Zweitson menyusul Nadya dan melihat Nadya yang sedang menangis. Zweitson menghampiri Nadya dan menarik tangannya.
"Eh kenapa tangan gua ditarik. " ucap Nadya
"Gua mau ajak lo ke suatu tempat. " ucap Zweitson
Zweitson dan Nadya berlari menaiki anak tangga hingga akhirnya mereka tiba disebuah rooftop.
"Lo ngapain ngajak gua kesini? " tanya Nadya
"Habisnya gua bingung mau kemana lagi. Ya udah mumpung ada rooftop kantor papa gua kan." jawab Zweitson
"Sini duduk. "
Nadya duduk disamping Zweitson dan ikut menatap pemandangan jalanan yang dilalui oleh kendaraan.
"Kalau gua lagi butuh waktu sendiri biasanya gua kesini. "
"Terus maksud lo ngajak gua apa? "
"Nad, setiap orang pasti punya masalah. Lo gak bisa selalu memaksa buat nutupin semuanya, sekali kali lo harus keluarkan semuanya." ucap Zweitson
"Ini pasti masalah tadi ya? Udah gak usah dipikirin. " ucap Nadya
"Jadi om Vino itu benar papa lo?"
"Ya, dia bokap gua. "
"Maaf Nad tapi kenapa lo benci sama papa lo sendiri. " ucap Zweitson
"Dia egois, karena dia nyokap gua meninggal. Dulu hidup gua sama bokap gua baik baik aja, bisa dibilang gua sama bokap dekat. Namun sejak kejadian nyokap dan bokap gua bertengkar hingga membuat nyokap gua meninggal dari situlah gua membenci bokap. " ucap Nadya
"Gua bukannya mau belain bokap lo tapi gua sendiri pernah ada diposisi lo. "
"Maksudnya? "
"Dulu orang tua gua sering banget berantem, nyokap gua salah paham sama bokap. Setiap hari gua selalu mendengar pertengkaran mereka."
"Itu juga yang membuat gua benci sama bokap. " ucap Zweitson
"Lalu apa yang membuat lo memaafkan bokap lo? Padahal bokap lo juga tega membohongi lo. " tanya Nadya
"Intinya keikhlasan dan komunikasi. Kita harus mendengar alasan dari mereka, kita gak bisa selalu menghakiminya. " ucap Zweitson
"Apa gua harus memaafkan bokap gua?"
"Gua pernah dengar katanya cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya. Jadi apakah kamu ingin terus menerus membenci cinta pertamamu? "
Nadya terdiam, bayang bayang masa lalu kembali menghampirinya. Terlihat sosok dirinya yang bermain bersama dengan sang papa. Nadya sangat sangat bahagia berada digendongan papanya.
Nadya tersadar ternyata dirinya dulu sangat sangat dekat dengan papanya. Tanpa sadar Nadya menangis mengingat setiap keping masa lalu.
"Nad, setidaknya lo lebih beruntung masih memiliki orang tua kandung. Lo lihat gua Nad, gua yatim piatu sejak kecil. Sebelum semuanya terlambat, segera perbaiki. "
"Lo benar, gua harus memperbaiki semuanya. "
"Nah itu baru Nadya yang gua kenal. " ucap Zweitson mengusap rambut Nadya
"Oh iya, selamat ya lo jadian sama kak Shandy. "
"Makasih Son." ucap Nadya melihat kearah depan bertepatan dengan tenggelamnya matahari
"Indah ya langit sore. "
"Iya indah banget."
Keduanya teringat akan kenangan beberapa tahun lalu saat keduanya masih berpacaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Fiksi RemajaSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
