Keesokan harinya Meisya berangkat kampus diantar oleh papanya. Meisya turun dari mobil dan berpapasan dengan Fenly.
Tampak jelas mata Meisya begitu sembab, sepertinya semalaman dirinya menangis. Tanpa tegur sapa Meisya langsung berjalan meninggalkan Fenly.
"Sya, lo kenapa? "
"Gak apa apa kok Ji. "
"Lo bohong. "
"Beneran kok Fajri, semalam gua nonton film sedih banget jadinya nangis deh. "
"Oh gitu, makannya kalau malam itu tidur bukan nonton. " ucap Fajri mengusap rambut Meisya
"Biarin aja, kan gua butuh hiburan. "
"Iya deh. Nanti nonton yuk. "
"Ayo, tapi bayarin ya."
"Iya. Apa sih yang gak buat sahabat gua yang satu ini. "
Fenly berjalan dan melihat Fajri yang berjalan bersama Meisya. Meski hatinya terasa hancur namun Fenly berusaha untuk tersenyum.
"Memang seharusnya dari awal gua gak ganggu hubungan kalian berdua. Bagaimana pun Fajri dan Meisya cocok untuk bersama. "
Fenly kembali merenung di rooftop kampus. Dirinya berencana untuk membolos karena takut tak akan fokus.
"Haruskah gua lantas pergi? Harusnya sejak awal gua gak dekat sama Meisya. " ucap Fenly
"Yaelah pake segala galau, masih jaman emangnya. "
"Lo siapa? "
"Kenalannya entar dulu ya, gua harus ngumpet dulu. Awas aja kalau lo cepu."
Tak lama kemudian segerombolan orang datang dan menghampiri Fenly.
"Lo lihat cewek kesini gak? "
"Cewek? Daritadi gua sendiri disini."
"Lo gak bohong kan. "
"Emangnya tuh cewek kenapa? "
"Dia barusan mukul teman gua sampai bonyok. "
"Waduh serem juga. "
"Beneran dia gak kesini? "
"Beneran."
"Ya udah lah gak usah dicari lagi. "
"Ya udah makasih ya. "
"Sip sama sama. "
"Makasih ya. "
"Lo kok mukulin cowok sampai bonyok gitu? "
"Simpel sih, tuh cowok pacar gua. Trus dia ketahuan selingkuh, ya udah langsung gua pukulin aja. "
"Buset serem banget lo. "
"Yaelah cemen banget lo jadi cowok."
"Terserah lo deh. "
"Btw gua Selly. " ucap Selly duduk disamping Fenly
"Gua gak nanya nama lo. "
"Yaelah apa salahnya kita berkenalan sih."
"Gua Fenly. "
"Kemarin sore gua lihat lo duduk berdua sama cewek disini, kok sekarang sendirian aja? "
"Kepo banget lo. "
"Bilang aja lo lagi berantem sama pacar lo. " ucap Selly
"Gua gak pacaran sama dia. " ucap Fenly
"Dekat doang tapi gak jadian. " ucap Selly
"Papanya gak ngerestuin gara gara beda agama. "
"Lo kristen?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Novela JuvenilSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
