30

5K 381 8
                                        


~Districk 25

Jessica sekarang berada disebuah mansion mewah yang terletak ditengah tengah hutan belantara,digerbang utama terdapat beberapa pria kekar yang sedang berjaga.

Melihat sebuah mobil mendekati gerbang seorang pria kekar mendekat kemobil dan menghentikan laju kendaraan Jessica.

Jessica menurunkan kaca mobilnya lalu mendongakkan kepala hingga wajah cantiknya yang dilengkapi oleh kacamata hitampun terlihat.

"Permisi nona,anda tidak boleh masuk kedalam dan silahkan pergi"larang pria kekar tersebut.

Tanpa mengindahkan larangan pria tersebut Jessica dengan segera menghubungi seseorang.

"Cepat kemari dan bilang ke anak buahmu sekarang untuk buka pagarnya atau mansion mu ini akanku hancurkan"ancam Jessica kepada orang yang berada diseberang telepon.

Setelah mengatakan hal tersebut Jessica langsung mematikan sambungan telepon tanpa mau mendengar jawaban dari temannya ditelepon.

Tak lama kemudian seorang pria muda berlari sekuat tenaga menuju gerbang dan dibelakangnya terdapat beberapa orang yang mengikutinya dengan wajah panik.

"CEPAT BUKA GERBANGNYA,SIALAN"teriak pria muda tersebut dan langsung menghampiri mobil Jessica.

"Maaf Jess,aku sungguh minta maaf sama kamu jangan marah ya"pinta pria muda tersebut sembari menyatukan kedua telapak tangannya,sedangkan Jessica hanya bisa menatap datar sang pria dari balik kacamata hitamnya.

"Minggir"singkat Jessica dengan tegas membuat pria muda itu gelagapan dan secara otomatis bergerak minggir untuk memberikan jalan kepada mobil Jessica.

Jessica segera memasukan mobilnya ke halaman mansion mewah tersebut dan segera turun dari mobil lalu tanpa menuggu pria pemilik mansion Jessica masuk dan duduk disofa yang berada diruang tamu.

Pria muda pemilik mansion langsung duduk disofa yang berada dihadapan Jessica sembari menetralkan nafasnya yang ngos ngosan.

"Kamu mau minum apa?"tanya pria tersebut basa basi.

"Nggak usah langsung to the point saja"tolak Jessica yang membuat pria tersebut menghela nafas kasar.

"Ya udah ada apa?"tanya pria itu lagi dengan nada serius.

"Aku butuh bantuan kamu untuk bawa orang yang bernama Marco kehadapanku"ujar Jessica yang membuat pria yang memiliki nama Billy Fernandez itu mengerutkan keningnya heran.

"Emang ada masalah apa kamu sama dia?"tanya Billy lagi.

"Udah nggak usah banyak tanya bawakan saja dia kehadapanku besok harus sudah ada hasilnya"titah Jessica mutlak yang membuat Billy pasrah karena dia juga tidak bisa menolak permintaan Jessica.

"Marco? Marco siapa?"tanya Billy penasaran setelah beberapa menit berfikir dan tidak menemukan orang yang bernama Marco didalam daftar musuh keluarga Alexander.

"Marco,orang kepercayaannya keluarga Martinez"jawab Jessica yang membuat Billy melotot tak percaya.

"Apa?"kaget Billy.

"Ya dia,aku ingin kamu membawanya dalam keadaan hidup dan besok aku akan kesini lagi untuk mengetahui hasilnya"ujar Jessica sembari berdiri.

"Dan ya aku harap kamu berhasil melakukannya jika tidak siap siap saja mansionmu ini akan rata dengan tanah"ancam Jessica sembari mengenakan kacamata hitamnya kemudia pergi keluar dari mansion tersebut.

Setelah kepergian Jessica,Billy akhirnya bisa bernafas lega dan langsung menyandarkan punggungnya kesandaran sofa.

"Huft...untung saja sudah pergi,dasar sepupu laknat kalau bukan sepupu sudah ku hancurkan dia"gumam Billy sembari meremas kedua tangannya didepan mukanya dengan kesal.

Fake Love's [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang