dia masih memakai pakaiannya. Tapi dengan posisi seperti itu dan Raynar menatapnya tubuhnya, Aksa merasa jijik!
"Apa Kila memakai Handc dan lilin dariku?" Raynar menghabiskan minumannya.
Aksa diam. Ternyata barang-barang itu dari Raynar. Bahkan Kila sendiri tidak mencobanya kepadanya!
"Itu bukan urusanmu, buka saja benda aneh ini!" Aksa berusaha menarik tangannya, tapi lehernya ikut terasa ditarik. Aksa mengerang karena kesakitan.
"Suaramu sangat menggoda Aksa. Oh iya, itu dari kulit yang bagus Aksa. Tidak akan putus dengan tenaga manusia."
Aksa tidak mau menyerah. Dia tahu kebodohannya. Harusnya dia sudah duduk di kantor, bersiap meeting. Kalau pun dia ingin seks, sudah pasti hanya Kila yang dia inginkan!
Raynar memangku wajahnya dan menatap Aksa. Raynar menyukai sikap Aksa yang memberontak dan tersiksa dengan h yang menarik lehernya. Suara kesakitannya terdengar menggugah keinginan Raynar untuk terus menggoda Aksa.
"Pria sepertimu sangat suka marah dan membentak orang? Tapi di ranjang Kila lah yang lebih suka mengontrol. Aku benar?"
Aksa mulai jijik dengan percakapan dengan Raynar.
"Sudahlah! Hentikan kebodohan ini! aku mau ke kantor! Atau aku akan melaporkanmu ke polisi!." Teriak Aksa, dia mencoba lagi menggerakan tangannya. Tapi dia malah membuat itu mence iknya ke belakang
Raynar berdiri. Dia mengambil penyumpal, di mejanya. Raynar mendekati ranjang.
"Jangan khawatir, aku pun normal. Aku juga tidak pernah melakukannya dengan Pria. Tapi melihatmu terikat seperti ini semakin membuatku penasaran"
"F*ck you!!" Aksa mencoba menghantupkan kepala Raynar. Raynar menahan kepala Aksa dengan keras. Raynar suka mendengar Aksa berteriak. Semakin berteriak dan memberontak Aksa akan menyakiti dirinya sendiri. Raynar jadi mengurungkan niatnya untuk ****** Aksa.
"Apa Kila suka melakukan ini?" Raynar mulai mengelus se langkangan Aksa.
Aksa sangat marah Raynar menyentuhnya. Raynar akan mengelus Aksa.
"Kamu lakukan ini, aku pastikan tanganmu patah!." Aksa membentak Raynar. Raynar tertawa.
"Well, s seperti ini memang tidak bisa dipaksa." Raynar tertawa dan melipat tangannya, Raynar menatap ke arah tangga dan tersenyum.
Aksa lega, Raynar tidak menyentuhnya lagi, apa Raynar menunggu seseorang?
Kila naik ke lantai atas. Ekspresinya sangat marah. Aksa terkejut melihat Kila.
"Apa yang kamu lakukan dengan pak Aksa!" Kila mendorong Raynar dengan keras.
"Hei... hei... Dia yang bilang dia ingin tahu tentangmu." Raynar tertawa.
Kila hanya menatap Aksa dengan posisi itu.*****
"Kamu gila Raynar?! Buka alat itu!." Kila menarik baju Raynar dengan kuat.
Aksa melihat Kila menyentuh Raynar. Dan Benar! Kila tidak beraksi apa pun. Aksa menyadari dirinya terlalu bodoh. Dia terlalu mencurigai Kila.
"Kenapa bukan kamu yang buka Kila" Raynar berbisik, menantang Kila. Raynar sangat tenang.
Kila menatap Aksa. Dia tidak bisa melakukan itu. Apalagi sejujurnya, Aksa terlihat sangat menarik terikat telungkup seperti itu.
"Aku bilang buka Raynar! Kami mau meeting!." Teriak Kila.
*****
Aksa diam, tapi dia tidak mau mengingatnya. Seumur hidupnya baru ini dia diperlakukan itu dengan pria!
"Bagiku itu aneh..." Jawab Aksa. Dia merasa tidak nyaman memakainya.
"Karena tidak semua orang mengerti orentasi seks seperti pak, aku saja tidak mau memakainya. Tapi aku dan Raynar sama sekali tidak pernah melakukan apapun"
Aksa menatap Kila. Aksa mengerti dia sangat bodoh hari ini. Kila terlihat mulai gelisah. Aksa menarik tangan Kila, menuju mobilnya yang terparkir di depan toko antik Raynar.
"Aku tidak bisa membawamu meeting dalam keadaan seperti ini" Aksa membuka pintu mobilnya.
"Kita sudah telat 30 menit."
Aksa menatap Kila. Dia mengambil handphonenya, menelpon seseorang di kantor dan berkata meeting diundur 1 jam lagi.
"Pak Aksa?"
"Tidak apa-apa hanya sekali ini."
Aksa menjalankan mobilnya. Entah apa yang akan dia lakukan untuk membayar kebodohannya. Dirinya tadinya mencurigai Kila, tapi malah mendapat perlakuan aneh dari Raynar! Aksa akan membawa Kila ke apartemennya.
"Apa kamu akan melakukannya Aksa?"
Aksa memandang Kila.
Kila berubah karena sudah naik. Dia terlihat gelisah. Kila tersenyum mengoda Aksa, mengangkat kakinya hingga roknya tersingkap.
°°°
==============================
Halo semuanya! 👋Menyesuaikan dengan peraturan terbaru Wattpad mengenai batasan konten 21+ / adegan dewasa, dan untuk menghindari risiko cerita ini dihapus otomatis oleh sistem Wattpad, aku memutuskan untuk mengambil langkah aman.Dan mohon maaf ya, berhubung cerita ini belum sempat aku editing ulang, harganya sudah aku sesuaikan jadi terjangkau banget. Untuk ketersediaan di platform lain nantinya akan menyusul.Di Wattpad: Cerita ini akan tetap ada, tetapi part singkat .Versi Komplit & Uncut (21+): Seluruh bab lengkap tanpa potongan/sensor secara resmi dipindahkan ke KaryaKarsa. Aku sudah buatkan folder series (isi bab 1–10) dengan harga promo Rp5.000 saja!Buka KaryaKarsa : https://karyakarsa.com/dashboard/series/138210 atau keprofil https://karyakarsa.com/Ersula/Hadiah : Sekretaris & Mainannya (❗21❗)Terima kasih banyak atas pengertian dan dukungan kalian selama ini! Yuk, saling jaga karya ini agar tetap aman. Sampai ketemu di KaryaKarsa! ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
HADIAH
RomanceKila Damaya didiagnosa menderita compulsive sexual behaviour ringan. Dia memutuskan untuk tidak memiliki kekasih hingga dirinya benar-benar menemukan orang yang mengerti dirinya. Tapi Kila kelepasan mengeluarkan sisi liarnya dan meminta Aksa, atasan...
