14. Hamil

112 21 1
                                        

Farhan terdiam menatap Shalita, sejak kejadian malam itu Farhan tak berani mendekati Shalita.

"Ya udah lah ngapain juga gua repot mikirin tuh cewek."

"Ngapain Han? "

"Cuma duduk aja."

"Bohong, lo pasti lagi liatin cewek kan. Ngaku lo. "

"Sok tau lo. "

"Oh lo liatin Shalita. "

"Gua kan udah bilang kalau gua cuma duduk aja Shan. " ucap Farhan

"Lo kok marah." ucap Shandy

"Gua gak suka lo bahas Shalita. " ucap Farhan

"Lo suka sama dia ya. " ucap Shandy

"Lo lupa kalau Gilang dekat sama tuh cewek. Gua gak mau ya persahabatan kita terpecah lagi hanya karena cewek. " ucap Farhan

"Ya udah kalau gitu kita ke kantin aja yuk. Gua laper nih. " ucap Shandy

"Nah kebetulan gua juga laper. "

"Ya udah kuyy. "

Zweitson membuka loker miliknya dan terkejut melihat isi didalamnya. Terdapat foto keluarganya yang dicoret oleh tinta merah dan terdapat sebuah tulisan difotonya.

"Apa maksud kata pembunuh difoto ini. " ucap Zweitson mengambil foto tersebut lalu memasukannya kedalam tas

Tak hanya Zweitson yang mendapatkan teror tersebut, namun Shandy juga mendapatkannya. Seseorang memberikannya sebuah kotak yang berisi foto yang sama dengan apa yang didapat Zweitson.

"Siapa yang kasih kotak ini. Maksudnya apa coba. " ucap Shandy dengan cepat memasukan kotak tersebut kedalam tasnya

"Lo kenapa? Kok mukanya panik gitu." tanya Farhan yang baru saja selesai memesan makanan

"Masa sih, mungkin efek laper kali ya." jawab Shandy
"Pas banget makanan datang. Ya udah Han gua makan duluan ya. "

"Kayaknya lo benar kelaperan. "

Selesai makan Shandy pamit kepada Farhan untuk menghampiri Zweitson. Ternyata Zweitson juga mencari keberadaan Shandy.

"Kak Shandy... "

"Son, tau gak. Ada yang kasih kotak ini ke gua dan lo tau isinya apa. Lo lihat sendiri. " ucap Shandy

"Kok sama kayak gua kak. Lihat deh." ucap Zweitson

"Siapa yang berani berbuat ini dan apa maksud dari kata pembunuh. " ucap Shandy

"Gua juga gak paham kak. " ucap Zweitson

"Kita harus waspada, kalau bisa jangan sampai papa dan mama tau. " ucap Shandy

"Hanya kita yang boleh tau tentang ini. " ucap Zweitson

"Semoga hanya kali ini dia ganggu kita. "

****

Dua Bulan Kemudian

"Kok perut gua sakit banget ya. "

"Kamu baik baik aja? " tanya Ricky
"Kamu cewek yang waktu itu. "

"Maaf gua buru buru. "

Ricky mengejar cewek tersebut, dia belum sempat berkenalan dengannya. Cewek tersebut kembali berhenti karena merasa perutnya begitu sakit. Ricky menemukan cewek tersebut dalam keadaan pingsan. Ricky langsung membawa ke ruang kesehatan.

MINE 2 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang