Nadya tampak kesulitan saat dirinya sedang memasang tenda, melihat hal itu Zweitson dengan sigap membantu Nadya.
"Makasih ya Son."
"Sama sama Nad."
"Nad, nanti sore gua tunggu lo di dekat air terjun ya."
"Mau ngapain?"
"Nanti lo juga tahu."
"Ya udah nanti gua kesana."
"Oke gua tunggu."
Fajri melihat Jihan yang sedang membawa beberapa barang. Fajri menghampiri Jihan lalu mengambil barang yang dipegang Jihan.
"Sini biar gua bawain."
"Gak usah kak gak apa apa."
"Udah gak apa apa."
Meisya mencari keberadaan Fajri dan melihat Fajri yang bersama dengan Jihan, Meisya pun berjalan menghampiri Fajri.
"Ji, bantuin gua dong ngambil air."
"Nanti ya Sya."
"Yah harus sekarang Ji."
"Sya, gua harus bantu Jihan bawa barang barang ini."
"Udah kak gak usah, kak Fajri bantuin kak Meisya aja." ucap Jihan
"Meisya bisa sendiri kok Jihan. Iya kan Sya?"
"Iya Jihan, gua bisa lakuin itu sendiri kok."
"Beneran kak?"
"Iya tenang aja."
"Ya udah Jih kita ke tenda lo. Sya gua duluan ya."
"Iya Ji."
Setelah kepergian Fajri, Meisya tak bisa membohongi hatinya yang terasa sakit. Tanpa sadar air matanya perlahan turun.
"Ji, gua kan pacar lo." ucap Meisya berjalan menuju sungai
Meisya mengambil seember air lalu mencoba untuk mengangkatnya, namun ternyata dirinya tak sanggup untuk mengangkat ember tersebut. Karena memaksa untuk mengangkat ember tersebut malah membuat Meisya terjatuh kedalam sungai.
"Aaaaaaaa.... Lo ngangkat ini aja gak bisa! Lemah banget lo Sya." ucap Meisya memaki dirinya sendiri
Tiba tiba tubuhnya ditutupi oleh sebuah jaket. Meisya menengok kearah belakang dan menemukan sosok Fenly.
"Lo kenapa ngambil air sendiri? Kenapa gak minta tolong ke Fajri?"
"Kebetulan Fajri lagi ada urusan Fen." jawab Meisya berbohong
"Terus kenapa gak minta tolong gua?"
"Gua gak enak nyusahin lo."
"Meisya, Meisya, kapan sih gua bilang kalau lo nyusahin gua."
"Ya siapa tau gitu."
"Ya udah gua bantu bawain embernya ya."
"Udah gak apa apa biar gua aja."
"Emang kuat?"
"Gak sih, hehehehe."
"Tuh kan, udah biar gua aja yang bawa."
"Ya udah deh kalau maksa."
Sore hari pun tiba, Nadya bergegas untuk menemui Zweitson di tempat yang telah ditentukan.
"Sorry ya Son gua agak lama."
"Gak apa apa kok."
"Jadi ada apa nih?"
"Duduk dulu kali."
"Lo bikin gua penasaran." ucap Nadya duduk disamping Zweitson
"Air terjunnya indah gak Nad?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Novela JuvenilSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
