Nadya dan Zweitson bersiap untuk melakukan pemotretan. Setelah selesai keduanya mengikuti arahan Gerald dan Ayana.
Shandy memperhatikan dari kejauhan, Shandy seperti melihat sebuah rasa cinta hadir diantara keduanya.
"Apa sebenarnya mereka berdua sama sama belum bisa move on. " ucap Shandy
"Kak Zweitson bisa lebih dekat lagi gak sama kak Nadya. " ucap Gerald
"Bisa kok. "
"Kak rangkul dong kak Nadyanya, kayak rangkulan sahabat gitu. " ucap Ayana
"Oke, tahan ya."
"Udah cukup, kita udah dapat banyak foto. " ucap Gerald
"Makasih banyak ya kak Nadya, kak Zweitson."
"Sama sama. "
"Lo haus? Gua tadi beliin lo minum."
"Tumbenan. "
"Ya lagi pengen baik aja. " ucap Ayana
"Makasih ya. " ucap Gerald
Ayana mengambil selembar tisu lalu menyeka keringat didahi Gerald.
"Ekhem ekhem.... "
"Eh maaf tadi refleks. " ucap Ayana
"Iya gak apa apa kok. "
"Udah sih jadian aja kalian berdua."
"Iya nih, cocok tau kalian. "
"Gua gak tertarik sama Ayana kak. " ucap Gerald membuat senyum Ayana seketika berubah menjadi murung
"Gua juga gak tertarik sama lo! "
Ayana pergi meninggalkan Gerald. Dirinya berjalan tepi danau lalu duduk disebuah bangku.
"Kenapa sih Gerald harus ngomong kayak gitu. " ucap Ayana melempar sebuah batu ke danau
"Kayaknya gua beneran suka deh sama Gerald. "
"Ternyata lo disini. "
"Mau apa lo kesini? "
"Mau nemenin lo. Kalau gak boleh ya udah gua pergi. " ucap Gerald beranjak pergi
"Mau sampai kapan sih Ger. " ucap Ayana
"Maksud lo? "
"Mau sampai kapan kita kayak gini." ucap Ayana
"Bukannya lebih baik seperti ini. "
"Gua capek. Lo gak tau betapa kesepiannya gua tanpa kehadiran lo." ucap Ayana
"Kalau emang lo mau pergi tinggalin gua kenapa gak sekalian pergi jauh aja dan gak kembali. Gua sedih Ger setiap ngeliat wajah lo di sekolah."
"Lo mau gua pergi jauh? " tanya Gerald
"Bukan gitu maksud gua...."
"Gua memang akan pergi jauh kok dan gak akan kembali. " ucap Gerald lirih
"Lo mau pergi tinggalin gua? "
"Hanya tinggal menghitung hari. Waktu gua di dunia ini tak lama lagi Na. " ucap Gerald tersenyum
Air mata seketika keluar membasahi pipi Ayana. Dirinya tersadar jika selama ini Gerald sakit.
"Lo kenapa gak pernah cerita kalau lo sakit. "
"Untuk apa? Gua gak suka ada kesedihan. "
"Maafin gua Ger, maaf karena gua gak pernah ada buat lo. "
"Justru lo udah selalu ada untuk gua. Hidup gua berwarna karena kehadiran lo. "
"Oh iya gua ada sesuatu buat lo. "
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Teen FictionSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
