52. Terlanjur Cinta

52 14 2
                                        

Fenly mengajak Meisya untuk berbicara. Fenly memberikan sebuah mawar kepada Meisya membuat Meisya bertanya tanya.

"Buat gua? " tanya Meisya

"Iya, bunga itu buat lo. " jawab Fenly tersenyum memandang Meisya

"Dalam rangka apa? "

"Sya, gua sadar kalau gua sudah tak bisa lagi menutupi perasaan ini. " ucap Fenly menggenggam tangan Meisya

"Maksud lo? " ucap Meisya berkaca kaca

"Gua jatuh cinta ke lo dan gua sayang lo. "

"Kenapa Fen? "

"Kenapa? "

"Kenapa lo bikin hati gua sakit. "

"Gua gak ngerti sama ucapan lo."

"Gua gak bisa cinta sama lo. " ucap Meisya

"Hanya karna kita berbeda keyakinan? Sya, kita bisa jalani semuanya dulu. " ucap Fenly

"Lalu setelah itu? Aku gak mau merebut kamu dari Tuhanmu. " ucap Meisya perlahan menitikan air mata

"Lo beneran sayang sama gua? "

"Gua sangat sayang sama lo. Tatap mata gua Sya. " jawab Fenly memegang wajah Meisya

"Kalau memang lo sayang sama gua, gak apa apa kan jika kita hanya sebatas sahabat."

"Jadi lo nolak gua? "

"Maaf Fen, gua gak bisa terima lo karena.... "

"Karena Meisya itu pacar gua. "

"Ji? Lo pacaran sama Meisya?"

"Iya, Meisya pacar gua. Gak masalah kan?" ucap Fajri menggenggam tangan Meisya

"Gak apa apa kok. Gua senang, gua sangat senang jika Meisya bersama lo. Kalian berdua cocok. "

"Ji, tolong jaga Meisya baik baik ya." ucap Fenly menepuk pundak Fajri lalu berjalan pergi

"Maafkan gua Fen. Gua terlalu takut." batin Meisya

"Ya udah Ji kalau gitu kita pulang yuk."

"Kamu beneran gak apa apa. "

"Aku baik baik aja kok. "

Fenly memegang dadanya yang terasa sakit. Dirinya berusaha untuk merelakan Meisya bersama dengan Fajri.

"Coba aja kak Shandy masih ada, mungkin gua udah curhat sama dia." ucap Fenly mengingat kenangannya bersama dengan Shandy

"Buset tuh muka kenapa kusut banget. Nih minum dulu. "

"Lagi bingung aja kak. " ucap Fenly

"Bingung kenapa sih? Masalah cewek?"

"Gitu deh kak. "

"Lo belum dapat target cewek lagi? "

"Udah tobat kali kak gua jadi playboy." ucap Fenly

"Yang benar lo. "

"Iya kak. Meisya udah menyadarkan gua. "

"Gua tau nih. Lo lagi ngegalauin Meisya ya. " ucap Shandy

"Tapi kak Shandy jangan bilang ke Meisyanya. "

"Emangnya masalahnya apa sih? Sampai kusut banget tuh muka. "

"Gua juga bingung sih kak. Gua tuh sama Meisya sahabatan tapi kenapa setiap gua dekat Meisya rasanya nyaman banget. "

"Suka kali lo sama Meisya. "

MINE 2 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang