Fajri baru saja selesai menjalankan ibadah. Saat dirinya sedang memasang sepatu seseorang menghampirinya.
"Kak Fajri kok ada disini? "
"Kayaknya lo harusnya udah tau jawabannya. " jawab Fajri dengan ketus
"Kak Fajri habis solat? "
"Lo kenapa ganggu gua terus sih. Gak bisa apa stop ganggu gua. Mending lo solat sana. " ucap Fajri berjalan pergi
"Tapi aku gak solat kak. " ucap Jihan dengan lirih
"Hayooo ngapain coba diam disini. Nanti ketabrak orang loh. "
"Ternyata aku dan kak Fajri imannya beda ya kak. " ucap Jihan
"Shuttt, udah gak usah sedih. Sekarang kita jajan es krim aja gimana? "
"Mauuuuu..."
"Kalau gitu kita lets go. "
Fajri tersadar jika salah satu tali sepatunya terlepas. Fajri menurunkan tubuhnya dan mengikatkan kembali tali sepatunya.
Octa sangat fokus dengan buku yang dibacanya hingga tidak tersadar jika tubuh Fajri berada ditengah jalan. Octa tersandung dan terjatuh menimpa tubuh Fajri.
"Indah banget mata nih cewek ternyata. " batin Fajri menatap Octa
"Ya ampun maaf. "
"Hadeh 4L tau gak. "
"Apaan tuh 4L?"
"Lo lagi lo lagi. "
"Lo gak lihat badan segede ini. Bisa bisanya gua ditabrak. "
"Maaf kak, tadi lagi asik baca buku. "
"Makannya kalau baca buku itu jangan sambil jalan. "
"Tapi kakak sendiri berhenti ditengah jalan. Minggir dulu kek. "
"Kok jadi lo yang ngatur sih. "
"Jujur ya kak, gua tuh bosan ketemu sama kakak terus. Bisa gak sehari aja gak ganggu gua. " ucap Octa
"Gua ganggu lo? Gak salah tuh? Adanya lo yang selalu ganggu gua. " ucap Fajri
"Kok malah gua yang salah. "
"Emang lo yang salah. "
"Jujur ya semenjak gua ketemu sama lo gua ngerasa hidup gua jadi sial terus tau gak! "
"Oh ya. "
Perdebatan masih terus berlanjut, namun ditengah perdebatan tiba tiba sebuah bola terlempar kearah Octa. Fajri yang menyadari hal itu langsung menarik tubuh Octa untuk mendekat dengannya.
"Sorry Ji tadi kita gak lihat lihat pas nendang bolanya. "
"Iya gak apa apa, lain kali hati hati ya." ucap Fajri
"Makasih. "
"Hah apa gak dengar gua? "
"Gak ada pengulangan. " ucap Octa berjalan pergi meninggalkan Fajri
Fajri tersenyum memandangi langkah Octa yang makin menjauh darinya. Octa menengok kebelakang dan menemukan Fajri yang sedang tersenyum.
"Ngapain tuh cowok senyum senyum. Apa ada yang aneh dari gua?"
Tak jauh dari tempatnya berdiri Fajri melihat Fenly dan Meisya yang sedang duduk bersama. Fajri berjalan menghampiri keduanya.
"Sya, ada yang mau gua tanyain. "
"Ya Fen? "
"Apa lo masih memiliki rasa ke Fajri?"
"Kenapa memangnya? "
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Teen FictionSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
