Ricky dan Amara pulang ke rumah setelah membeli perlengkapan bayi. Ricky sangat senang melihat lihat baju yang dibelinya.
"Padahal ini bukan anaknya tapi Ricky tetap antusias menyambut bayi ini. " batin Amara tersenyum kearah Ricky
"Sayang lihat deh bajunya lucu ya. " ucap Ricky
"Tunggu. Barusan lo ngomong apa? Sayang? " ucap Amara
"Gak salah kan? "
"Lo gak ingat dengan perjanjian kita?" tanya Amara
"Ra udah lah. Kita juga udah nikah kan. " ucap Ricky
"Rik, bayi yang gua kandung bukan anak lo. Kenapa sih lo sebegitu pedulinya sama anak yang gua kandung. " ucap Amara
"Karena sejak awal kita bertemu gua udah tertarik sama lo. " ucap Ricky
"Gak! Lo itu cuma simpati ke gua karena gua adalah korban pemerkosaan. Lo itu cuma kasihan sama gua! " ucap Amara sedikit membentak Ricky
Vino sudah lama tak bertemu dengan anaknya Ricky. Bersama dengan Nadya, Vino pergi mengunjungi rumah Ricky.
Saat tiba didepan rumah Ricky, Vino mendengar suara keributan. Nadya langsung membuka pintu rumah sang kakak melihat kakaknya sedang bertengkar dengan istrinya.
"Asal lo tau, gua menikahi lo bukan semata mata kasihan sama lo. Gua itu cinta sama lo! " ucap Ricky
"Tapi gua gak cinta sama lo! Gua udah capek Rik selalu bersandiwara didepan orang tua lo sama gua. " ucap Amara
Vino terkejut mendengar ucapan Amara. Ternyata selama ini keduanya berpura pura saling mencintai. Dada Vino terasa sesak.
"Jadi kalian tidak saling cinta? " tanya Vino
"Papa.... "
"Kenapa kalian harus bohong. "
Dada Vino semakin terasa sakit. Ricky menghampiri papanya dan berlutut meminta maaf.
"Maafin Ricky pa. Maaf Ricky sudah bohongin papa. " ucap Ricky menangis memeluk kaki sang papa
"Ricky anakku, hey bangun nak. "
"Papa boleh marahin aku. "
"Gak nak. Papa mengerti jika memang kalian tidak saling mencintai, papa hanya menyayangkan kenapa kalian harus berpura pura didepan kami. " ucap Vino mengusap rambut Ricky
"Ricky gak mau bikin papa kecewa. "
"Papa tidak akan kecewa sama kamu."
"Om, maafin Amara ya. "
"Amara sayang, om ngerti kok. Tapi kamu harus ingat bahwa Ricky akan bersungguh sungguh menjaga kamu."
"Iya om."
Vino menutup mulutnya dan terbatuk. Noda darah menempel ditelapak tangannya membuat Ricky dan Nadya menjadi khawatir.
"Pa kita ke rumah sakit aja yuk. " ajak Nadya
"Tidak usah, papa kan mau ketemu sama anak sulung papa. "
"Pa benar kata Nadya, kita ke rumah sakit ya. " ucap Ricky
"Papa baik baik aja kok. "
Tak lama kemudian Vino kembali terbatuk dan darah yang keluar semakin banyak. Vino merasa tak kuat dan akhirnya tak sadarkan diri.
"PAPA!!! "
"Nadya ayo kita bawa papa ke rumah sakit. "
Ricky menggendong tubuh papanya dan memasukan ke mobil Nadya. Dengan sangat cepat Ricky membawa mobil Nadya. Tak lupa Nadya mengabari Fiki untuk ke rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Teen FictionSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
